5 Juni 2004

Ronald Reagan: Muda Jadi Cepu FBI, Tua Jadi Presiden Anti-Komunis

Ronald Wilson Reagan (1911-2004), Presiden AS ke-40. tirto/Sabit
Oleh: Akhmad Muawal Hasan - 5 Juni 2018
Dibaca Normal 4 menit
Rezim alergi.
Memupus dominasi
gerakan kiri.
Pada Agustus 1994, di usia 83, Ronald Wilson Reagan didiagnosa kena Alzheimer's—gangguan neurologis yang tak bisa disembuhkan dan menghancurkan sel-sel otak. Penyakit ini menggerogoti kapasitas mental dan memorinya. Ia hanya bisa mengenali beberapa orang terdekat, termasuk istrinya, Nancy.

Pada 5 Juni 2004, tepat hari ini 14 tahun lalu, Reagan meninggal akibat pneumonia dan komplikasi Alzheimer's.

Saat meninggal, Reagan tercatat sebagai presiden Amerika Serikat berusia terpanjang, yakni 93 tahun dan 120 hari. Rekor ini kemudian dilampaui George H.W. Bush dan Gerald Ford (m. 2006). Sementara saat dilantik sebagai presiden AS ke-40, ia tercatat sebagai presiden tertua kedua AS (69 tahun 389 hari saat pelantikan tanggal 20 Januari 1981) setelah Donald Trump.

Sosok Reagan unik karena ia mantan aktor. Tidak ada presiden yang berlatarbelakang aktor sebelum Reagan naik panggung. Namun yang belum banyak orang tahu adalah keterlibatannya dalam operasi pembasmian pengaruh komunis di industri hiburan Hollywood, terutama saat ia menjabat sebagai presiden serikat buruh untuk para aktor (Screen Actors Guld/SAG).


Cepu FBI di Hollywood

Reagan lahir pada 6 Februari 1911 di Tampico, Illionis. Ketertarikannya pada dunia akting—juga olahraga dan mendongeng—muncul saat ia menjadi siswa sekolah menengah Dixon High School. Saat jadi mahasiswa di Eureka College, Reagan juga mulai terlibat politik kampus, demikian menurut catatan Lou June untuk Washington Post.

Menurut penulis buku Reagan: The Life (2015), H.W.Brands, karier Reagan di dunia akting bermula usai lulus dari Eureka pada 1932. Ia sempat menjadi penyiar radio hasil pertandingan klub baseball Chicago Cubs. Saat ia ikut tur klub ke California pada 1937, Reagan ikut sejumlah casting, dan hasilnya adalah kontrak tujuh tahun dengan studio Warner Brothers.

Mula-mula ia main di film kelas “B”. Lalu mulai tahun 1940 kariernya menanjak dengan membintangi film-film kelas “A” bersama aktor dan aktris besar Hollywood. Film yang melesatkan namanya, dan dinilai kritikus sebagai yang terbaik adalah Kings Row (1942).

Reagan pertama kali masuk di jajaran dewan direksi SAG pada 1941. Tahun 1947, enam anggota dewan plus presidennya mengundurkan diri. Reagan dinominasikan dalam pemilihan khusus, dan akhirnya benar-benar terpilih sebagai presiden SAG untuk masa bakti 1947 hingga 1952.


Di masa itulah, dan pada beberapa tahun sebelumnya, menurut laporan Scott Herhold untuk Mercury News edisi 25 Agustus 1985, Reagan menjadi informan untuk Biro Investigasi Federal AS (FBI). Mercury News memperoleh dokumen berisi kisah tersebut atas dasar undang-undang kebebasan mengakses informasi.

Menurut dokumen itu, Reagan diidentifkasi sebagai “T-10”. Ia dan sang istri pertama, aktris Jane Wyman, beberapa kali dikorek keterangannya terkait orang-orang yang dituduh sebagai komunis atau terpengaruh ideologinya atau sekedar bersimpati pada gerakannya di tubuh SAG dan organisasi di Hollywood lainnya.

Satu unit khusus yang dibentuk FBI untuk menjalankan tugas itu bersana House Un-American Activities Comittee (HUAC). HUAC mengincar American Veterans’ Committee dan Hollywood Independent Citizens’ Committee of Arts, Sciences and Professions (HICCASP)—dua organisasi yang dianggap sebagai sarang komunis oleh FBI.

Reagan, menurut dokumen itu, sempat ikut keduanya, namun keluar karena ketidakpercayaan pada komunis. Nama Reagan pertama kali disebut dalam dokumen pada memorandum tertanggal 17 September 1941 dari agen FBI di Washington D.C. ke perwakilan FBI divisi Los Angeles. Reagan diminta untuk digali keterangannya.


Agen FBI pertama kali menemui Reagan pada 18 November 1943. Ia dimintai keterangan terkait seorang simpatisan Nazi Jerman yang Reagan pernah temui di sebuah pesta. Akibat komentar rasis, Reagan marah dan hampir memukulnya, lalu meninggalkan si simpatisan.

Pertemuan dan wawancara Reagan kedua terjadi pada 10 April 1947. Kali ini soal hubungannya dengan HICCASP. Reagan menyatakan ia dan sembilan orang lain yang saat itu masih jadi anggota HICCASP ikut pertemuan reguler dengan kepentingan ingin keluar dari organisasi.

Reagan diduga sudah tidak nyaman dengan arah ideologi HICCASP. Ia dan sembilan orang lain itu kemudian mengusulkan agar HICCASP mengeluarkan resolusi yang secara tegas mengutuk komunisme dan fasisme, namun mendapat penolakan dari keras dari banyak anggota. Reagan memutuskan keluar dengan memberi pemberitahuan lewat telegram tak lama usai pertemuan.

Dokumen FBI yang bertajuk "Infiltrasi Komunis di Industri Gambar Bergerak" itu juga menyertakan daftar aktor dan aktris yang menurut Reagan dan Wyman diduga terlibat dalam pergerakan komunisme atau sekedar simpatisannya. Reagan adalah satu dari total 18 orang yang bekerja di industri hiburan Hollywood dan jadi informan bagi FBI dan HUAC.


Hal menarik yang ditemukan Mercury News adalah sikap kritis Reagan kepada FBI meski dirinya mau diajak bekerja sama. Saat ditanya apakah ia mampu secara spesifik mengidentifikasi siapa komunis yang bekerja di Hollywood, Reagan menjawab “tidak bisa” dengan alasan tidak memiliki pasukan investigasi atau memiliki pengetahuan atasnya.

"Dia menyatakan tidak sedang dalam otoritas atau kemampuan seorang pria atau kelompok tunggal dalam industri film yang dapat menentukan secara akurat dan adil siapa yang harus dipecat dan siapa yang tidak boleh dipecat," kata FBI dalam laporan tertanggal 19 Desember 1947 itu.

Kesan yang timbul adalah Reagan belum sepenuhnya anti-komunis. Dalam kesimpulan laporannya, FBI bahkan turut meragukan sikap itu. Namun, saat Reagan menjabat sebagai presiden, posisinya yang pro-liberalisme, pro-pasar bebas, dan anti-komunisme semakin solid dan mengakar kuat.

Sepanjang kekuasaannya pada era 1980-an, gedung putih menjalankan Doktrin Reagan untuk menangkal pengaruh dedengkot komunis, Uni Soviet, di level global. AS memberikan bantuan (terbuka maupun rahasia) kepada gerilyawan anti-komunis dan gerakan perlawanan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan kiri yang disokong Soviet, baik di negara-negara Afrika, Asia, juga Amerika Latin.


Salah satu pihak yang didukung pendanaannya adalah para mujahidin Afghanistan yang saat itu sedang berjihad melawan invasi Soviet. Bantuan mengalir untuk para gerilyawan anti-pemerintah di Afghanistan, Angola, Kamboja, Ethiopia, Iran, Laos, Libya, Nikaragua, hingga Vietnam.

Sejak periode pertamanya berkantor di Gedung Putih, Reagan juga telah menggelontorkan dana besar untuk program senjata dan militer AS. Semuanya demi memenangkan Perang Dingin, menggulung habis komunisme, dan menjadikan AS sebagai negara adidaya satu-satunya di dunia.



'Reaganomics'

Sementara itu, di dalam negeri, Reagan merealisasikan sikap anti-komunisme dan anti-ide-ide-kiri melalui kebijakan ekonominya yang amat pro-kapitalisme dalam wujud sistem ekonomi pasar bebas. Ia mengurangi peningkatan anggaran pemerintah, pajak pendapatan federal, pajak keuntungan modal, dan regulasi pemerintah. Ia juga memperketat peredaran uang demi mengurangi inflasi.


Ahli ekonomi menamainya Reaganomics, sebagai bentuk dari kapitalisme laissez-faire. Reagan percaya Reaganomics akan memunculkan “trickle-down economics” atau kondisi menetesnya profit yang didapat oleh golongan kaya (pemodal) ke bawah, kepada golongan miskin melalui perluasan kesempatan kerja, distribusi pendapatan melalui upah dan perluasan pasar.

Meski pernah berada di serikat buruh, Reagan menunjukkan watak sesunngguhnya saat sudah jadi presiden dengan bikin kebijakan anti-buruh. Mengutip arsip Time, pada 1981 persatuan pengendali lalu lintas udara federal atau PATCO melakukan mogok kerja. Aksi ini melanggar UU federal yang melarang serikat pemerintah untuk mogok.

Situasi darurat ini ditanggapi Reagan dengan mengultimatum bahwa jika pengendali lalu lintas udara "tidak melaporkan untuk bekerja dalam 48 jam, mereka telah kehilangan pekerjaan mereka dan akan dihentikan."

Massa aksi tetap membandel, dan pada 5 Agustus Reagan memecat 11.345 pekerja pengendali lalu lintas udara. Analis menilai kebijakan ini diambil Reagan untuk mengambil kendali birokrasi dan mengirim pesan yang jelas kepada sektor swasta bahwa serikat pekerja tidak lagi perlu ditakuti.


Lucunya, tahun lalu Reagan dimasukkan ke dalam Labor Hall of Honor, penghargaan tahunan yang diselenggarakan Departemen Tenaga Kerja AS. Washington Post melaporkan beberapa serikat buruh kaget dan kecewa dengan kabar tersebut. Mereka mengingatkan lagi soal tragedi buruh PACTO sebagai “tindakan yang kejam dalam lingkup kekerasan industri”.

Presiden Federasi Pegawai Pemerintah Amerika Lokal 12 di Departemen Tenaga Kerja, Alex Bastani, juga kembali menyoroti keterlibatan Reagan sebagai informan FBI. Ia menganggap Reagan mengkhianati para pekerja di Hollywood. Berkat Reagan, para pekerja yang memperjuangkan nasibnya sesuai konstitusi banyak yang diintimidasi FBI dengan modal tuduhan komunis.

“Kami mengakui hak Mr. Reagan untuk mengejar agenda politiknya sendiri. Namun ia tidak memiliki hak untuk mengejarnya saat sedang mewakili serikat pekerja yang dilecehkan dan diganggu oleh pemerintah federal hanya karena melaksanakan hak amandemen pertama mereka. ”

Baca juga artikel terkait PRESIDEN AMERIKA SERIKAT atau tulisan menarik lainnya Akhmad Muawal Hasan
(tirto.id - Humaniora)

Penulis: Akhmad Muawal Hasan
Editor: Ivan Aulia Ahsan
DarkLight