Respons PSSI Terkait Calo Tiket Laga Indonesia vs Malaysia 2019

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 5 September 2019
PSSI mengklaim upaya menghapus calo tiket dilakukan bertahap, tak langsung hilang setelah tiket Indonesia vs Malaysia dijual daring.
tirto.id - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) merespons praktik penjualan tiket Indonesia vs Malaysia oleh calo di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (5/9/2019).

Deputi Sekjen PSSI, Marshal Masita mengakui, sistem penjualan tiket secara daring yang ditempuh belum bisa sepenuhnya langsung menghapus calo dalam olahraga yang digemari publik ini.

"Kami enggak ingin juga tentunya kalau suporter beli tiket lebih tinggi dari harga aslinya. Tapi mungkin untuk menghapus [calo] total itu juga perlu proses. Istilahnya bertahaplah. Akan terus kami usahakan," kata dia.

Dari pantauan Tirto, beberapa menit sebelum laga ada calo yang menjual tiket. Di antaranya ada di Pintu E SUGBK. Ada sebagian calo yang menjual tiket dengan harga fantastis.

Tiket kategori tiga dari harga normal Rp125 ribu dijual oleh calo dua kali lipar jadi Rp250 ribu. Tiket VIP seharga Rp1 juta juga dijual dengan harga dua kali lipat, menjadi Rp2 juta.


Selain itu, ada calo bertengger di sisi lain. Di antaranya di tiket di kawasan FX Sudirman, pelataran Gedung TVRI dam Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sekitar Pintu Masuk 2, 5, dan 10 SUGBK, sampai Gerbang B, G, dan E SUGBK.

Calo yang beroperasi di Gerbang G bahkan jaraknya cuma beberapa meter dari gerbang pemeriksaan petugas keamanan.

Laga penyisihan Grup G Kualifikasi Ronde Kedua Piala Dunia 2022 ini berakhir kemenangan Malaysias atas Indonesia 3-2.

Setelah Malaysia, berikutnya Indonesia diagendakan bakal menjamu tim Asia Tenggara lain, Thailand pada Selasa (10/9/2019) pekan depan.

Di Grup G, Indonesia juga masih akan berhadapan dengan Vietnam dan tim tangguh asal Timur Tengah, Uni Emirat Arab.



Baca juga artikel terkait KUALIFIKASI PIALA DUNIA 2022 atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Herdanang Ahmad Fauzan
Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Zakki Amali
DarkLight