Sandiaga: Semoga Jakarta Dance Meet Up Dapat Satukan Warga

Oleh: Hendra Friana - 1 Februari 2018
Dibaca Normal 1 menit
"Ini nanti akan dibuat perjenjang dan mudah-mudahan ini menjadi suatu sarana untuk mempersatukan warga DKI kedepannya," ungkap Sandi.
tirto.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendukung program Jakarta Dance Meet Up yang digagas dan diselenggarakan oleh Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Program yang telah dimulai sejak 2017 tersebut adalah platform untuk memetakan dan memfasilitasi komunitas tari di Jakarta agar saling terhubung, bertukar informasi, dan menggelar karya-karyanya.

Nantinya, acara akan dikemas dengan bentuk pertunjukan tari yang diisi komunitas tari berbeda serta diskusi oleh pengamat, kritikus atau pemerhati tari dengan penonton.

"Ini nanti akan dibuat perjenjang dan mudah-mudahan ini menjadi suatu sarana untuk mempersatukan warga DKI kedepannya," ungkap Sandi di Balai Kota Jakarta Pusat, Kamis (1/2/2018).

Dalam program tersebut, Komite Tari DKJ juga bakal mengundang beberapa koreografer dari komunitas, sanggar, serta sekolah formal dan informal tari di Jakarta untuk berpartisipasi aktif. Sandi berseloroh, program ini bukan hanya bisa menjadi ajang temu penari, melainkan juga membuat warga yang hadir lebih bahagia dan awet muda.

"Karena berdansa itu ternyata bisa memperpanjang umur kita," kata Sandi.

Selain Jakarta Dance Meet-Up, ada pula program Jakarta City Philharmonic yang merupakan proyek bersama DKJ dan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Jakarta City Philharmonic dibentuk untuk menjadikan Jakarta layaknya kota-kota besar di dunia dengan adanya kehadiran sebuah orkestra profesional.

"Juga ada design by jakarta, terus juga ada jaktra writers dan jakarta theater platform," imbuh Sandiaga.

Tiga acara tersebut juga bakal diselenggarakan secara berkala oleh DKJ di 2018 dengan bantuan anggaran dari Pemprov DKI Jakarta. Program yang disebut terakhir, Jakarta Theatre Platform merupakan laboratorium untuk mengasah kemampuan dramaturgi bagi para aktor maupun sutradara drama yang ada di Jakarta.

Di sana, peserta bukan hanya akan mendiskusikan kurasi di dataran karya, melainkan gagasan. Peserta juga akan didampingi seorang dramaturg yang didatangkan khusus oleh DKJ dalam mempersiapkan pentas dengan kelompoknya berdasarkan pertunjukan yang sudah ada.

Pada tahun lalu, Jakarta Theatre Platform berlangsung sepanjang April, Mei, Juli, Agustus, September 2017. Setiap bulan tampil dua grup berurutan agar terjadi pembandingan untuk pembacaan.


Baca juga artikel terkait KESENIAN atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Yantina Debora
DarkLight