Salah Satu Anggota MIT Tewas Merupakan Keponakan Imam Samudra

Oleh: Adi Briantika - 5 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
Tiga orang anggota MIT tewas saat terjadi Baku tembak dengan Satgas Tinombala di area Pegunungan Salumarate, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Sulawesi Tengah.
tirto.id -
Baku tembak kembali terjadi antara Satgas Tinombala dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di area Pegunungan Salumarate, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Sulawesi Tengah, Kamis (21/3/2019), pukul 16.50 WITA.

Tiga orang anggota MIT tewas. Polisi telah berhasil mengidentifikasi jenazah ketiganya.

“Hasil identifikasi ialah tim berhasil menyimpulkan identitasnya,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jumat (5/4/2019).

Korban tewas atas nama Alhaji Daeng Simamang alias Alhaji Kaliki alias Ibrahim, Andi Muhammad Fadli alias Andi Abdullah alias Abdul Rahman alias Fadel dan Alkindi Mutaqien alias Alqindi alias Muaz.

Nama terakhir diketahui memiliki hubungan dengan almarhum terduga teroris, Imam Samudra. Selain itu, titik koordinat baku tembak ialah CO.1628-6963.

“Berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi tim ke Banten, Alqindi adalah keponakan Imam Samudera, pelaku terorisme yang dijatuhi hukuman mati dan telah dieksekusi,” ucap Dedi.

Alhaji Kaliki merupakan warga asal Kampung Baru, Desa Loho, Kabupaten Seram Barat, Maluku. Almarhum Andi Muhammad berasal dari Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan. Sedangkan Alqindi berasal dari Rau Timur, Serang Kota, Banten, Jawa Barat.

Ketiga anggota MIT itu merupakan kelompok yang dipimpin oleh Qatar alias Farel. Kelompok ini beranggotakan enam orang dan merupakan pecahan dari satu kelompok lain yang dipimpin oleh Ali Kalora. Saat ini tiga anak buah Qatar masih buron.

Satgas menyita bom lontong, amunisi pistol serta perlengkapan pribadi. Kelompok ini memiliki satu senjata api laras pendek, namun yang dikhawatirkan aparat ialah bom lontong lantaran kelompok itu ahli merakit bom.

16 Maret 2019 ada rapat koordinasi antara Satgas Intelijen Tinombala maupun intelijen pendukung seperti Badan Intelijen Strategis (BAIS), Badan Intelijen Keamanan (BIK), Intelmob Korps Brimob, Intel Sat Brimob, Satuan Gabungan Intelijen (SGI) TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), Densus 88 Antiteror dan Intel Polda, dengan Satgas Tindak III.

Pada 17 Maret 2019, tim mengadakan rapat koordinasi di Safe House (SH) SGI di Sausu dalam rangka menindaklanjuti informasi intelijen terkait kemunculan buron MIT.

Sehari kemudian, sekitar pukul 05.00 WITA, dilakukan gelar pasukan ke wilayah dugaan kemunculan kelompok DPO MIT di Salumarate, yang beranggotakan 4 tim penyisir dan 16 tim penyergap.

Hingga kini, tim penyisir masih memburu sisa anggota MIT dan melakukan pengamanan sesuai dengan sektor masing-masing.


Baca juga artikel terkait MUJAHIDIN INDONESIA TIMUR atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight