Putin Bertemu Erdogan di Rusia Bahas Penjualan Rudal ke Turki

Oleh: Dina Arristy - 9 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
Putin dan Erdogan melakukan pertemuan di Moskow untuk membahas masalah Suriah serta memperdalam hubungan bisnis, termasuk penjualan rudal Rusia.
tirto.id - Presiden Rusia, Vladimir Putin menjadi tuan rumah dalam kunjungan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan ke Moskow, Rusia pada Senin (8/4/2019).

Kunjungan Erdogan ke Rusia tersebut merupakan yang ketiga tahun ini, dan untuk membahas langkah kedua negara dalam permasalahan di Suriah serta memperdalam hubungan bisnis, termasuk penjualan rudal S-400 milik Rusia.

Erdogan mengatakan, Turki telah melakukan kesepakatan dengan Rusia untuk tidak akan tunduk dari tekanan manapun.

“Pada masalah S-400, kami telah menentukan peta jalan kami, kami telah mengambil langkah-langkah. Mereka yang memberi tahu kami untuk menyerahkan rencana kami, mereka yang membuat rekomendasi tidak mengenal kami. Jika kita telah membuat kontrak, jika kita telah mencapai kesepakatan, maka bisnis ini selesai. Ini adalah hak kedaulatan kami, ini adalah keputusan kami,” kata Erdogan dilansir AP News.

Putin menggambarkan kontrak S – 400 sebagai prioritas utama dalam kerja sama antara kedua negara ini.

Sebelumnya pekan lalu, Wakil Presiden AS, Mike Pence mengingatkan Turki karena mempertaruhkan keanggotaanya di NATO dan telah mengagalkan partisipasinya untuk bekerja sama dengan AS dalam program pesawat tempur F – 35.

Mengkutip AP News, Putin dan Erdogan juga membicarakan tentang penyelesaian pipi gas yang akan menghubungkan antara Rusia dengan Turki.

Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di Turki, dan akan mulai beroperasi pada tahun 2023 serta proyek – proyek ekonomi lainnya.

Erdogan juga menyampaikan jumlah wisatawan Rusia yang mengunjungi Turki tahun lalu mencapai 6 juta wisatawan.

Putin dan Erdogan saling menyapa dengan sebutan “teman baik ku” selama pembicaraan berlanjut.

Dalam persoalan Suriah, Putin dan Erdogan bersama dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani akan melanjutkan kerja trilateral dalam format Astana yang bertujuan untuk menyelesaikan krisis di Suriah.

“Sekarang, ketika pasukan teroris utama telah dikalahkan, penting untuk memfokuskan pada stabilisasi akhir di situasi lapangan dan mempromosikan penyelesaian politik, sejalan dengan Resolusi PBB 2254. Kami sepakat untuk memfasilitasi peluncuran awal komite konstitusi,” kata Putin seperti diwartakan Anadolu Agency.

Sejauh ini Rusia dan Turki masih gagal untuk mengimplementasikan pembangunan pusat pemantauan, namun Putin yakin semua pusat teroris bisa dihancurkan demi mencapai perdamaian.

Putin juga menyatakan keputusan Donald Trump mengakui Dataran Tinggi Golan atas Israel bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Erdogan berniat untuk menciptakan zona aman untuk menjaga pasukan liar Kurdi Suriah, dan Unit Perlindungan Rakyat Atau YPG dari perbatasannya. YPG adalah “kelompok teroris” yang berhubungan dengan pemberontak Kurdi di Turki.

Putin dan Erdogan berjanji untuk melanjutkan upaya penyelsaian politik di Suriah dengan membentuk komite untuk merancang konstitusi baru di Suriah.


Baca juga artikel terkait TURKI atau tulisan menarik lainnya Dina Arristy
(tirto.id - Politik)


Penulis: Dina Arristy
Editor: Yandri Daniel Damaledo