Respons Komnas HAM soal Brimob Tembak Warga di Kebun Sawit Kalbar

Reporter: Adi Briantika - 31 Mei 2022 09:24 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Komnas HAM meminta Polri tak represif dalam menghadapi warga di Kalbar. Komnas HAM akan terjun ke lokasi bentrokan guna mendalami kejadian.
tirto.id - Kepala Sekretariat Komnas HAM Perwakilan Kalimantan Barat, Nelly Yusnita merespons perihal anggota Brimob yang menembak warga di perkebunan kelapa sawit PT Arrtu Estate Kemuning, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, 28 Mei 2022, sekira pukul 12.00 WIB.

“Atas peristiwa tersebut, dalam waktu dekat kami akan ke lapangan untuk melengkapi informasi,” kata dia dalam akun Youtube Humas Komnas HAM RI, Senin, 30 Mei 2022.

Lalu pihaknya berharap tidak ada lagi tindak represif dari aparat penegak hukum dan Polri bisa mengedepankan langkah persuasif ketika menghadapi warga.

“Komnas HAM mengajak semua pihak bekerja sama agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan,” sambung Nelly.

Insiden dugaan penembakan bermula saat 17 personel Brimob yang sedang berjaga di PT Arrtu Estate Kemuning bergerak menuju lahan blok K/L 42.43 yang diklaim sepihak oleh Suharjo, warga setempat. Saat tiba di lokasi, sekitar 40 orang warga yang dipimpin Suharjo sedang memanen tandan buah segar (TBS) di lahan tersebut.

"Anggota Brimob sudah mengimbau jangan memanen TBS di wilayah perkebunan PT Arrtu dan mengimbau agar Suharjo menyerahkan diri. Namun tidak diindahkan, sehingga dilakukan penangkapan," ungkap Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Jansen A Panjaitan.

Keluarga Suharjo tak bisa menerima penangkapan tersebut. Saat Suharjo akan digelandang ke kantor polisi, salah satu warga bernama Ji'i disebut mengeluarkan parang dan menyerang polisi.

"Brimob sudah mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak tiga kali, tetapi pelaku tidak mengindahkan hal itu sehingga dilakukan tembakan dengan peluru hampa ke arah warga tersebut dan mengenai bagian punggung," jelas Jansen.

"Bahkan terdapat salah satu anggota BKO Brimob Polda Kalbar yang terkena pukulan di bagian kepala sebelah kiri atas nama Briptu Sandy Biantoro untuk selanjutnya dilakukan visum,” sambungnya.

Jansen mengklaim masyarakat sekitar juga mendukung langkah penindakan yang dilakukan Polri. Kemudian korban penembakan juga berangsur pulih dan hanya mengalami luka ruam di kulit.


Baca juga artikel terkait BRIMOB TEMBAK WARGA atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Fahreza Rizky

DarkLight