Ratna Sarumpaet Minta Maaf ke Amien Rais karena Terseret Kasus Hoax

Oleh: Adi Briantika - 4 April 2019
Ratna juga mengaku sepakat dengan kesaksian yang diberikan oleh Amien lantaran Amien menjelaskan kronologis ihwal permintaan maaf Ratna melalui konferensi pers.
tirto.id - Terdakwa kasus penyebaran berita bohong, Ratna Sarumpaet meminta maaf kepada Amien Rais yang hari ini bersaksi dalam persidangan lanjutan kasus tersebut.

“Saya minta maaf karena bikin orang susah, karena dia termasuk orang ikut saya buat susah,” kata Ratna di Polda Metro Jaya usai menjalani persidangan, Kamis (4/4/2019).

Selain itu, dia mengaku sepakat dengan kesaksian yang diberikan oleh Amien lantaran Amien menjelaskan kronologis ihwal permintaan maaf Ratna melalui konferensi pers.

“Amien Rais lebih menjelaskan ke kronologis, dia juga mungkin mau membantu saya bahwa minta maaf itu sesuatu yang baik,” sambung dia.

Dalam persidangan, Amien menyebut bahwa ia melihat permintaan maaf Ratna melalui medis sosial.

Kejadian yang menimpa perempuan berusia 70 tahun itu pun dinilai menghebohkan karena pro dan kontra di masyarakat.

“Seorang pejuang keadilan, kemudian dianiaya, semua orang lantas shock. Jangan-jangan cara untuk menakuti yang lain. Tapi adanya pro-kontra berarti heboh,” kata Amien saat bersaksi dalam persidangan Ratna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Politikus Partai Amanat Nasional ini juga tidak melihat adanya kehebohan hingga menyebabkan keributan fisik. Ia menyebut sikap Ratna adalah hal positif saat mengakui kesalahannya.

“Ratna sudah mengakui itu kesalahan, itu kesatria. Tidak banyak yang mengaku salah,” kata Amien.

Selain itu, Ratna juga mengatakan bahwa pekan depan buku yang ia tulis akan diluncurkan.

“Pekan depan sekitar tanggal 11 April, nanti Atiqah (anaknya) yang mengurus,” ucap dia. Ratna enggan menjelaskani lebih detil perihal buku karangannya itu.



Baca juga artikel terkait KASUS RATNA SARUMPAET atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Nur Hidayah Perwitasari