9 Agustus 1173

Resep Tahan Miring dan Anti Gempa Menara Pisa

Penulis: Tony Firman, tirto.id - 9 Agu 2022 00:00 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Berdiri sejak abad ke-12, Menara Pisa bertahan dari gempa karena fenomena kedinamisan interaksi struktur tanah (DSSI).
tirto.id - Ketika gedung-gedung pencakar langit dunia telah berdiri tegak sejak akhir abad ke-19 di kota-kota seperti Chicago dan Philadelphia, Amerika Serikat (AS), Menara Pisa di Italia sudah berdiri dan dalam posisi miring sejak abad ke-12.

Asal usul kemiringan Menara Pisa bisa dilacak hingga ke abad kelahirannya. Pada 9 Agustus 1173, tepat hari ini 849 tahun silam, pembangunan sebuah menara lonceng di Kota Pisa dimulai. Lima tahun kemudian, bangunan menara yang belum selesai ini mulai menunjukkan kemiringan. Proses pembangunan segera dihentikan, dan selama hampir seabad bangunan tersebut menjadi menara yang tidak selesai.

Forbes melaporkan, sampai sekitar tahun 1372, pembangunan Menara Pisa dinyatakan selesai. Alih-alih berdiri tegak lurus, menara tersebut masih mempertahankan kondisinya yang miring ke selatan. Lebih dari 800 tahun berlalu dan menjadi saksi bisu banyak peristiwa bersejarah di Italia, Menara Pisa tetap berdiri meski miring.

Sepanjang delapan abad, bahkan sejak tahun-tahun awal pembangunan menara, gempa bumi berulang kali mampir di Pisa. Dilansir dari Popular Science, karena Italia terletak di beberapa garis patahan lempeng bumi, gempa bukan hal baru ketika menyambangi daerah tersebut.

Kenyataannya, tidak satu pun gempa bumi, termasuk empat yang terbesar sejak 1280, berhasil meruntuhkan menara setinggi 58 meter ini.

Fenomena ini rupanya mengusik sekelompok peneliti yang terdiri dari 16 insinyur dari Universitas Tre Roma untuk mencari tahu sebab-musabab kemiringan abadi tersebut.

Hasilnya? Watak tahan gempa Menara Pisa berhubungan dengan fenomena kedinamisan interaksi struktur tanah (DSSI). Ada kombinasi yang pas dari struktur Menara Pisa. Mulai dari ketinggian, tingkat kekakuan yang cukup besar, hingga kelembutan tanah yang mampu meredam menyebabkan getaran pada struktur menara.

Rangkaian kombinasi ini sekaligus menjadikan Menara Pisa bukan saja salah satu ikon Italia yang mendunia, tetapi mampu menjadi rekor dunia dalam hal efek DSSI.

George Mylonakis, salah satu dari 16 insinyur itu, menyebutkan bahwa kemiringan justru menyelamatkan Menara Pisa dari ancaman runtuh. Mylonakis adalah profesor geoteknik dari Universitas Bristol.

"Ironisnya, struktur tanah yang sama justru menyebabkan menara ini miring seperti yang bisa dilihat sekarang ini. Di saat yang bersamaan, hal itulah yang menyelamatkannya dari keruntuhan," kata Mylonakis dikutip dari rilis resmi University of Bristol.

Pada tahun 2011, Live Science memuat prediksi soal kapan Menara Pisa akan runtuh. Jawabannya, berdasarkan prediksi para ahli, Menara Pisa masih bisa bertahan 200 tahun lagi. Prediksi ini lebih didasarkan pada kenyataan bahwa selama satu dekade proyek restorasi Menara Pisa telah dilakukan.

Menara ini pernah mencapai kemiringan 5,5 derajat. Sesuai perhitungan, Menara Pisa mestinya sudah runtuh ketika menyentuh sudut kemiringan 5,44 derajat. Akhirnya pada 1999 hingga 2001, stabilisasi bangunan dilakukan. Salah satunya dengan meletakkan balok-balok beban di sisi utara menara untuk menyeimbangkan kemiringan yang condong ke selatan.


Infografik Mozaik Menara Pisa
Infografik Mozaik Menara Pisa. tirto.id/Tino


Kota Pisa mulanya adalah daerah pelabuhan yang kecil namun vital. Guna menunjukkan betapa pentingnya Kota Pisa kepada dunia, rakyat Pisa membangun komplek Katedral Pisa yang megah bernama Piazza dei Miracoli, lengkap dengan menara lonceng yang kemudian populer sebagai Menara Pisa.

Pembangunan menara yang dimulai pada Agustus 1173 itu adalah rangkaian akhir dari pendirian komplek Katedral Pisa. Menurut catatan Encyclopaedia Britannica, proses pembangunan sempat terganggu beberapa kali oleh perang.

Dalam buku Wonderful Europe: Panduan Umum Wisata ke Eropa & Permenungan Jejak Ziarah Iman (2001), Aloys Budi Purnomo Pr. menyebutkan bahwa setidaknya ada empat seniman yang terlibat dalam proses pembangunan Menara Pisa, yakni Guglielmo, Bonano Pisano, Giovanni di Simone, dan Tomaso di Andrea Pisano.

Di dasar lantai Menara Pisa terdapat makam Bonano Pisano, yang karya seni perunggunya menghiasi bagian dalam Katedral Pisa. Makam Pisano baru ditemukan pada 1820.

Empat buah lonceng pernah dipasang di pucuk menara. Berat lonceng yang terbesar mencapai 3.600 kilogram. Pada awal abad ke-20, lonceng terberat itu diturunkan guna menghindari kerusakan pada bangunan.

Ada sekitar 294 anak tangga dari kaki menuju pucuk menara. Menara Pisa diperkirakan punya bobot 14.500 ton dengan tinggi semula 60 meter sebelum akhirnya dipangkas. Ketinggian di sisi puncak mencapai 56,67 meter dan sisi terendah 55,86 meter. Selama masa pemugaran 1990 sampai 2001, kompleks menara sengaja ditutup untuk umum.

==========

Artikel ini terbit pertama kali pada 27 Mei 2018. Redaksi melakukan penyuntingan ulang dan menayangkannya kembali untuk rubrik Mozaik.



Baca juga artikel terkait MENARA PISA atau tulisan menarik lainnya Tony Firman
(tirto.id - Humaniora)

Penulis: Tony Firman
Editor: Windu Jusuf

DarkLight