Menuju konten utama

Respons LAPAN Soal Prediksi NASA Ada Asteroid yang Dekati Bumi

Didymos, merupakan asteroid kembar yang berpotensi berbahaya bagi Bumi dan kini sedang dalam pengawasan serta menjadi target dari European Space Agency (ESA).

Respons LAPAN Soal Prediksi NASA Ada Asteroid yang Dekati Bumi
Ilustrasi Asteroid Emas 16 Pysche. FOTO/iStockphoto

tirto.id -

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) membantah adanya pemberitaan yang beredar bahwa ada asteroid yang mengancam Bumi. Hal tersebut menanggapi pernyataan National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang mengatakan asteroid kembar Didymos meluncur melintasi ke Bumi.

Didymos, merupakan asteroid kembar yang berpotensi berbahaya bagi Bumi dan kini sedang dalam pengawasan serta menjadi target dari European Space Agency (ESA). Mereka berupaya untuk membelokan asteroid tersebut dari kemungkinan tabrakan dengan Bumi.

"Berdasarkan data global pemantauan asteroid dekat Bumi, terutama data NASA. Belum ada asteroid yang mengancam Bumi," ujar Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin kepada Tirto Rabu (21/8/2019).

Bahkan berdasarkan pengamatannya, belum ada indikasi asteroid akan menabrak Bumi dalam kurun 100 tahun ke depan.

Dirinya menjelaskan, hal yang dilakukan NASA dan ESA itu bukan karena benar-benar terdapat asteroid yang akan menabrak Bumi. Namun, mereka melakukan hal tersebut hanya untuk membuat simulasi pembelokan asteroid saja.

"Simulasi bagian dari penelitian dan kesiapsiagaan," pungkasnya.

Sebelumnya NASA memang mengatakan bahwa ada asteroid kembar Didymos meluncur cepat melintasi ke Bumi.

ESA akan membantu NASA dalam menerbangkan pesawat ruang angkasa dari Misi Double Asteroid Redirection Test (DART) yang akan menabrakkan diri dengan batuan ruang angkasa untuk mengetahui apakah asteroid dapat dibelokkan dan menghindari Bumi.

Seperti yang dikutip dari NASA, DART adalah uji teknologi yang didorong oleh pertahanan planet untuk mencegah dampak Bumi oleh asteroid berbahaya. DART akan menjadi demonstrasi pertama dari teknik penabrak kinetik untuk mengubah gerakan asteroid di ruang angkasa.

Baca juga artikel terkait NASA atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Nur Hidayah Perwitasari