Menuju konten utama

Respons PDIP Soal Dugaan PAN Lobi Jokowi untuk Kursi Ketua MRP/DPR

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding mengatakan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan meminta jatah kursi pimpinan DPR dan MPR kepada Jokowi.

Respons PDIP Soal Dugaan PAN Lobi Jokowi untuk Kursi Ketua MRP/DPR
Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf (Hasto Kristiyanto) saat diwawancarai di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019). tirto.id/Riyansetiawan

tirto.id - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto merespons pernyataan TKN yang menduga PAN berusaha melobi Joko Widodo untuk kursi Ketua DPR atau MPR di periode berikutnya.

Menurut Hasto, PDIP memang memiliki hubungan yang baik dengan PAN. Sebagaimana diketahui, Jokowi adalah kader PDIP.

Namun Hasto tidak mau menegaskan apakah lobi itu lantas akan mempengaruhi kader PDIP di DPR atau MPR. Hanya saja, kata Hasto, PDIP akan mengkaji kerja sama dengan PAN untuk tahun-tahun ke depan.

"Dari pengalaman PDIP, kerja sama kita dengan PAN ternyata paling banyak memenangkan daerah-daerah karena terjadi perluasan basis pemilih kedua partai. Dengan demikian, di luar DPR, juga terbuka ruang kerja sama di Pilkada serentak yang akan datang," kata Hasto di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019).

Hasto menegaskan, PDIP berkeinginan membangun konfigurasi pemerintahan yang kuat. Oleh sebab itu, posisi Ketua MPR memang sangat penting.

Partai pendukung Jokowi sendiri memegang kunci dalam pemilihan ini karena mendapatkan 60,7 persen suara di DPR sesuai hitungan sementara internal tim sukses.

"Karena itulah proses komunikasi dijalankan apakah nanti ada rekomposisi dari pimpinan dewan dan MPR sesuai dengan konfigurasi politik yang baru. Di mana koalisi Indonesia Kerja mendapatkan 60,7 persen kursi di DPR, itu nanti akan dilakukan proses penjajakan dialog," ucapnya.

Namun, Hasto tidak bisa memastikan apakah partai pendukung Jokowi itu akan memberikan permintaan tersebut kepada PAN. Namun, dia menghargai bahwa pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Jokowi berlangsung baik.

"Ya kami juga membangun komunikasi dengan semua pihak. Pak Jokowi menjadi presiden dari seluruh partai, seluruh rakyat indonesia. Pemilu hanya alat hanya proses mencari pemimpin," tegasnya lagi.

Sebelumnya, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding mengatakan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan meminta jatah kursi pimpinan DPR dan MPR kepada Jokowi. Karding mengklaim, informasi itu ia dapatkan dari pihak Istana Negara.

Namun, informasi itu langsung dibantah oleh Sekjen PAN Eddy Soeparno. Menurut dia, PAN tidak pernah meminta apa pun kepada Jokowi.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Politik
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Alexander Haryanto