Risiko Melakukan Implan Payudara: Bisa Pecah Hingga Sebabkan Kanker

Oleh: Cornelia Agata Wiji Setianingrum - 24 Maret 2020
Dibaca Normal 2 menit
Risiko melakukan implan di payudara: Bisa menyebabkan pecah, berpengaruh padda ASI, hingga kanker.
tirto.id - Memiliki bentuk organ tubuh yang ideal merupakan dambaan kaum hawa. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan bentuk organ tubuh yang ideal sesuai keinginan mulai dari olahraga hingga menggunakan cara medis.

Bagi kaum hawa, payudara menjadi salah satu organ tubuh yang penting untuk dijaga hingga menjadikannya ideal menurut mereka.

Implan payudara menjadi pilihan sebagian kaum hawa untuk mendapatkan bentuk payudara lebih besar dan lebih berisi. Dilansir dari WebMD, ada dua jenis implan payudara yang bisa digunakan yaitu:

    • Implan Saline
      Implan jenis saline adalah implan yang berbentuk cangkang berbahan silikon yang diisi dengan air garam steril (saline). Pengisian air garam dalam implan saline bisa menggunakan dua metode, yaitu pengisian di luar operasi atau pengisian cairan pada saat operasi berlangsung.
    • Implan Gel Silikon
      Implan gel silikon merupakan implan berbentuk cangkang berbahan silikon yang diisi dengan gel plastik (silikon). Implan gel silikon memiliki bentuk dan struktur yang hampir sama dengan payudara asli manusia. Namun, penggunaan implan jenis ini mengundang risiko lebih besar bagi kesehatan tubuh apabila implan tersebut mengalami kebocoran.

Kedua jenis implan tersebut tentunya mengandung resiko besar pada kesehatan tubuh. Maka penting untuk mempertimbangkan faktor risiko yang didapat setelah melakukan implan payudara.

Meskipun jenis operasi ini bersifat pribadi, tetap harus mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi.

Menurut Food and Drug Administration, ada beberapa risiko yang mungkin dialami karena implan payudara yaitu:

1. Komplikasi Implan

Ada beberapa tipe komplikasi yang bisa terjadi mulai dari nyeri payudara, perubahan sensasi pada puting dan payudara, pembentukan dan pengerasan jaringan parut di daerah sekitar implan, jaringan parut, pendarahan, terjadinya infeksi, dan juga ukuran payudara yang mungkin tidak sesuai (tidak simetris).

Penanganan yang harus didapatkan ketika mengalami komplikasi implan yaitu dengan melakukan perawatan non-bedah atau operasi tambahan untuk mengobatinya.

2. Kerusakan Implan karena Komplikasi

Implan payudara yang terpasang pada payudara bukanlah benda hidup yang bisa bekembang, melainkan benda mati yang harus selalu dirawat. Komplikasi implan mungkin saja tidak dialami dalam waktu dekat setelah operasi.

Namun, bisa terjadi saat implan payudara sudah berada dalam waktu lama di dalam tubuh. Ketika komplikasi itu datang, maka harus mengeluarkan implan yang sudah rusak tersebut. Proses yang dilakukan pun harus melalui tahapan operasi mulai dari pengangkatan hingga pemulihan.


3. Kontraktur Kapsular

Kontraktur kapsular merupakan kondisi di mana terjadi pengerasan payudara di sekitar implan. Pengerasan payudara bisa terjadi pada jaringan yang mengelilingi satu atau kedua implan.

Apabila terjadi pengerasan payudara, pasien akan mengalami kesakitan karena jaringan yang mengencang. Ada empat jenis skala kontraktur kapsuler yang mungkin terjadi yaitu:

  • Tingkat I: Payudara biasanya lunak dan terlihat alami
  • Tingkat II: Payudara sedikit keras tetapi terlihat normal
  • Tingkat III: Payudara kencang dan terlihat tidak normal
  • Tingkat IV: Payudara keras, menyakitkan, dan terlihat tidak normal

Kontraktur kapsuler yang terjadi pada tingkat ketiga dan empat sudah memasuki tahapan yang parah dan mungkin memerlukan operasi ulang. Operasi yang dijalani bisa berupa pengangkatan saja atau bisa langsung mengganti implan.

Namun, setelah operasi perbaikan implan, pasien masih memiliki kemungkinan kembalinya mengalami kontraktur kapsular.

4. Rupture

Rupture merupakan kondisi di mana terjadi robekan atau lubang di kulit luar implan payudara hingga menyebabkan implan payudara pecah.

Ada beberapa penyebab terjadinya reptur pada implan payudara di antaranya kontraktur kapsular, kompresi selama mammogram, kerusakan oleh instrumen bedah, kerusakan selama operasi payudara, biopsi dan drainase cairan, penuaan implan normal, adanya tekanan fisik, dan juga karena terlalu banyak penanganan selama operasi.

Apabila implan payudara pecah, maka harus melakukan operasi lanjutan untuk memperbaiki atau merawatnya.

5. Berdampak pada Anak

Wanita yang menggunakan implan payudara juga memiliki risiko tinggi pada saat melahirkan. Anak yang dilahirkan berkemungkinan mengalami kecacatan sejak lahir karena faktor implan yang ada dalam tubuh ibu.

Selain itu, bagi Ibu menyusui juga perlu diperhatikan apakah implan berpengaruh pada Air Susu Ibu (ASI) yang dihasilkan.

Jangan sampai ASI terkontaminasi oleh implan dan membuatnya tidak sehat dikonsumsi oleh anak. Pantau terus kesehatan ASI dengan berkonsultasi secara rutin.

6. Penyakit Payudara

Wanita yang memilih menggunakan implan payudara dalam waktu yang lama memiliki risiko besar mengalami berbagai kelainan payudara seperti penyakit jaringan ikat, kanker payudara, hingga masalah reproduksi.

Semua risiko bisa terjadi kapan saja. Maka, penting untuk mempertimbangkannya dahulu sebelum melakukan operasi implan payudara.

Namun, apabila operasi implan payudara dilakukan karena alasan tertentu, maka harus melakukan perawatan implan dengan baik dan berkala sesuai anjuran dokter agar implan tetap dalam kondisi baik dan tidak menimbulkan masalah yang serius.


Baca juga artikel terkait IMPLAN PAYUDARA atau tulisan menarik lainnya Cornelia Agata Wiji Setianingrum
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Cornelia Agata Wiji Setianingrum
Penulis: Cornelia Agata Wiji Setianingrum
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight