Romantic Jealous dan Bagaimana Cemburu Pengaruhi Kualitas Relasi

Oleh: Yonada Nancy - 17 September 2019
Dibaca Normal 2 menit
Apakah benar cemburu bisa memengaruhi kualitas dalam hubungan percintaan?
tirto.id - Cemburu merupakan perasaan yang sangat manusiawi. Orang yang mengalami kecemburuan dalam suatu hubungan atau ikatan yang kuat, dalam hal ini hubungan romantis, dapat mengalami kemarahan dan kecemasan.

Perasaan-perasaan negatif ini ditimbulkan oleh persepsi tertentu terhadap ancaman-ancaman dari eksternal hubungannya. Kecemasan inilah yang akhirnya membentuk kecemburuan.

Kenapa seseorang cemburu?


Sebuah artikel ilmiah yang ditulis oleh Robert L. Leahy dalam Psychology Today menyebutkan, semakin besar ‘investasi’ dalam hubungan, semakin besar pula kemungkinan kecemburuan antara pasangan.

Investasi di sini bisa diartikan dengan berbagai macam, seperti waktu, uang, kesempatan, kasih sayang, atau yang lainnya.

Peneliti sekaligus penulis buku “The Jealousy Cure”, ini mengatakan, kecemburuan jarang terjadi selama awal masa hubungan karena hanya ada sedikit yang diinvestasikan.

Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin dalam hubungan, akan meningkatkan kecemburuan ke arah yang lebih besar.

Gaya keterikatan juga memengaruhi kecemburuan. Orang-orang dengan rasa cemas tinggi, lebih banyak mengalami kecemburuan. Hal ini sejalan dengan penemuan Leahy yakni mereka yang memiliki keterikatan terpisah atau jarak jauh, memiliki tingkat kecemburuan yang lebih rendah. Hal ini karena mereka kurang bergantung pada kebutuhan akan suatu hubungan.

Bertentangan dengan pendapat umum, harga diri rupanya tidak secara konsisten berkaitan dengan kecemburuan.

Tetapi yang jelas, ada berapa kasus di mana harga diri seseorang sangat tinggi dan berani menegaskan batasan-batasan tertentu pada peristiwa-peristiwa tertentu, seperti seberapa jauh mereka akan bertahan tanpa menunjukkan rasa cemburu saat melihat pasangan mereka digoda oleh orang lain.


Tiga kategori cemburu


Dilansir dari Mens Health ada tiga kategori kecemburuan yang umum saat ini. Kategori pertama adalah kecemburuan cemas yang berorientasi pada masa depan.

Kecemburuan ini berkaitan dengan seberapa khawatir seseorang jika pasangannya menjadi tertarik secara seksual maupun romantis kepada orang lain.

Kategori kedua adalah kecemburuan preventif yang terjadi pada saat ini. Kecemburuan ini berkaitan dengan tindakan-tindakan posesif yang dilakukan oleh seseorang pada pasangannya

Kategori ketiga adalah kecemburuan reaktif yang terjadi sebagai penggambaran sebuah refleksi, seperti menerawang dan bertanya kepada diri sendiri bagaimana jika pasangan menggoda atau mencium orang lain.

Ketiga kategori ini dapat dibedakan melalui sebuah proses psikologis tertentu,

“Kecemburuan cemas lebih bersifat kognitif dan melibatkan pertimbangan proses berpikir, sedangkan kecemburuan preventif lebih bersifat perilaku” jelas Adam Davis, peneliti dari Universitas Ottawa.

“Sebaliknya, kecemburuan rektif lebih emosional dan berada pada level kesulitan yang melibatkan hipotesis” lanjutnya.

Bagaimana mengatasi kecemburuan?


Dilansir dari Womens Health, ada tips yang bisa dicoba ketika seseorang merasa cemburu. Luangkan waktu sejenak untuk melihat ke dalam diri sendiri. Pastikan juga untuk memiliki waktu menyadari kelebihan diri yang tidak dimiliki orang lain.

Rasa percaya diri akan timbul seiring dengan berkurangnya rasa cemburu. Berkomunikasi tentu menjadi hal yang juga perlu dilakukan, tentunya saat seseorang dan pasangannya sama-sama merasa siap.

Hal serupa juga bisa dilakukan jika pasangan atau orang terdekat merasa cemburu. Menurut Leahy, kalimat “sebaiknya kamu tidak boleh cemburu” atau “berhentilah merasa cemburu” agaknya kurang tepat untuk disampaikan pada seseorang yang sedang mengalaminya.

Hal ini seperti menyuruh seseorang yang sedang kesakitan (secara fisik) untuk berhenti mengeluhkan rasa sakitnya itu.

Bukan tidak mungkin pasangan akan merasa emosi dan mengalami perubahan sikap saat merasa cemburu. Jika sudah demikian, sebaiknya tanyakan dulu hal apa yang mengganggunya. Bukalah komunikasi sebelum rasa cemburu tersebut menjadi penyebab utama pertengkaran.

Hal yang perlu diperhatikan adalah diskusi dapat terjadi dengan baik apabila masing-masing setuju untuk saling terbuka. Jika pasangan menjadi marah atau mengancam, lebih baik hindari kontak sejenak untuk saling menenangkan diri.

Meminta bantuan terapis


Namun, bagaimana jika seseorang atau pasangan mengalami kecemburuan pada tingkat yang sulit di atasi? Meminta pertolongan dari pihak ketiga seperti terapis, orang tua, atau orang terpercaya lainnya sangat disarankan dalam kondisi tertentu.

Para terapis mungkin akan menyarankan prosedur tertentu untuk mengatasi rasa cemburu yang berlebihan.

“Saya menganggap kecemburuan sebagai ‘kekhawatiran yang (menimbulkan) kegelisahan dan marah’ karena itu kita dapat menggunakan teknik CBT (Cognitive Behavioral Therapy) untuk mengatasi pikiran-pikiran yang mengganggu ini” tulis Leahy dalam artikelnya.

CBT sendiri merupakan salah satu terapi psikologis dengan berbicara. Terapi ini bisa membantu seseorang untuk mengendalikan masalahnya dengan mengubah pola pikir dan perilaku.


Baca juga artikel terkait CEMBURU atau tulisan menarik lainnya Yonada Nancy
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight