Rangkuman Materi Fisika: Contoh Perpindahan Kalor Secara Konduksi

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif - 26 Sep 2021 14:20 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Inilah beberaa contoh bentuk perpindahan kalor secara konduksi.
tirto.id - Kalor merupakan suatu proses perpindahan energi panas dari intensitas tinggi menuju yang lebih rendah ataupun sama (keseimbangan termal).

Kalor tergolong sebagai bentuk energi sehingga memiliki satuan. Satuan kalor dalam Satuan Internasional (SI) disebut dengan joule (j). Sementara, satuan kalor yang kerap digunakan di dalam bidang ilmu gizi, yaitu kalori dan kilokalori.

Satu kalor merupakan jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikan suhu 1 gram air sebesar 1ºC. Satu kalori bernilai sama dengan 4,184 J atau 4,2 J.

Jumlah kalor yang diberikan kepada suatu benda akan memengaruhi suhu yang diperolehnya juga. Kemudian, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi proses kenaikan suhu pada suatu benda yang meliputi massa benda dan bahan benda.

Faktor massa benda dan bahan benda disebut sebagai kalor jenis suatu benda. Kalor jenis merupakan kemampuan yang dimiliki oleh suatu benda untuk dapat melepaskan maupun menerima kalor.

Setiap benda memiliki kalor jenisnya masing-masing, sehingga antara satu benda dengan lainnya kalor jenisnya berbeda. Semakin tinggi intensitas kalor jenis pada suatu benda, maka jumlah kalor yang dibutuhkan akan semakin banyak (meningkat).

Kemudian, kalor juga dibutuhkan untuk mengubah suatu zat. Hal tersebut disebut dengan perubahan wujud zat. Beberapa contoh kalor yang dapat mengubah wujud zat, yaitu kalor padat (lebur) dan kalor cair.

Kalor lebur digunakan untuk mengubah wujud padat suatu zat ke dalam bentuk cair. Sementara, kalor cair digunakan untuk mengubah wujud cair suatu zat ke dalam bentuk gas.

Dikutip dari laman Sumber Belajar Kemendikbud, kalor dapat berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah atau sama dengan menggunakan beberapa cara, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.

Contoh Perpindahan Kalor Secara Konduksi


Kalor memiliki kemampuan dapat berpindah dari benda dengan suhu tinggi menuju benda lain dalam intensitas suhu yang lebih rendah ataupun sama. Salah satu cara atau bentuk perpindahan kalor tersebut adalah melalui konduksi.

Dikutip dari modul Suhu, Kalor, dan Energi di Sekitarku: Ilmu Pengetahuan Alam oleh Udik Pujianto (2018), konduksi merupakan perpindahan kalor melalui sebuah zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikel zat karena adanya perbedaan (selisih) suhu.

Benda dengan jenis yang berbeda, tentunya memiliki kemampuan untuk menghantarkan panas secara konduksi (konduktivitas) yang berbeda.

Bahan atau jenis benda yang dapat menghantarkan panas dengan baik disebut dengan konduktor. Sementara, bahan atau jenis benda yang dapat menghantarkan panas, namun bersifat buruk disebut dengan isolator.

Beberapa benda yang memiliki kemampuan konduktor atau dapat menghantarkan kalor dengan baik seperti timbal, baja, alumunium, emas, perak dan tembaga.

Contohnya, ketika menyetrika, setrika yang panas bersentuhan dengan kain yang disetrika. Kalor berpindah dari setrika ke kain, dan perpindahan kalor seperti ini disebut konduksi.

Sementara, beberapa benda yang memiliki kemampuan isolator atau dapat menghantarkan kalor dengan buru seperti air, bata, bayu, styrofoam, udara dan hampa.


Baca juga artikel terkait KALOR KONDUKSI atau tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Maria Ulfa

DarkLight