Menuju konten utama

Rini Akui Kurang Komunikasi dengan Jonan Soal Kenaikan Premium

Komunikasi Rini dan Jonan sempat terputus sesaat sebelum Jonan mengumumkan kenaikan harga Premium.

Rini Akui Kurang Komunikasi dengan Jonan Soal Kenaikan Premium
Menteri BUMN Rini Soemarno mengamati produk perikanan BUMN saat pelepasan Ekspor Produk Ikan BUMN di Pelabuhan Petikemas Sukarno-Hatta Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (5/10/2018). ANTARA FOTO/Yusran Uccang

tirto.id - Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku kurang komunikasi dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan terkait batalnya kenaikan harga BBM jenis Premium. Rini mengaku kaget saat Jonan sempat mengumumkan kenaikan harga Premium pada Rabu (10/10/2018) sore di Sofitel Hotel Nusa Dua, Bali.

“Kan paginya baru ada kenaikan Pertamax dan Dex Series. Kok kemudian ada [kenaikan] untuk yang Premium? Padahal sejak awal pemikirannya, dengan kenaikan [Pertamax dan Dex Series], penyesuaian tersebut sudah membantu Pertamina,” ungkap Rini saat ditemui di Inaya Hotel Nusa Dua, Bali pada Kamis (11/10/2018).

Rini berdalih ia sedang melakukan kunjungan ke Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah kemarin. Oleh karena di Sigi susah sinyal, Rini menyebutkan bahwa komunikasi terhadap dirinya sempat terputus.

“Waktu sore itu memang belum komunikasi karena ada kesalahan saya. Saya ke Palu dan Sigi, enggak ada komunikasi. Presiden [Joko Widodo] minta saya menghubungi beliau, dan saat itu pun masih dalam komunikasi dengan Pak Jonan,” ujar Rini.

Seusai Jonan menyampaikan pengumuman ihwal kenaikan Premium di hadapan awak media, Rini mengaku koordinasi intensif baru dilakukan. Jokowi yang ketika itu masih di Jakarta bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno turut mengkaji kebijakan untuk menaikkan harga Premium.

Lantas dengan mempertimbangkan inflasi dan daya beli masyarakat, keputusan untuk menaikkan Premium itu pun dicabut. “Jadi beliau mengatakan, sudah saya instruksikan untuk tidak naik,” kata Rini.

Menurut Rini, sedari awal memang pemerintah bertekad bulat untuk menaikkan harga BBM jenis Pertamax. Salah satu alasannya ialah karena kompetitor Pertamina sudah menaikkan harga Pertamax terlebih dahulu.

Masih dalam kesempatan yang sama, Rini sempat mengklaim kondisi keuangan Pertamina masih sehat. Rini mengatakan bahwa kondisi keuangan Pertamina tidak akan terganggu secara signifikan apabila harga Premium batal naik.

Rini menegaskan Pertamina saat ini juga tengah gencar mengembangkan bisnisnya melalui sejumlah proyek yang telah direncanakan.

“Penting bagi kami untuk menjaga kesehatan keuangan Pertamina. Ini sudah saya review secara detail dengan Bu Nicke [Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati] dan Pak Pahala [Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansury]. Saya yakin kesehatannya tidak terganggu,” jelas Rini.

Baca juga artikel terkait KENAIKAN HARGA BBM atau tulisan lainnya dari Damianus Andreas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Dipna Videlia Putsanra