RI Disebut Beruntung karena Bisa Selamat Saat Perang Dagang AS-Cina

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 20 Agustus 2019
Mantan Menkeu Chatib Basri menyatakan, Indonesia beruntung sebab bisa selamat di tengah Perang Dagang AS-Cina.
tirto.id - Menteri Keuangan Indonesia Periode 2013-2014 Chatib Basri menyatakan, Indonesia saat ini beruntung dapat bertahan di tengah gejolak perang dagang Amerika Serikat-Cina.

Menurut dia, Indonesia memiliki porsi ekspor di dunia internasional yang relatif kecil. Alhasil Indonesia saat ini relatif aman dari bahaya perang dagang.

“Indonesia beruntung karena share ekspor kita kecil. Anda kalau mau terhindar dari penyakit di luar jangan keluar rumah. Kalau tinggal di dalem ya enggak kena,” ucap Chatib kepada wartawan saat ditemui di Auditorium Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, pada Selasa (20/8/2019).

Chatib mengatakan, keadaan relatif berbeda dengan Singapura yang memiliki porsi ekspor cukup besar di dunia internasional.

Ditambah lagi, negara berlambang singa itu bisa dibilang cukup menggantungkan ekonominya pada perdagangan internasional.

“Tapi kayak Singapura kena? Iya, dia share ekspornya besar,” ucap Chatib.

Chatib menambahkan, keadaan ini juga bukan hal baru. Pada krisis finansial global selama kurun waktu 2008-2009, Indonesia, katanya, bisa selamat karena faktor serupa.

Ia menjelaskan, pertama-tama memang tidak dapat dipungkiri bila pemerintah pada waktu itu melakukan kebijakan yang tepat agar Indonesia bisa selamat.

Namun, di satu sisi, porsi ekspor Indonesia yang kecil di dunia internasional, tetap turut berpengaruh di balik beruntungnya Indonesia bisa selamat lebih dari sekali pada guncangan ekonomi dunia.

“Kita kalau kena, share ekspor kita kecil. Ini sama seperti 2009. Kita survive global financial crisis karena dua hal. Karena policy yang baik dan kita beruntung share ekspor kita kecil,” tukas Chatib.


Baca juga artikel terkait PERANG DAGANG AS-CINA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight