Ramyadjie Menyamar Sebagai Perempuan Saat Bobol ATM

Oleh: Adi Briantika - 18 Maret 2019
Dibaca Normal 1 menit
Polisi membuka modus Ramyadjie saat membobol ATM. Kerabat jauh capres Prabowo Subianto itu memakai jilbab untuk mengelabuhi kamera CCTV.
tirto.id - Pelaku pembobol data nasabah bank, Ramyadjie Priambodo menyamar sebagai perempuan berjilbab saat beraksi. Kini polisi menyita barang bukti tersebut.

"Ada masker dan juga kerudung, dia kenakan saat mengambil data ATM,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (18/3/2019).

Aksi penyamaran ini pun terekam kamera pengawas. Berdasarkan foto yang didapat polisi, penampakan pelaku mirip perempuan. “Jika dilihat sekilas, tidak nampak dia adalah lelaki,” ujar Argo.

Ramyadjie beraksi di daerah Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan sejak 2018.

Kasus Ramyadjie terungkap usai polisi mendalami laporan kasus skimming pada tanggal 11 Februari 2019. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi meringkus pelaku di sebuah apartemen di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, 26 Februari 2019.

Kini penyidik menetapkan dia sebagai tersangka dan mendekam di rumah tahanan Polda Metro Jaya.

Ramyadjie sempat membuat heboh karena dikabarkan oleh Rekat Indonesia masih terhitung keponakan calon presiden Prabowo Subianto. Dalam laman itu disebutkan bahwa Ramyadjie Priambodo alias Adjie adalah keponakan Hashim Djojohadikusumo dan kerabat capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Pada artikel itu pula disebutkan kalau Adjie adalah pengurus Tidar. Uang hasil pembobolan bank dialirkan ke kas Tidar yang diketuai oleh Aryo Djojohadikusumo dan disebut digunakan untuk kampanye Prabowo dalam Pilpres 2019.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad tak membantah bahwa Ramyadjie masih kerabat Prabowo Subianto. "Kalau dibilang, ia itu kerabat jauh dan bukan keponakan, hanya kerabat jauh," kata Sufmi saat dikonfirmasi wartawan Tirto, Minggu (17/3/2019) sore.

Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade menegaskan, kasus Ramyadjie tidak terkait dengan Prabowo, Hashim, Partai Gerindra, maupun Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga.

Pria yang juga Jubir Prabowo-Sandiaga ini memastikan kasus yang menjerat Ramyadjie tidak berkaitan dengan kampanye selama ini sehingga sebaiknya kepolisian memproses kasus tersebut.

"Silakan pihak kepolisian proses secara hukum, ini tidak ada urusan dengan politik dengan BPN, tidak ada urusan dengan Tidar dengan Gerindra, dengan Pak Hasyim," tegas Andre.





Baca juga artikel terkait PEMBOBOLAN ATM atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Agung DH