Menuju konten utama

Ramadan Harga Telur Fluktuatif, Bulog: Belum Perlu Operasi Pasar

Badan Urusan Logistik (Bulog) mengantisipasi harga telur ayam di pasar yang cenderung fluktuatif ketika memasuki bulan Ramadan hingga Lebaran.

Ramadan Harga Telur Fluktuatif, Bulog: Belum Perlu Operasi Pasar
Pekerja menata telur ayam di salah satu tempat penampungan telur di Desa Gampa, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (21/11/2018). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas.

tirto.id -

Harga telur ayam yang masih fluktuatif di pasaran sedang diantisipasi oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) saat memasuki bulan Ramadan hingga Lebaran.

"Kemungkinan telur. Tapi kita sudah berusaha, karena peternak ayam petelur sudah siap juga," kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso usai menghadiri acara di Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu (5/5/2019).

Lebih lanjut, Budi menjelaskan Bulog sudah kerja sama dengan para peternak telur ayam. "Kita sudah membeli mereka. Sudah pesanlah. Tapi kita mintanya untuk produksi bulan ini," kata Budi Waseso.

Terkait operasi pasar, Budi Waseso yang kerap dipanggil Buwas menjelaskan bahwa belum ada rencana operasi pasar besar-besaran, sebab, menurutnya, harga dinilai masih bisa dikendalikan.

Sebelumnya, Buwas mengungkapkan bahwa pasokan sembilan bahan pokok (sembako) menjelang bulan puasa sudah mencukupi.

"Secara umum sembilan bahan pokok semuanya sudah siap," kata Buwas.

Buwas menyampaikan hal itu seusai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo membahas persiapan menghadapi Idul Fitri.

"Apalagi beras, sekarang sudah 2,1 juta ton, gula sudah banyak, jagung masih, jadi minyak kita punya stok 2 juta sekian, jadi sudah mumpuni lah," kata Buwas.

Dengan kecukupan suplai bahan pangan tersebut, operasi pasar, menurut Buwas, belum diperlukan.

"Sementara ini tidak ada operasi pasar, kalau lihat saja gejolak nanti harga naik karena kebutuhan banyak, kita langsung turunkan operasi untuk intervensi. Daging ayam sudah punya banyak, daging kerbau sudah punya banyak, tinggal nunggu perintah nanti, begitu ada kenaikan yang signifikan yang meresahkan masyarakat, ya kita turunkan," ungkapnya.

Baca juga artikel terkait RAMADAN 2019

tirto.id - Ekonomi
Sumber: Antara
Penulis: Maya Saputri
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno