PSS Sleman Siap Jual 75 Persen Saham Jelang Liga 1 2020

Oleh: Iswara N Raditya - 29 Januari 2020
PSS Sleman siap menjual saham mayoritasnya hingga sebesar 75 persen menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2020.
tirto.id - PSS Sleman siap menjual saham mayoritasnya hingga 75 persen menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2020. Hal ini menjadi kesepakatan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Putra Sleman Sembada (PT PSS). Hanya saja, belum terkuak identitas investor yang bakal menjadi pemegang saham terbesar tim Super Elang Jawa nantinya.

RUPS dipimpin oleh Direktur Utama PT PSS, Yoni Arseto, untuk membahas dua agenda utama yakni laporan keuangan tahun 2019 dan rencana penjualan saham. Sebesar 75 persen saham yang siap dilepas itu termasuk milik Soekeno yang saat ini masih menjadi pemegang saham mayoritas di PSS Sleman.

“Siapa pembelinya akan diketahui dalam RUPS mendatang,” elak Humas PT PSS, Johannes Sugianto, usai pelaksanaan RUPS PT PSS yang dilangsungkan di Hotel Rich, Sleman, Yogyakarta, Selasa (28/1/2020) malam.

Dengan dijualnya mayoritas saham kepada investor, diharapkan PSS Sleman memperoleh dampak positif dalam menjalani kompetisi Liga 1 2020 musim depan. Pemilik baru PSS Sleman nanti juga diminta agar bisa menjaga hubungan baik antara manajemen klub dengan suporter dan seluruh elemen sepak bola di Kabupaten Sleman.


Skuad PSS Sleman saat ini sedang menjalani pemusatan latihan di Jakarta sebagai persiapan jelang kompetisi Liga 1 2020. Musim lalu, Super Elang Jawa tampil mengejutkan dengan finis di posisi 8 klasemen akhir Liga 1 2019 dan merupakan satu-satunya tim promosi yang berhasil bertahan di kompetisi kasta tertinggi.

Pemusatan latihan yang dilakoni Bagus Nirwanto dan kawan-kawan dipimpin oleh juru taktik anyar PSS Sleman sekaligus mantan asisten pelatih Timnas Indonesia dan Persija Jakarta, Eduardo Perez, sebagai pengganti Seto Nurdiantoro yang tidak diperpanjang kontraknya.

Baca juga artikel terkait LIGA 1 2020 atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Agung DH
DarkLight