PVMBG: Gunung Agung Erupsi Jumat Dini Hari

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 8 Februari 2019
Gunungapi Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, mengalami erupsi, Jumat dini hari (8/2/2019), tepatnya pukul 00.12 WITA.
tirto.id - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, Gunungapi Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, mengalami erupsi, Jumat dini hari (8/2/2019), tepatnya pukul 00.12 WITA.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi lebih kurang 1 menit 37 detik, kolom abu tidak teramati, dan teramati adanya sinar api saat erupsi.

Kepala PVMBG Badan Geologi Kasbani menyebutkan, aktivitas Gunung Agung kini berada pada Level III (siaga).

"Saat ini Gunung Agung berada pada Level III (SIAGA)," ujar Kasbani melalui keterangan tertulis yang diterima Tirto, Jumat (8/2/2019).

PVMBG, kata dia, mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung, atau wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari kawah puncak Gunung Agung.

"Kami rekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius 4 kilometer dari kawah," ucap Kasbani.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama PVMBG Agung Pribadi menyatakan, zona perkiraan bahaya tersebut sifatnya dinamis dan terus dievaluasi serta dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru.

Selain itu, tambahnya, masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

"Area landasan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung," ucapnya.



Baca juga artikel terkait STATUS GUNUNG AGUNG atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Maya Saputri
Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno