Saat Sharon Stone Bicara Karier & Seksualitas di Mola Living Live

Oleh: Oryza Aditama - 7 November 2020
Dibaca Normal 3 menit
Simbol bintang film seksual melekat pada Sharon Stone setelah aktris peraih Golden Globe Awards itu membintangi Basic Instinct (1992).
tirto.id - Bintang Hollywood peraih Golden Globe Awards, Sharon Stone, berbagi pengalaman kala menjadi bintang tamu dalam acara Mola Living Live di Mola TV. Acara yang dipandu oleh sineas Rayya Makarim serta aktor Reza Rahadian itu live pada Sabtu (7/11/2020), tapi masih bisa ditonton kembali tayangan ulangnya.

Dalam perbincangan melalui vidio conference yang berdurasi sekira 62 menit tersebut, Sharon yang kini telah menginjak usia 62 tahun menyampaikan kisah hidupnya, baik dari sisi karier, keluarga, maupun kesibukannya selama ini.

Sharon mengawali kisahnya dengan salah satu faktor yang melandasi kepindahan dirinya dari tanah kelahiran di Pennsylvania ke New York. Ia mengungkap, kala itu saudara laki-lakinya terjerat masalah hukum. Oleh karenanya keluarga memperbolehkan Sharon untuk hijrah ke lingkungan yang lebih baik.

“Saudara laki-laki saya mengedarkan narkoba, dan ditangkap karena memperjual-belikan kokain. Jadi mereka [orangtua] memperbolehkanku pindah ke New York,” ujar Sharon.

Saat berada di New York itulah Sharon lantas mulai meniti karier di dunia modeling. Ia kerap tampil sebagai model iklan produk kecantikan, baik untuk media cetak maupun televisi.

Sharon tak membantah jika kiprahnya di dunia model cukup membantunya untuk terjun di dunia akting sebagai aktris film. Demi mengembangkan kariernya di dunia layar lebar, Sharon lantas memutuskan pindah ke Los Angeles.

“Mungkin ini saatnya untuk pindah ke Los Angeles, dan menjalani karier [sebagai aktris film] secara lebih serius,” imbuhnya.


Nama Sharon Stone mulai meledak di dunia layar lebar usai membintangi film Basic Instinct (1992). Sharon yang beradu akting dengan Michael Douglas, berperan sebagai Catherine Tramell seorang wanita psikopat dan pembunuh berantai.

Film ini cukup menuai kontroversi lantaran banyak dibumbui adegan seksual yang vulgar. Dari film Basic Instinct inilah lantas melekat simbol bintang film seksual kepada diri Sharon Stone.


Rayya Makarim sempat menanyakan hal tersebut, tentang seberapa lama simbol seksualitas melekat dalam diri Sharon Stone di sepanjang kariernya.

“Selamanya!...” jawab Sharon dengan singkat sambil tertawa.

Akan tetapi, dari film Basic Instinct jugalah Sharon Stone untuk pertama kalinya mendapat nominasi di ajang Golden Globe Award, meski akhirnya gagal meraih trofi. Sharon baru sukses merengkuh Golden Globe Award sekitar 3 tahun kemudian, lewat film Casino (1995).

Dalam Casino yang bergenre drama kriminal itu, Sharon berperan sebagai Ginger McKenna, istri Sam ‘Ace’ Rothstein seorang penjudi handal yang juga menjadi tokoh utama. Dalam hal ini tokoh Ace diperankan oleh aktor kenamaan, Robert De Niro.

“[Stone] tampaknya coba memasuki film yang lebih bersemangat, di mana wanita materialistis bisa bersenang-senang,” tulis Owen Gleiberman di Entertainment Weekly.

Usai menjauh dari gemerlap sorot kamera Hollywood, Sharon banyak berkecimpung dalam bidang kemanusiaan. Ia sempat menjadi duta untuk badan penelitian penyakit AIDS di Amerika Serikat. Ia berkeliling dunia untuk meyakinkan berbagai pihak tentang bahaya AIDS, serta bagaimana cara menghadapinya.

Sharon juga menaruh perhatian serta berkampanye untuk kesejahteraan para veteran perang. Ia menganggap bahwa orang-orang tersebut telah banyak berkorban untuk negara, maka tak semestinya jika mereka menghabiskan sisa hidupnya dengan kesusahan.

Dalam sesi wawancara ini Sharon juga mengungkapkan pendapat pribadinya tentang berbagai masalah yang tengah hangat dewasa ini, seperti: vaksin COVID-19, hak-hak LGBT, kesetaraan gender, usahanya untuk bangkit dari sakit yang ia derita pada awal tahun 2000-an, seluk beluk menjadi orangtua tunggal untuk 3 anaknya, serta masih banyak lagi lainnya.

Wawancara lengkap Sharon Stone bersama Rayya Makarim dan Reza Rahadian dapat disaksikan secara utuh di Mola TV.


Karier di Dunia Film

Sharon Stone boleh dibilang sebagai pekerja film yang komplet. Selain turun langsung sebagai aktris, sosok kelahiran Meadville, Pennsylvania, Amerika Serikat pada 10 Maret 1958 itu juga dikenal sebagai produser film.

Debut Sharon di layar lebar ditandai saat muncul sebagai watak sampingan dalam film komedi drama Stardust Memories (1980) arahan Woody Allen. Perannya mulai meningkat saat tampil dalam film horror Deadly Blessing (1981).

Hampir semua genre film dengan berbagai jenis karakter peran pernah dicicipi Sharon Stone.

Pada periode awal kariernya, ia pernah tampil dalam film komedi Police Academy 4: Citizens on Patrol (1987). Sebelum itu ia juga sempat beradu akting dengan Richard Chamberlain, dalam film aksi petualangan arkeologis berjudul King Solomon's Mines (1985) dan Allan Quatermain and the Lost City of Gold (1986).

Sharon pernah terlibat dalam film aksi bersama berbagai bintang action papan atas seperti: Arnold Schwarzenegger di film Total Recall (1990), Sylvester Stallone di film The Specialist (1994), kemudian Russell Crowe dan Leonardo DiCaprio di film The Quick and the Dead (1995). Sharon juga sempat menjadi tokoh antagonis utama di film genre super hero, Catwoman (2004).

Sementara untuk genre thriller psikologi, Sharon bahkan memiliki pengalaman berakting untuk dua sisi. Ia berperan sebagai pembunuh berantai dalam Basic Instinct (1992), dan Basic Instinct 2 (2006). Lalu menjadi ‘korban’ psikopat di film Scissors (1991), dan Sliver (1993).

Meski jarang diketahui khalayak umum, Sharon juga turut terlibat sebagai pengisi suara dalam film animasi Antz (1998). Ketika itu ia terjun bersama bintang besar lain, seperti: Woody Allen, Danny Glover, Jennifer Lopez, Sylvester Stallone, serta Dan Aykroyd yang tenar lewat Ghostbusters.

Sepanjang kariernya hingga saat ini, Sharon Stone telah berhasil menyabet satu Golden Globe Award dan Primetime Emmy Award. Namanya juga berulang kali muncul dalam jajaran nominasi Academy Award (Oscar) dan Golden Globe Award.

Semenjak tahun 2000-an, Sharon lebih banyak muncul baik dalam video singkat maupun serial TV, seperti: Huff (2006), Law & Order: Special Victims Unit (2010), Agent X (2015), Mosaic (2017/2018), Ratched (2020), serta dalam salah satu episode The New Pope (2020).


Mola Living Live

Acara Mola Living Live merupakan program reguler di Mola TV yang konsisten menghadirkan tokoh inspiratif internasional untuk berbagi pengalaman hidup mereka, agar dapat menginspirasi dan membuka wawasan pemirsa Indonesia.

Mola Living Live juga dilengkapi dengan fitur interaktif yang memperbolehkan pemirsa untuk turut berpartisipasi dalam sesi tanya jawab.

Sebelum Sharon Stone, dalam 2 edisi sebelumnya Mola TV juga berhasil mengundang mantan juara dunia tinju kelas berat, Mike Tyson, serta sutradara papan atas asal Perancis, Luc Besson. Kedua edisi tersebut masih bisa disaksikan tayangan ulangnya di Mola TV.


Baca juga artikel terkait MOLA LIVING LIVE atau tulisan menarik lainnya Oryza Aditama
(tirto.id - Film)

Penulis: Oryza Aditama

DarkLight