Menuju konten utama

Realisasi KUR Klaster Capai Rp4,8 T & Debitur Capai 1,39 Juta

Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) klaster baru mencapai Rp4,8 triliun dan menyasar sekitar 1,3 juta debitur.

Realisasi KUR Klaster Capai Rp4,8 T & Debitur Capai 1,39 Juta
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

tirto.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) klaster baru mencapai Rp4,8 triliun dan menyasar sekitar 1,3 juta debitur.

"Hingga hari ini KUR klaster baru terealisasi sekitar Rp4,8 triliun kepada sekitar 1,39 juta debitur," kata Teten di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/12/2022).

Dia menjelakan, angka pembiayaan KUR terus meningkat setiap tahun dan sudah mencapai Rp1.300 triliun. Melihat capaian tersebut, pemerintah akan menaikkan angka KUR pada 2023.

"Tahun depan KUR akan ditingkatkan menjadi Rp460 triliun dari tahun ini yang mencapai Rp373 triliun," kata Teten.

Meski besar, Teten mengaku masih ada tantangan dalam pelaksanaan UKM. Ia mengaku, target porsi kredit Indonesia di 2024 masih ada tantangan.

"Sesuai dengan kebijakan bapak presiden pada 2024 porsi kredit perbankan diharapkan mencapai 30 persen atau sekitar Rp1.800 triliun dari saat ini yang baru mencapai 20 persen atau sekitar Rp1.200 triliun," kata Teten.

Teten mengatakan banyak benefit dari KUR klaster mulai dari pinjaman hingga Rp500 juta per satu pelaku usaha. Kemudian, KUR klaster juga diberikan pada UKM berkelompok dan terintegrasi dari hulu-hilir demi memudahkan prinsip monitoring.

KUR juga klaster akan memperkuat kemitraan UMKM dengan usaha besar sehingga UMKM masuk rantai pasok. Hal ini penting karena angka UMKM yang masuk rantai pasok masih rendah.

Baca juga artikel terkait REALISASI KUR atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Anggun P Situmorang