Final Piala Indonesia Leg 2

PSM vs Persija Ditunda, Ferry Pastikan Tak Terkait Mafia Bola

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 30 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
CEO Persija pastikan tak ada mafia bola di balik ditundanya final Piala Indonesia 2018/2019 leg 2.
tirto.id - CEO Persija, Ferry Paulus menampik selentingan-selentingan yang beredar di antara suporter seputar kemungkinan keterlibatan mafia bola yang bikin laga leg 2 final Piala Indonesia 2018/2019 antara PSM vs Persija Minggu (28/7/2019) kemarin ditunda. Ferry lantas mengklaim saat ini kondisi sepak bola Indonesia, khususnya terkait isu mafia bola sudah "sangat baik."

“Saya pikir terlalu jauh ya, bicara soal mafia bola, apalagi mafia-mafia yang lain. Menurut saya, apa yang ada di dalam sepak bola Indonesia pasca-selesainya Satgas Antimafia, sepak bola ini menurut saya sudah sangat baik,” tutur Ferry di Rasuna Office Park, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Meski demikian, Ferry sendiri juga tidak berani menggaransi kalau sepak bola sudah bersih dari praktik-praktik kotor. Sebagai pelaku di industri si kulit bundar, dia tidak menampik kalau praktik-praktik suap dalam sepak bola memang benar adanya.

“Jadi keliru. Sepak bola memang di manapun juga ada, mafia, bahkan mungkin rumah judi itu mengindikasikan ada aliran atau banyak hal terjadi. Tapi kaitannya dengan yang kemarin saya bisa pastikan tidak ada. Itu murni ketidaknyamanan kami bertanding,” lanjut dia.


Duel PSM vs Persija sendiri tertunda karena para pemain tim tamu merasa tidak ada jaminan keamanan. Sebab mereka dua kali mendapat intimidasi. Berupa suara petasan dan geberan motor di sekitar hotel tempat Persija menginap, Jumat (26/8/2019) malam serta pelemparan bus yang digunakan mobilisasi pemain dan ofisial pada Sabtu (27/7/2019) sore.

Akibat tertundanya duel PSM vs Persija akhir pekan lalu, kedua kesebelasan diagendakan melakoni pertandingan pengganti pada Selasa (6/8/2019) pekan depan. Stadion Andi Mattalatta, Makassar, akan tetap jadi tuan rumah, sesuai dengan keputusan PSSI.

“Persija tidak pernah khawatir main di mana pun. Bahkan ketika ibu Sekjen [PSSI] datang menyampaikan bahwa pertandingan ini ditunda dan awalnya akan dipertandingkan di tempat netral, karena ada pihak dari pak Munafri atau PSM minta main tetap di situ [Makassar], juga kami sanggupi. Itu membuktikan bahwa mari kita bertanding, secara fair, secara sportif, ya kita lihat nanti di lapangan seperti apa hasilnya. Tanpa intimidasi, tanpa pressure, tanpa tekanan-tekanan,” tandas Ferry.


Baca juga artikel terkait PIALA INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Herdanang Ahmad Fauzan
Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Ibnu Azis
DarkLight