Respons Wapres Ma'ruf soal Kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia

Reporter: - 6 November 2020
Dibaca Normal 1 menit
Juru Bicara Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi merespons rencana kepulangan pimpinan ormas FPI Rizieq Shihab.
tirto.id - Juru Bicara Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi, mengatakan Ma’ruf Amin tidak mempermasalahkan rencana kepulangan pimpinan ormas Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab karena keduanya memiliki hubungan baik sebagai sesama ulama.

"Rizieq itu sama Wapres [Ma’ruf Amin] hubungannya baik. Rizieq itu memang organisasinya FPI. Akan tetapi, latar belakang beliau sebenarnya adalah Nahdlatul Ulama, jadi samalah dengan Wapres," kata Masduki di Jakarta, Jumat (6/11/2020).

Terkait dengan polemik kepulangan Rizieq ke Indonesia dari Arab Saudi, Masduki mengatakan bahwa hingga saat ini Ma’ruf Amin tidak mengomentari hal tersebut.

"Sampai sekarang, Wapres tidak ada komentar mengenai kepulangan Rizieq. Selama ini juga tidak ada masalah sehingga soal kepulangan Rizieq, ya, Wapres (beranggapan) kalau pulang, monggo. Untuk komentar lebih jauh, Wapres tidak ada komentar apa-apa," kata Masduki.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD mengatakan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah menghalangi kepulangan Rizieq Shihab.

"Bahwa Habib Rizieq sendiri mau pulang, kami tidak pernah menghalangi. Bahwa dia terhalang pulang, itu urusan dia dengan pemerintah Arab Saudi," kata Mahfud.

Selama ini, kendala kepulangan Rizieq Shihab disebabkan oleh persoalan antara pimpinan FPI tersebut dan otoritas Arab Saudi.

"Jika sekarang [permasalahannya] sudah selesai, ya, pulang saja. Kami 'kan tidak pernah menghalangi pulang," ujarnya.

Rizieq berangkat umrah ke Arab Saudi pada 2017 saat dirinya dijerat kasus pornografi. Hingga pada 2018, penyelidikan kasusnya dihentikan, ia masih belum kembali ke Tanah Air.

Menkopolhukam Mahfud MD kembali membantah ada permintaan cekal kepada Rizieq. Ia bilang pencekalan datang dari pemerintah Saudi sendiri karena Rizieq terlibat penggalangan dana ilegal untuk keperluan politik.

“Kalau datang ke dia orang Indonesia, biasa ngasih bisyarah, uang [dalam] amplop.” Kasus ini membuka opsi deportasi, menurut Mahfud. Namun, masalahnya Rizieq enggan pulang dengan cara seperti itu.

“Sekarang Rizieq ingin pulang, tapi tidak mau dideportasi. Dia ingin pulang terhormat. Itu urusan dia dengan pemerintah Arab Saudi, bukan urusan dia dengan kami,” katanya.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Maftuh Abegebriel mengonfirmasi Rizieq memang sudah masuk daftar deportasi pemerintah Saudi karena pelanggaran imigrasi, termasuk overstay.



Baca juga artikel terkait KEPULANGAN RIZIEQ SHIHAB atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Hukum)

Sumber: Antara
Editor: Maya Saputri
DarkLight