Periksa Fakta

Saran-Saran Medis Bermasalah Dokter di TikTok

Oleh: Irma Garnesia - 31 Oktober 2021
Dibaca Normal 4 menit
Saran-saran yang diberikan dr. Helly Tjandra untuk mengobati mata berwarna kuning dan selangkangan berwarna hitam dianggap tidak tepat.
tirto.id - Masih di minggu ini, media sosial ramai membicarakan saran kesehatan dari seorang dokter di aplikasi berbagi video, TikTok. Saran kesehatan tersebut ditujukan untuk mengatasi selangkangan yang berwarna gelap. Lalu, alih-alih menjelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi, video diiringi dengan meresepkan campuran salep antijamur ketoconazole dan betamethasone yang disebut bisa mengatasi masalah ini.

Saran medis tersebut datang dari akun TikTok @dr_hellytjandra. Saat ini video yang dimaksud sudah tidak tersedia lagi, namun video tersebut masih tersebar luas di platform media sosial lain, Twitter, baik lewat tangkapan layar maupun video utuhnya. Video @dr_hellytjandra sendiri bisa dilihat di sini. Meski saran kesehatan soal selangkangan ini baru ramai dibahas, Tirto melihat unggahan ini sudah tersebar sejak Agustus 2021.

Tidak hanya itu, akun TikTok @dr_hellytjandra juga sempat membagikan saran untuk mengobati mata berwarna kuning. Akun yang sama menyarankan untuk meletakkan irisan lemon di atas mata, juga air mawar yang diteteskan pada kapas lalu dikompres pada mata. Ia juga menyebutkan mata yang berwarna kuning bisa disebabkan karena asap, debu, terlalu sering menatap layar komputer/hp, dan kurang vitamin A.

Periksa Fakta Saran-Saran Medis Bermasalah
Periksa fakta saran-saran medis bermasalah Dokter Helly Tjandra. (FOTO/Screenshot-TikTok)


Per 29 Oktober 2021, unggahan untuk mengobati mata berwarna kuning ini telah disaksikan hingga 30,8 ribu kali, mendapat 85 komentar, dan disukai sebanyak 954 kali sejak dibagikan pada 9 Oktober 2021 lalu. Sebagai tambahan informasi, akun @dr_hellytjandra memiliki sekitar 819 ribu pengikut di TikTok.

Lantas, bagaimana tanggapan para dokter terhadap video ini, dan dimana permasalahan etis video TikTok akun @dr_hellytjandra?

Penelusuran Fakta

Tirto melakukan penelusuran terhadap akun TikTok @dr_hellytjandra atau dr. Helly Tjandra. Di laman TikTok-nya sendiri, dr. Helly Tjandra baru membagikan video-video bertema kesehatan sejak Mei 2021. Sebelumnya, ia hanya membagikan unggahan bersifat pribadi.

Kami juga melakukan pencarian Google terhadap dokter Helly Tjandra dan menemukan tautan LinkedIn atas nama Helly Tjandra, MD. PhD. Namun, informasi yang tersedia tidak terlalu banyak. Disebutkan bahwa Helly Tjandra pernah menempuh Pendidikan Epidemiology, Veterinary Preventive Medicine, and Public Health di Atlanta University, dan PhD di bidang keilmuan yang sama dari Mahidol University, Thailand.

Hanya saja, akun LinkedIn Helly Tjandra tidak spesifik menjelaskan apakah Atlanta University yang dimaksud adalah Clark Atlanta University, Atlanta University Center, atau yang lainnya. Kami menyimpulkan bahwa akun LinkedIn atas nama Helly Tjandra, MD. PhD merupakan dr. Helly Tjandra seperti yang dimaksud di TikTok karena kesamaan wajah di foto dan di video TikTok.

Sementara itu, informasi lainnya yang kami dapatkan dari pencarian Google menyebutkan dokter Helly Tjandra sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur pada 2018, seperti yang diinformasikan situs Dinas Kebudayaan dan Pariwisata wilayah tersebut. Hal yang sama juga dikonfirmasi lewat akun LinkedIn Helly Tjandra, dimana ia disebut menjabat sebagai Kepala Dinas sejak 2012. Ia juga menambahkan deskripsi “Medical Tourism” pada akun LinkedIn.

Namun, melalui pengecekan pada Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), profil Helly Tjandra terdaftar sebagai Dokter dengan Surat Tanda Registrasi (STR) yang berlaku hingga 2026. Kami mengarsipkan profil tersebut di sini. Perlu diketahui, STR merupakan bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi.

KKI sendiri merupakan badan yang melakukan registrasi terhadap dokter dan dokter gigi, mengesahkan standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi, serta melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran.

Kemudian, terkait saran media Helly Tjandra soal selangkangan berwarna gelap, hal ini diluruskan oleh dr. Rahmani Nadya Dewi Himawan lewat Detik Health. Menukil Detik, Dokter Rahmani kini bekerja sebagai dokter estetika di Marcks Venus Aesthetics Clinic.

“Kalau kehitaman di selangkangan itu bisa disebabkan berbagai macam hal. Nah, bisa memang karena suatu penyakit tertentu atau bisa juga memang kita ada, misalnya turunan genetik tertentu biasanya ada kehitaman di area yang lebih gelap, itu hal yang normal,” jelasnya ketika ditemui Detik (26/10/2021).

Dokter Nadya juga menyarankan agar seseorang berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebab warna gelap tersebut dikarenakan penyakit tertentu atau karena bawaan. Selanjutnya, ia juga menegaskan bahwa mengenali penyebab adalah langkah pertama untuk mengatasi warna gelap pada selangkangan. Pada dasarnya, menurut dokter ini, penyebab berbeda membutuhkan metode penanganan yang juga berbeda.

Selanjutnya terkait saran medis Helly Tjandra untuk mengobati mata yang berwarna kuning. Informasi terkait mata berwarna kuning ini pernah ditulis di situs kesehatan Hellosehat.com yang ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

Menurut laman tersebut, bola mata yang berubah menjadi kuning disebut dengan istilah ikterus dalam dunia medis. Penyebab ikterus biasanya berkaitan dengan masalah di kantung empedu, hati, atau pankreas. Masalah di organ-organ tersebut bisa membuat tubuh jadi kelebihan zat yang disebut dengan bilirubin di dalam darah. Bilirubin adalah zat sisa hasil pemecahan sel darah merah yang berwarna kuning.

Nah, karena tumpukan bilirubin ini, warna bola mata pun bisa berubah jadi kekuningan, sama halnya dengan warna kulit yang ikut berubah. Hellosehat juga menyebutkan bahwa cara untuk mengatasi warna mata yang berubah jadi kuning adalah dengan menyembuhkan penyebab akarnya.

Kondisi yang disebabkan oleh infeksi seperti hepatitis C atau malaria akan memerlukan pengobatan yang terdiri dari antibiotik, antijamur, atau antivirus. Selain itu, gaya hidup seperti terlalu banyak minum alkohol dan menggunakan obat-obatan terlarang juga dapat merusak hati hingga menimbulkan gejala mata kuning. Bila memang kondisi mata kuning disebabkan oleh kedua hal ini, yang harus dilakukan adalah berhenti dan mengatasi kecanduan.

Lalu, jika kerusakan hati sudah tergolong parah, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani prosedur transplantasi hati.

Masih dari Hellosehat, mata kekuningan juga bisa ditemukan pada bayi yang baru lahir. Bayi yang mengalami hal ini memerlukan perawatan medis yang intensif di rumah sakit dan memperbanyak sesi menyusui ASI sebanyak 8 hingga 12 kali sehari.

Tirto juga berkonsultasi pada dokter mata pediatrik dan strabismus, Dr. Florence Meilani Manurung, SpM, yang saat ini berpraktik di Jakarta Eye Center.

Menurut dr. Florence, mata kuning bisa jadi gejala dari kerusakan organ hati. Ia menjelaskan bahwa bola mata berwarna putih umumnya ditemukan pada bayi atau anak-anak. Lalu, dengan bertambahnya usia, bola mata manusia menjadi berkurang putihnya karena pengaruh asap, polusi, dan lain-lain.

Dokter Florence juga membagikan tips untuk menyegarkan mata yang lelah dan bengkak.

"Kompres dingin boleh dilakulan tetapi untuk menyegarkan mata yang lelah atau bengkak,” ujar dr. Florence via pesan singkat pada Tirto (27/10/2021).

Namun, dr. Florence tidak menyarankan seseorang untuk mengompres mata dengan lemon atau air mawar, cairan tersebut tidak pula untuk diteteskan ke mata.

“Lemon jangan diteteskan ke bola mata, karena akan menyebabkan perih dan mata merah. Begitu juga dengan air mawar, tidak boleh diteteskan ke bola mata,” jelas dr. Florence.

Lebih jauh, etika terkait pelayanan medis non tatap muka (telemedis) sempat dikaji oleh Prawiroharjo et al. (2019) dalam Jurnal Etika Kedokteran Indonesia. Layanan telemedis sendiri berarti layanan yang menggunakan fasilitas komunikasi elektronik untuk memberikan pelayanan atau dukungan medis dari jarak yang terpisah (tidak bertatap muka). Fasilitas komunikasi yang digunakan bisa bermacam-macam, dapat berupa telepon, panggilan video (video call), situs internet, atau yang lainnya.

Tirto mengkategorikan saran medis yang diberikan dr. Helly Tjandra sebagai layanan telemedis sebab ia memberikan jawaban dan saran atas pertanyaan masyarakat di TikTok.

Menurut tulisan tersebut pula, penggunaan telemedis bisa bermanfaat untuk melayani konsultasi jarak jauh atau membantu supervisi antara staf medis. Namun, keterbatasan informasi yang bisa disampaikan pasien pada dokter berpotensi menyebabkan pelayanan medis menjadi serba terbatas atau bahkan membuat dokter salah mengambil keputusan. Karenanya, dokter yang dikonsultasikan secara telemedis perlu mempertimbangkan untuk mendorong pasien untuk memeriksakan diri ke dokter umum/spesialis terdekat, atau mengirimkan dokter ke rumah pasien untuk kunjungan rumah (home visit).

Tulisan Prawiroharjo et al. juga menyebut bahwa layanan telemedis hendaknya tidak diarahkan menggantikan interaksi tatap muka antara dokter-pasien.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa langkah dr. Helly Tjandra dalam memberikan resep medis, diagnosis, atau perawatan lewat unggahan-unggahan TikTok dapat berbahaya bagi pasien. Dokter sebaiknya tetap mendorong pasien untuk memeriksakan diri ke dokter umum atau dokter spesialis.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, saran-saran yang diberikan dr. Helly Tjandra untuk mengobati mata berwarna kuning dianggap tidak tepat. Demikian pula saran untuk mengobati selangkangan berwarna gelap dengan salep tertentu. Informasi ini bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

Lebih dari itu, setiap kondisi medis tertentu perlu dikonsultasikan secara langsung dengan dokter. Diagnosis mandiri sangat tidak dianjurkan dan dapat membahayakan pasien.


==============

Tirto mengundang pembaca untuk mengirimkan informasi-informasi yang berpotensi hoaks ke alamat email factcheck@tirto.id atau nomor aduan WhatsApp +6288223870202 (tautan). Apabila terdapat sanggahan atau pun masukan terhadap artikel-artikel periksa fakta maupun periksa data, pembaca dapat mengirimkannya ke alamat email tersebut.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Irma Garnesia
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Irma Garnesia
Editor: Farida Susanty
DarkLight