Menuju konten utama

Rekor BEI: Transaksi Harian Melejit, Investor Retail Mendominasi

Investor retail kini menguasai 70 persen rata-rata transaksi harian di Bursa Efek Indonesia.

Rekor BEI: Transaksi Harian Melejit, Investor Retail Mendominasi
Pekerja membersihkan lantai di samping grafik pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (26/8/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

tirto.id - Memasuki tahun 2021, Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencetak rekornya. Di tengah pandemi, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencetak rekor tertinggi. Sementara investor retail yang pada tahun 2020 menguasai pasar, kini semakin mengukuhkan dominasinya.

Data yang dipaparkan BEI per 5 Februari mencatat, RNTH 2021 mencatat rekor tertinggi dalam sejarah yakni sebesar Rp20 triliun (year to date). Ini jauh dibandingkan RNTH tahun 2019 sebesar Rp9,19 triliun.

Sementara dari sisi rata-rata volume harian perdagangan juga mencetak rekor dengan 22,906 miliar lembar saham, dibandingkan tahun 2019 hanya 11,374 miliar lembar saham.

Untuk jumlah perdagangan harian juga mencatat rekor, per 5 Februari mencapai 1.567.440 transaksi per hari, yang merupakan tertinggi di ASEN. Ini merupakan loncatan besar jika dibandingkan tahun 2020 yang mencatat 677.430 transaksi per hari. Demikian pula kapitalisasi pasar mencetak rekor menjadi Rp7,243 triliun, dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp6,970 triliun. Namun lebih rendah dibandingkan tahun 2019 Rp7,265 triliun.

Dari jumlah investor aktif harian melonjak tajam menjadi 4.223.000 per 21 Januari untuk total investor baik saham, surat utang, ataupun reksa dana. Bandingkan dengan tahun 2020 yang hanya 3.881.000 investor aktif harian.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengapresiasi pencapaian bursa tersebut. Namun, ada yang dikhawatirkan yakni cepatnya inklusi investasi, melebihi kenaikan literasi.

“Ini bisa bahaya,” kata Inarno, dalam diskusi virtual, Kamis (11/2/2021).

Terjadi peralihan besar-besaran untuk kepemilikan investor. Per 21 Januari 2021, investor institusi asing hanya menguasai 48,1% dari sebelumnya tahun 2020 sebesar 49,1%. Kepemilikan investor institusi asing sendiri trennya terus turun sejak 2015 sebesar 63,4%. Sementara investor institusi domestik trennya meningkat dari 30,1% (2015) menjadi 38,3% per 21 Januari 2021. Untuk investor retail meningkat dari 6,5% pada 2015 menjadi 13,5% per 21 Januari 2021.

Dari sisi komposisi rata-rata harian perdagangan, investor retail kini mendominasi hingga 69,5% dari total nilai RTNH Rp20,5 triliun. Ini merupakan kelipatan dua dibandingkan komposisi tahun 2015 yang hanya 34,2%. Sementara perdagangan investor institusi asing anjlok tajam menjadi hanya 17,5% per 21 Januari, dibandingkan 43% pada 2015. Demikian pula investor institusi domestik yang anjlok menjadi 13% dari 22,8% pada 2015.

Inarno mengatakan, pandemi membawa perubahan yang luar biasa karena nilai perdagangan investor retail sudah bisa mengalahkan investor institusi hingga mencapai 70%. “Baru kali ini terjadi,” katanya.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo mengatakan, ada empat hal yang mendorong peningkatan investor retail di BEI. Partama, kehadiran aplikasi perdagangan online yang sudah jauh lebih baik ketimbang lima tahun lalu. Kedua, banyaknya waktu luang di masa pandemi jika dibandingkan sebelum pandemi. Ketika, rezim suku bunga murah. Keempat, murahnya harga paket data komunikasi di Indonesia.

Baca juga artikel terkait BURSA EFEK INDONESIA atau tulisan lainnya dari Nurul Qomariyah Pramisti

tirto.id - Bisnis
Penulis: Nurul Qomariyah Pramisti
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti