Konten Edukasi Biologi

Respon Imun Spesifik-Nonspesifik yang Muncul dalam Tubuh Manusia

Kontributor: Ilham Choirul Anwar - 4 Jan 2022 14:17 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Sistem pertahanan tubuh membuat manusia dan hewan terdiri dari respon imun spesifik dan nonspesifik. Apa perbedaannya?
tirto.id - Respon imun spesifik dan nonspesifik adalah bahasan dalam materi Sistem Imun pada manusia. Apa perbedaan dua jenis respon ini? Beriku penjelasan selengkapnya.

Manusia dan hewan memiliki sistem pertahanan tubuh untuk menangkal masuknya benda asing ke dalam badan. Pertahanan tubuh disebut juga imunitas. Sistem imun adalah sistem yang sangat kompleks dan memiliki peran ganda dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Dilihat secara definisi, imunitas adalah mekanisme yang bersifat faali atau otomatis yang melengkapi tubuh manusia dan hewan, dengan kemampuan mengenali suatu zat sebagai sesuatu yang asing terhadap dirinya.

Bila sudah dikenali, zat asing tersebut akan diambil tindakan oleh tubuh. Wujudnya bisa dengan menetralisasinya, melenyapkan atau memasukkannya dalam proses metabolisme yang menguntungkan dirinya, atau memunculkan kerusakan jaringan tubuh sendiri.

Mekanisme sistem imun seperti halnya sistem endokrin. Sistem imun memiliki tugas mengatur keseimbangan, menggunakan komponennya yang beredar seluruh tubuh, sehingga bisa mencapai sasaran yang jauh dari pusat. Fungsi imunitas tubuh dibantu oleh sistem yang bernama sistem limforetikuler.

Sistem limforetikuler adalah jaringan atau kumpulan sel yang memiliki letak tersebar di seluruh tubuh.

Beberapa letaknya antara lain di dalam sumsum tulang, kelenjar limfe, limfa, timus, sistem saluran napas, saluran, cerna, dan sebagainya. Jaringan ini akan segera merespons apabila terdapat rangsangan sesuai sifat dan fungsinya masing-masing.

Dalam konsep imunitas, bagian paling awal dalam menentukan ada tidaknya tindakan oleh tubuh ditentukan dari kemampuan sistem limforetikuler dalam mengenali suatu bahan termasuk asing atau tidak.

Konfigurasi bahan asing itu dinamakan antigen atau immunogen. Ketika tubuh melakukan respons imun akibat rangsangan dari bahan asing, maka akan menghasilkan zat yang disebut antibodi.

Apabila antibodi berhasil mengalahkan antigen, maka itu tidak menjadi masalah untuk tubuh. Hanya saja, kadang dalam keadaan tertentu (patologis), sistem umum gagal membedakan zat asing dan zat dari tubuh sendiri. Akibatnya, sistem imun membentuk zat anti buat jaringan tubuhnya sendiri dan membahayakan.

Kejadian sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri ini dinamakan autoantibodi. Orang yang mengalami autoantibodi berisiko mendapatkan penyakit auto imun. Contohnya penyakit Lupus, rematik sendi, psoriasis, dan sebagainya.

Respon Imun Spesifik-Nonspesifik yang Muncul dalam Tubuh Manusia


Sementara itu, saat sistem imun terpapar zat yang dianggap asing maka memunculkan dua respons, yaitu respons imun non spesifik dan respon imun spesifik.

Perbedaaan keduanya ada pada prosesnya. Meski demikian, interaksi kedua akan meningkatkan efektivitas pertahanan tubuh.

Respons imun sebenarnya interaksi satu komponen dengan komponen lain pada sistem imun. Ketika komponen-komponen saling bekerja sama, terjadi aktivitas seirama dan serasi.

Pertahanan tubuh nonspesifik



Menurut laman Kemdikbud, Pertahanan tubuh nonspesifik merupakan respons imun yang sifatnya bawaan (innate immunity). Pada respons ini, tubuh akan merespons setiap zat yang dianggap asing sekali pun belum pernah terpapar sebelumnya.

Contohnya, tubuh terapapar oleh antigen bakteri. Respons imun untuk mengatasinya dilakukan dengan cara nonspesifik yaitu lewat proses fagositosis untuk menghancurkannya. Sel-sel fagosit bergerak menuju bakteri, lalu melekat di permukaan fagosit, dan dihancurkan.

Pertahanan tubuh nonspesifik lainnya diwujudkan dalam bentuk reaksi inflamasi (peradangan). Munculnya peradangan di tubuh dapat disebabkan mediator tertentu dari beberapa jenis sel seperti histamine, vasoactive amin, dan anafilatoksin. Salah satu contohnya yaitu peradangan pada kulit akibat zat tertentu.

Respon imun spesifik dalam tubuh manusia



Dalam pertahanan tubuh spesifik, respons imun muncul setelah ada rangsangan dari antigen tertentu karena tubuh sudah pernah terpapar sebelumnya. Pertahanan tubuh ini dimulai dari aktivitas marofag atau antigen precenting sell (APC) yang melakukan pemrosesan pada antigen, sehingga mampu menimbulkan interaksi dengan sel-sel imun.

Setelah antigen berinteraksi dengan sel-sel imun, maka terjadi proses ploriferasi dan diffrensasi untuk menjadikan sel-sel memiliki kemampuan pertahanan diri (immunologi) dan bereaksi dengan antigen.

Proses pemusnahan antigen sekunder atau yang sebelumnya telah memapar ke tubuh, jauh lebih cepat ditangani oleh sistem imun. Imun juga lebih intensif untuk menanganinya.

Sel apa yang berperan dalam sistem imunitas?

Ada dua sel utama yang bertugas dalam sistem kekebalan tubuh manusia, yakni fagosit dan limfosit. Kedua sel ini sama-sama jenis dari sel darah putih atau yang juga disebut dengan leukosit. Fagosit secara umum bertugas untuk memecah patogen dan memakannya. Fagosit terdiri atas beberapa jenis, yakni neutrofil, monosit, makrofag, dan sel mast.
Sementara itu, limfosit bertugas untuk membantu tubuh mengingat patogen untuk berjaga apabila tubuh kembali diserang oleh patogen tersebut. Limfosit diproduksi di sumsum tulang. Limfosit yang hidup dan berkembang di sumsum tulang disebut sebagai limfosit B. Sementara itu, limfosit menuju ke timus dikenal sebagai limfosit T. Keduanya memiliki peran yang berbeda.

Limfosit B menghasilkan antibodi dan membantu mengingatkan limfosit T, sementara limfosit T menghancurkan sel-sel yang rusak di dalam tubuh dan membantu mengingatkan leukosit lainnya.


Baca juga artikel terkait IMUN TUBUH atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Yulaika Ramadhani
DarkLight