Putri KW, Pemain Muda Paling Bersinar di PBSI Home Tournament 2020

Oleh: Oryza Aditama - 24 Juli 2020
Dibaca Normal 2 menit
Putri Kusuma Wardani kalah di partai final dari Gregoria Mariska Tanjung dalam dua set tanpa balas.
tirto.id - Sulit disangkal bahwa Putri Kusuma Wardani atau biasa disingkat dengan sebutan Putri KW, merupakan salah satu pemain muda paling bersinar di kejuaraan badminton PBSI Home Tournament 2020 sektor tunggal putri, yang baru saja berakhir pada Jumat (24/7/2020) petang tadi.

Atlet kelahiran Tangerang 20 Juli 2002 itu didapuk sebagai unggulan ke-5 alias seed tertinggi yang didapat tunggal putri junior di kejuaraan internal PBSI tersebut. Di bawah Putri terdapat pula dua junior lain yang masuk dalam daftar unggulan, sepeti Aisyah Sativa Fatetani (unggulan 8), dan Stephanie Widjaja (unggulan 7).

Hasil drawing babak penyisihan awalnya terlihat tak begitu menguntungkan bagi Putri KW. Ia masuk dalam Grup M, sama seperti sang unggulan pertama sekaligus tunggal putri terbaik Indonesia saat ini, Gregoria Mariska Tunjung.

Akan tetapi Putri KW yang merupakan hasil didikan klub bulu tangkis Exist Jakarta itu mampu melewati rintangan dengan cukup baik. Ia melibas dua pesaing lain di Grup M, Siti Sarah Azzahra dan Bilqis Prasista, lewat pertarungan dua set langsung.

Berikutnya dalam duel perebutan status juara grup melawan sang unggulan pertama, Gregoria Mariska, ancaman Putri KW terhadap para pemain senior mulai memperlihatkan wujudnya. Usai melakoni duel rubber game selama 80 menit, Putri secara mengejutkan sukses menumbangkan Gregoria lewat skor ketat 25-23, 20-22, dan 21-11.

Sepak terjang Putri KW dalam mengganggu kemapanan para tunggal putri senior kembali berlanjut di babak 8 besar. Kali ini ia menghadapi Fitriani, sang unggulan kedua di kejuaraan ini sekaligus tunggal putri terbaik kedua milik Merah Putih.

Setelah sama sekali tak memberikan kesempatan Fitriani untuk berkembang sejak awal permainan, Putri KW sukses menekuk sang unggulan kedua lewat straight game 21-17 dan 21-15, dalam durasi 42 menit. Langkah Putri berjalan mulus hingga partai puncak, selepas di semifinal menundukkan unggulan 6, Asti Dwi Widyaningrum, juga lewat duel dua set langsung.

Namun, partai final yang menghadirkan duel rematch antara Putri KW vs Gregoria Mariska kali ini tak berujung manis bagi Putri. Pemain 18 tahun itu menyerah dua set langsung 17-21 dan 10-21, dalam tempo hanya 34 menit saja.

"Kak Gregoria lebih siap dan lebih mengontrol jalannya permainan. Sedangkan saya seperti cuma menerima-menerima saja," ujar Putri KW selepas laga, dikutip dari laman PBSI.

"Tidak seperti di pertemuan sebelumnya (penyisihan grup), kali ini saya lebih hati-hati dan nggak yakin dengan permainan saya sendiri," imbuhnya.

Terlepas dari kegagalan Putri Kusuma Wardani dalam menutup kiprahnya dengan manis di kejuaraan ini, tapi yang pasti para pemain junior telah mendapat pengalaman berharga dalam menghadapi para senior yang telah memiliki jam terbang lebih tinggi.

"Saya banyak dapat pengalaman dari home tournament ini. Saya bisa melawan pemain yang lebih senior, oh begini ya rasanya main melawan senior," ujar Putri.

"Sebetulnya saya puas dengan penampilan saya secara keseluruhan selama turnamen ini, tapi untuk di final tadi saya enggak puas," tutupnya

Kiprah Putri Kusuma Wardani dalam belantika badminton internasional pertama kali ia jalani dalam turnamen Marfuah Victor Exist Jakarta Open Junior International 2016. Dalam kejuaraan junior khusus U-17 dan U-15 yang digelar bulan Agustus 2016 tersebut, Putri mampu melaju hingga semifinal. Ia terhenti di tangan tunggal Korea Selatan, So Yul Lee.

Tahun 2016 Putri juga sanggup merebut satu kali peringkat runner-up di ajang Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2016. Ia kandas di partai puncak lewat pertarungan rubber game dari pemain muda Korea Selatan yang saat ini masuk dalam 10 besar dunia, An Se Young.

Gelar individual perdana Putri KW dalam turnamen BWF ia torehkan di ajang Jakarta Junior International Series 2019. Kala itu di partai puncak, ia menundukkan kompatriotnya sendiri, Maharani Sekar Batari, lewat duel straight game.

Tak hanya itu, tahun 2019 juga meninggalkan catatan manis bagi Putri yang turut mengantar timnas beregu junior Indonesia merengkuh trofi Suhandinata Cup 2019 di Kazan, Rusia. Torehan tersebut juga tercatat sebagai gelar Suhandinata Cup pertama kali bagi Indonesia sepanjang sejarah.

Di laga final Putri yang turun pada partai kedua turut menyumbang satu poin kemenangan tim beregu campuran Indonesia, dengan menekuk wakil Cina, Zhou Meng, lewat duel rubber game 21-18, 20-22, dan 21-14. Secara keseluruhan skor akhir tim Indonesia menang 3-1 atas Cina.


Baca juga artikel terkait PBSI HOME TOURNAMENT 2020 atau tulisan menarik lainnya Oryza Aditama
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Oryza Aditama
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Ibnu Azis
DarkLight