Puncak Macet Panjang, Pengendara Diminta Lewat Jalur Alternatif

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 1 Januari 2018
Hingga menjelang sore, laju kendaraan tersendat dan antrean terus memanjang hingga mencapai 25 kilometer.
tirto.id - Pengendara dengan tujuan Bogor dan seterusnya dari arah Cianjur-Bandung disarankan untuk mengambil jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi karena antrean yang cukup panjang hingga 25 kilometer.

Pasalnya hingga menjelang sore, laju kendaraan tersendat dan antrean terus memanjang dengan ekor antrean mencapai 25 kilometer. Polres Cianjur, juga kembali menutup jalur Puncak.

"Jalur kembali kami tutup mulai dari perempatan tugu Lampu Gentur-By Pass, Cianjur, untuk mengantisipasi macet total dan terus memanjangnya antrean kendaraan menuju arah Bogor di Jalur Puncak-Cipanas," kata Kanit Turjawali Polres Cianjur, Iptu Yudistira, Senin (1/1/2018).

Dia menjelaskan, volume kendaraan akan terus bertambah di jalur tersebut, seiring tutupnya sejumlah tempat wisata yang terhubung langsung dengan jalur utama Puncak-Bogor.

Guna mengantisipasi terjadinya macet total petugas di masing-masing pos di sepanjang jalur Bandung-Cianjur, ia mengimbau pengguna jalan untuk mengambil arah Jonggol dari arah Bandung dan menuju arah Sukabumi dari kota Cianjur.

Meskipun telah dilakukan berbagai upaya untuk mencairkan antrean yang sudah terjadi sejak pagi hingga sore menjelang, namun kemacetan masih terjadi.


Puncak arus balik libur panjang Natal dan Tahun Baru diperkirakan akan terjadi menjelang malam.

"Saat ini kedua jalur alternatif sudah mulai terlihat padat merayap, tidak seperti di Jalur Puncak-Cianjur, laju kendaraan tersendat selama beberapa menit. Untuk itu, kami arahkan pengendara untuk menggunakan jalur alternatif," kata Yudistira.

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu koordinasi dengan Polres Bogor, untuk memberlakukan sistim satu arah menuju Bogor dari Cianjur, sebagai satu-satunya upaya untuk mencairkan antrean yang terus memanjang.


Baca juga artikel terkait TAHUN BARU 2018 atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight