Pemilu Serentak 2024

Saat Para Menteri Jokowi Sibuk Kampanye, Perlu Mundur dari Kabinet?

Reporter: Irfan Amin - 15 Mei 2022 08:00 WIB
Dibaca Normal 4 menit
Pernyataan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf tidak terlepas dari manuver politik sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju akhir-akhir ini.
tirto.id - Raut wajah Wakil Presiden Ma'ruf Amin menunjukkan ekspresi serius saat mengingatkan para menterinya untuk tetap fokus bekerja dan tidak berkampanye. Ia menegaskan bahwa fokus menteri di Kabinet Indonesia Maju adalah bekerja.

“Belum [kampanye], yang penting seperti presiden bilang fokus pekerjaan, tetap fokus," kata Wapres Ma'ruf usai menghadiri Rapat Pelaksanaan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di Istana Wakil Presiden pada Kamis (12/5/2022) sebagaimana dikutip Antara.

Wapres Ma'ruf menyampaikan bahwa agenda dan program kerja yang sudah direncanakan adalah prioritas utama. Tidak ada agenda pribadi di baliknya. Oleh karenanya para menteri diminta untuk bekerja sesuai dengan tupoksinya.

“Jangan tinggalkan pekerjaan,” tegasnya.

Apa yang disampaikan oleh Wapres Ma'ruf adalah bentuk penegasan dari yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat sidang rapat kabinet paripurna. Jokowi minta para jajarannya untuk tetap fokus bekerja pada tugas masing-masing meskipun tahapan Pemilu 2024 sudah akan dimulai pada pertengahan tahun ini.

“Agar agenda-agenda strategis nasional yang menjadi prioritas kita bersama betul-betul bisa kita pastikan terselenggara dengan baik, pemilu terselenggara dengan baik, lancar dan tanpa gangguan,” kata Jokowi dalam pidatonya, Senin (9/5/2022).



Pernyataan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf tersebut tidak terlepas dari manuver politik sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju akhir-akhir ini. Setidaknya tercatat empat menteri yang secara eksplisit menunjukkan hasrat politiknya maju pada Pilpres 2024 meski masih aktif sebagai menteri.

Empat menteri tersebut antara lain: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Selain kerap disebut di sejumlah lembaga survei, keempat nama tersebut sering tampil di media massa dari acara politik hingga sitkom di salah satu acara televisi swasta. Semua saling berebut suara elektoral di masyarakat.

Dari keempat menteri ini, Prabowo Subianto yang paling santer menjadi pembicaraan. Selain karena pengalamannya yang gagal menjadi calon wakil presiden satu kali dan calon presiden dua kali, Prabowo aktif dalam safari lebaran pada Idulfitri 2022. Bahkan orang yang dia kunjungi pertama adalah Presiden Jokowi. Prabowo terbang langsung dari Jakarta menuju Jogja demi bertemu dengan orang nomor satu di Indonesia.

“Pada hari Idulfitri memang sudah tradisi kami hari pertama kita silaturahmi kepada pemimpin kita, kepada presiden kita, dan saya mendapatkan kehormatan diterima pagi hari ini. Juga tadi Ibu Iriana, kemudian Mas Kaesang menerima kami, saya dan Mas Didit, kemudian kita berbincang-bincang secara ringan. Kita sama-sama cocok tinggal di Bogor," kata Prabowo pada Senin (2/5/2022).

Tidak ada kisah penting yang dibagikan kepada wartawan. Hanya basa-basi seputar lauk makan yang mereka santap selama lebaran.

“Saya tadi makan bakso dan tempe bacem, opor, ada dua macam opornya tadi. Saya rasa itu, terima kasih Bapak Presiden berkenan menerima kami, kehormatan besar, dan kami optimistis menghadapi tahun yang akan datang ini," tutur Prabowo.



Nama kedua yang sering tampil dan memiliki elektabilitas cukup kuat untuk maju dalam Pemilu 2024 adalah Sandiaga Uno. Sosok pasangan duet Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Tak ada aksi menonjol yang ditunjukkan Sandi untuk maju dalam kontestasi politik. Namun popularitasnya terus naik dalam sejumlah survei, karena ia sering memanfaatkan posisinya di Kemenparekraf untuk berkunjung mengenalkan dirinya ke lapisan masyarakat.

Meski masuk dalam jajaran menteri yang aktif dalam kampanye, namun Sandiag telah mengikrarkan diri di depan Wapres Ma'ruf Amin untuk tetap fokus bekerja dan tidak berkampanye politik.

“Super setuju, dan sekarang jadi clear sekali. Selama ini saya selalu menjelaskan bahwa kami fokusnya pada tugas dan fungsi, saya kebetulan ditugaskan di sektor paling berat terdampak pandemi, yaitu sektor pariwisata ekonomi kreatif, dan saya dengan penjelasan itu memusatkan diri pada ekonomi kreatif," kata Sandiaga.

Nama ketiga adalah Erick Thohir. Menteri BUMN ini fotonya kerap kali menghiasi layar mesin anjungan tunai mandiri di Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Selain di Bank Himbara, wajah Erick juga kerap terpampang saat ada pasar murah saat Ramadan 2022.

Pendekatan Erick cukup agresif untuk mengenalkan dirinya. Selain memanfaatkan posisinya di Kementerian BUMN, Erick juga mendekati beberapa ormas keagamaan, salah satunya Nahdlatul Ulama. Dia bahkan mendaftar sebagai kader Banser dan diangkat menjadi Anggota Kehormatan.

Usahanya untuk mendekati kalangan milenial juga cukup terlihat. Seperti menjadi bintang tamu di sitkom televisi swasta hingga rela menjadi bulan-bulanan roasting stand up comedy oleh komedian Kiki Saputri.

Walau belum ada pernyataan resmi mengenai kans politiknya untuk menjadi RI 1 atau RI 2, namun sejumlah relawan banyak yang membuat deklarasi dukungan terhadap Erick.

Terakhir ada Airlangga Hartarto, yang kini juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Manuvernya tidak hanya usaha dalam memoles diri. Namun juga melakukan sejumlah konsolidasi partai. Sejumlah ketua umum partai ditemui, seperti Surya Paloh (Ketum Nasdem) dan Agus Harimurti Yudhoyono (Ketum Demokrat).

Namun, di balik usaha Airlangga dalam menyusun kekuatan dengan bertemu petinggi partai, ada sejumlah isu miring yang menerpanya. Ada dugaan ketidaksolidan partai berlambang pohon beringin dalam pengusungan bakal capres.

Saat isu itu muncul, para bawahan Airlangga berusaha menepis dengan menyatakan kesetiaan. Salah satunya datang dari Ketua DPP Partai Golkar Bidang Organisasi Kemasyarakatan, Fahd Arafiq.

“Sebagai ketua DPP Partai Golkar bidang Oras, saya tegaskan bahwa kami di DPP Partai Golkar dan ormas-ormas Partai Golkar solid mendukung kepemimpinan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum partai dan pencalonan beliau sebagai presiden di Pilpres 2024," kata Arafiq dalam rilis tertulis.


Desakan Mundur untuk Para Menteri yang Berkampanye

Salah satu suara paling keras menentang tindakan empat menteri untuk memanfaatkan kursi jabatan sembari berkampanye politik adalah Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah. Ia bahkan minta Jokowi untuk memberhentikan seluruh menteri yang terindikasi berkampanye.

“Pak Jokowi harus kembali kepada pikiran awal beliau bahwa tidak boleh ada rangkap jabatan. Maka semua menteri yang nampak berkampanye ataupun tidak nampak berkampanye, tapi ada niat untuk ikut kontestasi eksekutif atau legislatif 2024 sebaiknya mundur dan fokus supaya kabinet juga fokus kerjanya selamatkan Indonesia dari krisis yang ada di depan mata kita," kata Fahri saat dihubungi reporter Tirto.

Fahri khawatir para menteri yang merangkap jabatan dapat menyalahgunakan wewenang demi kepentingan pribadi.

“Seperti yang nampak sekarang, yang jelas mereka sudah tidak fokus untuk kerja karena disusupi dan disisipi oleh kerjaan membangun popularitas. Yang berbahaya kalau bukan sekadar popularitas tapi juga cari uang, kan, itu bisa merusak governance. Bisa mendorong korupsi," ujarnya.

Fahri mengingatkan bahwa sistem pemerintahan di Indonesia adalah presidensial dan tidak memungkinkan anggota kabinetnya untuk merangkap jabatan.

“Dalam sistem presidensialisme sebenarnya rangkap jabatan tidak dimungkinkan karena ini berbeda dengan parlementer. Dalam parlementer menteri bisa merangkap menjadi anggota parlemen bahkan karena pada dasarnya mereka membangun blok kekuasaan yang kerjanya itu di tempat yang sama di kubu ruling majority," jelasnya.

Hal senada diungkapkan pengamat politik, Usep Saepul Ahyar. Ia menyebut empat menteri tersebut bekerja seperti menyelam sambil minum air. “Jangan sampai memanfaatkan untuk kepentingan pribadi, tapi lupa dengan rakyat," terangnya.

Di sisi lain, Usep menyebut, dari keempat nama yang memiliki kans terbesar adalah Prabowo Subianto. Selain pengalaman dan namanya yang telah melambung, ia juga memimpin partai terbesar nomor dua di parlemen.

“Dia bukan hanya pemimpin partai tapi juga pemiliknya,” kata Usep.

Usep mengungkap menteri yang berkampanye saat ini seperti menggunakan pisau bermata dua, dapat bermanfaat namun juga mampu melukai diri.

“Kalau kinerja itu baik, maka akan menambahkan elektabilitas, tapi kalau kurang baik juga berpotensi untuk menurunkan elektabilitas," imbuhnya.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2024 atau tulisan menarik lainnya Irfan Amin
(tirto.id - Politik)

Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Abdul Aziz

DarkLight