SAP Express Resmi IPO dengan Harga Rp250 per Saham

Oleh: Dea Chadiza Syafina - 3 Oktober 2018
Dibaca Normal 1 menit
Harga penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/ IPO) yang ditetapkan SAP Express senilai Rp250 per saham.
tirto.id - Perusahaan jasa pengiriman PT Satria Antara Prima Tbk (SAP Express) hari ini, Rabu (3/10/2018) mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/ IPO) yang ditetapkan senilai Rp250 per saham.

Jumlah saham yang ditawarkan mencapai 433,33 juta unit saham atau setara 52 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Total dana yang akan diserap oleh emiten dengan kode saham SAPX melalui IPO ini mencapai lebih Rp108 miliar. Jumlah dana tersebut, menurut Budiyanto Darmastono, Direktur sekaligus pendiri SAP Express, sesuai dengan target yang ditetapkan.
"Kami melihat animo dan keyakinan masyarakat terhadap IPO saham SAP Express sangat tinggi. Terbukti pesanan yang masuk saat penawaran umum mencapai tiga kali lipat dari target dana yang kami himpun melalui IPO," sebut Budiyanto di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (3/10/2018).
Perusahaan yang bergerak di industri kurir dan pengiriman barang ini telah menggelar Penawaran Umum pada 27 September 2018. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) didapat pada 26 September 2018. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek pada hajatan IPO ini adalah PT RHB Sekuritas.
Penjatahan dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2018. Distribusi saham dilakukan pada 2 Oktober kemarin. "IPO ini menjadi suntikan semangat baru bagi manajemen dan seluruh karyawan SAP Express," imbuh Budiyanto.
Berdasarkan data prospektus perusahaan, pendapatan perseroan mencapai Rp48,2 miliar per kuartal I 2018. Angka itu naik 54,3 persen dibanding periode yang sama 2017 yang sebesar Rp31,2 miliar. Laba kotor SAP Express per Maret 2018 tercatat Rp10,8 miliar. Angka itu tumbuh 59,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp6,8 miliar.
Nilai aset perseroan periode yang sama tercatat sebesar Rp56,3 miliar. Angka itu meningkat dibanding Maret 2017 yang sebesar Rp44 miliar. "Dengan menggunakan dana yang diserap melalui IPO, struktur permodalan SAP Express akan menjadi lebih baik. Selain itu dapat membantu kami mempertahankan target pertumbuhan pendapatan seperti tahun-tahun sebelumnya," ucap Budiyanto.



Baca juga artikel terkait BURSA EFEK INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Dea Chadiza Syafina
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Dea Chadiza Syafina
Penulis: Dea Chadiza Syafina
Editor: Maya Saputri
DarkLight