Menuju konten utama

Proyek MRT Fase II Bundaran HI-Kampung Bandan Dibangun 2018

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta berencana memulai proses pembangunan MRT fase II dengan rute Bundaran HI-Kampung Bandan pada 2018 mendatang.

Proyek MRT Fase II Bundaran HI-Kampung Bandan Dibangun 2018
Suasana proyek pembangunan mass rapid transit (MRT) di Kawasan Blok M, Jakarta, Jumat (23/6). ANTARA FOTO/Reno Esnir.

tirto.id - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta berencana memulai proses pembangunan MRT fase II dengan rute Bundaran HI-Kampung Bandan pada 2018 mendatang.

"Rencananya, kami akan melakukan groundbreaking pembangunan MRT fase II tahun depan," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar di Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Saat ini, menurut dia, rencana pembangunan sarana transportasi massal tersebut masih dalam tahap desain dasar (basic engineering design).

"Beberapa waktu lalu, kami sudah selesaikan tahap studi kelayakan atau feasibility study. Sekarang masuk tahap basic engineering design," ujar William.

Lebih lanjut, dia menuturkan pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat mengenai rencana pembangunan MRT Bundaran HI-Kampung Bandan tersebut.

"Untuk anggaran pembangunan MRT fase II itu sendiri dialokasikan sebesar Rp25,1 triliun. Kami sudah koordinasikan dengan pemerintah pusat," tutur William.

MRT fase II tersebut nantinya akan memiliki total panjang lintasan 8,3 kilometer dengan delapan stasiun bawah tanah, yaitu Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota dan Kampung Bandan.

Sementara itu, saat ini PT MRT Jakarta masih membangun MRT fase I Lebak Bulus-Bundaran HI yang ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2019 mendatang.

Penyelesaian proyek MRT Jakarta Tahap I sudah mencapai 50 persen untuk terowongan bawah tanah, dan 22 persen untuk jalur layang. Pengerjaan konstruksi terowongan jalur bawah tanah saat ini mencapai 3.412,5 meter.

Ada empat mesin bor bawah tanah yang bekerja di sepanjang kawasan Senayan hingga Bundaran HI. Dengan rincian, mesin bor Antareja telah berhasil mengebor terowongan bawah tanah sepanjang 1.276,5 meter, mesin bor Antareja II sepanjang 1,012,5 meter, mesin bor Mustikabumi I sepanjang 682,5 meter dan Mustikabumi II sepanjang 441 meter.

Terowongan MRT ini memiliki diameter 6,05 m yang dibentuk oleh 6 panel dinding berukuran 1,5 m dan dengan ketebalan 30 cm. Teknologi yang digunakan untuk pembuatan terowongan ini adalah dengan menyuntikkan cairan yang dapat mengeras dalam waktu 10 detik. Teknologi ini untuk mengisi kekosongan antara tanah dan terowongan agar tidak terjadi penurunan permukaan tanah.

Baca juga artikel terkait PROYEK MRT atau tulisan lainnya dari Maya Saputri

tirto.id - Bisnis
Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri