Menuju konten utama

Rupiah Rabu Pagi Melemah Seiring Ekspektasi The Fed Masih Agresif

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta melemah 54 poin atau 0.35 persen ke posisi Rp15.178 dolar AS.

Rupiah Rabu Pagi Melemah Seiring Ekspektasi The Fed Masih Agresif
Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (18/3/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

tirto.id - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta melemah 54 poin atau 0.35 persen ke posisi Rp15.178 dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.124 per dolar AS. Pelemahan tersebut seiring ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) masih akan agresif menaikkan suku bunga.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan nilai tukar rupiah kelihatannya masih berpotensi tertekan terhadap dolar AS hari ini. Hal itu karena masih ada sentimen The Fed.

"Pasar masih berekspektasi The Fed masih akan agresif menaikkan suku bunga acuannya hingga akhir tahun. Yield obligasi AS tenor 10 tahun pun terus naik, mencetak level tinggi sejak 12 tahun lalu di kisaran 3,9 persen," katanya dikutip dari Antara, Rabu (28/9/2022).

Ariston menuturkan data ekonomi AS terkait penjualan rumah baru bulan Agustus masih menunjukkan kenaikan. Artinya kata dia ekonomi AS masih kuat menahan beban kenaikan suku bunga acuan AS. Sementara itu, Angka penjualan rumah baru mencapai 685 ribu unit, lebih tinggi dibandingkan estimasi pasar sebanyak 500 ribu unit.

"Sementara dari dalam negeri, ekonomi Indonesia masih dibebani oleh potensi kenaikan inflasi yang bisa melambatkan pertumbuhan," bebernya.

Kemudian, Ariston memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran level Rp15.100 per dolar AS hingga Rp15.150 per dolar AS.

Pada Selasa (27/9/2022) lalu, rupiah ditutup menguat 6 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp15.124 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.130 per dolar AS.

Untuk diketahui sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin. Keputusan tersebut sebagai langkah untuk menurunkan ekspektasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasaran 3 persen plus 1 persen pada paruh kedua 2023 mendatang.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal pada 21 dan 22 September 2022 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan menjadi 4.25 persen," kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers Pengumuman Hasil RDG September 2022 di Jakarta, Selasa (22/9/2022).

Baca juga artikel terkait NILAI TUKAR RUPIAH HARI INI

tirto.id - Ekonomi
Sumber: Antara
Editor: Intan Umbari Prihatin