Rhenald Kasali Sarankan BUMN Perbanyak Tenaga Muda di Era Disrupsi

Oleh: Addi M Idhom - 14 Desember 2017
Dibaca Normal 1 menit
Menurut Rhenald Kasali, manajemen BUMN perlu diisi banyak talenta muda untuk menghadapai era disrupsi.
tirto.id - Pakar manajemen Rhenald Kasali menyarankan agar manajemen BUMN memperbanyak jumlah pegawai usia muda untuk menghadapi tantangan era disrupsi. Hal ini agar manajemen BUMN memiliki banyak talenta “pendobrak zona nyaman” yang sekaligus memahami trend teknologi baru.

Ia mengingatkan era disrupsi berisiko membuat banyak perusahaan, termasuk BUMN, terlambat mengikuti perubahan cepat karena terperangkap dalam kondisi “Lazy Company” atau “Perusahaan Malas”.

Rhenald mengatakan hal ini saat memberikan sambutan di acara penganugerahan BUMN Branding dan Marketing Award 2017, di Jakarta pada Kamis (14/12/2017). Ia menjadi ketua Dewan Juri di acara yang digelar oleh Majalah BUMN Track didukung Rumah Perubahan dan Arrbey Consulting serta bertema "To Handle Disruption" tersebut.

Era Disrupsi adalah fenomena ketika masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata, ke dunia maya. Fenomena ini berimbas pada perubahan pola dunia bisnis. Kemunculan transportasi daring adalah salah satu dampaknya yang paling populer di Indonesia selama ini.

Rhenald mencontohkan dampak dari upaya BUMN memperbanyak jumlah pegawai berusia muda terjadi di PT Pembangunan Perumahan (PP). Dalam acara penganugerahan BUMN Branding dan Marketing Award 2017, PT PP bersama PT BNI, dan PT Pelindo I dinobatkan sebagai "market disruptor". Ketiga BUMN itu dinilai mampu menyiasati era disrupsi.

"Kita lihat pemenangnya, SDM-nya usia muda. (Pegawai) PP [PT Perusahaan Perumahan] usianya rata-rata 35-37 tahun, karena orang muda itu yang menguasai teknologi, tahan banting, kerjanya sampai malam, masih mengejar impian," kata Rhenald.

Selain itu, dia menambahkan, keberanian untuk berinvestasi di teknologi terbaru dan sistem kepemimpinan yang juga menyesuaikan kondisi zaman menjadi faktor lain yang bisa membuat sebuah BUMN mampu menghadapi tantangan di era disrupsi.

Sebagaimana dikutip Antara, kompetisi ini diikuti oleh 103 peserta. Sebanyak 70 perusahaan yang terdiri dari 40 BUMN dan 30 Anak Perusahaan BUMN lolos penjurian tahap kedua untuk melakukan wawancara dan pendalaman materi di hadapan dewan juri.

Hasil penjurian juga memutuskan PT Pelindo 1 meraih penghargaan sebagai "The Best Branding" BUMN. Sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai “The Best Marketing" BUMN. Sementara di kategori anak perusahaan, PT Indonesia Kendaraan Terminal dinobatkan sebagai "The Best Branding" dan PT Kereta Commuter Indonesia sebagai "The Best Marketing".

Sejumlah CEO dan pimpinan manajemen BUMN juga menerima penghargaan dalam berbagai kategori di acara ini.

Baca juga artikel terkait BUMN atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom