Menuju konten utama

Protes Harga Anjlok, Peternak akan Bagikan 1,5 Ton Telur Gratis

Telur yang sudah masuk sekitar 1,5 ton dan ayamnya sekitar 100 ekor. Peternak akan bagikan kepada warga secara gratis.

Protes Harga Anjlok, Peternak akan Bagikan 1,5 Ton Telur Gratis
Pekerja mengambil telur ayam di Desa Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (23/9/2021). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/hp.

tirto.id - Para peternak di Blitar, Jawa Timur berencana membagikan telur gratis sebanyak 1,5 ton sebagai bentuk protes terkait kurangnya perhatian pemerintah atas harga beli telur yang anjlok di pasaran. Aksi pembagian telur gratis ini akan dilakukan di beberapa titik.

Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Indonesia (PPRN) Alvino Antonio menjelaskan, beberapa pekan lalu harga telur dari peternak hanya dihargai sekitar Rp14.800/kg. Saat ini tidak jauh berbeda, harga jual telur ada di kisaran Rp15.800.

"Aksi itu dilakukan karena prihatin ya harga telur murah," kata dia kepada reporter Tirto, Selasa (28/9/2021).

Koordinator Acara Yesi Yuni Astuti menjelaskan, aksi pembagian telur gratis akan dilakukan di sejumlah titik. Seperti di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, sepanjang jalan antara Kantor Pemkab Blitar ke lokasi DPRD Kabupaten Blitar, sepanjang jalan di Kecamatan Udanawu hingga kantor pemerintah kabupaten dan beberapa titik simpang empat.

"Telur yang sudah masuk sekitar 1,5 ton dan ayamnya sekitar 100 ekor. Ini akan dibagikan kepada warga," terang dia.

Adapun aksi ini merupakan aksi lanjutan dari protes yang sudah dilakukan oleh peternak sejak sebulan lalu. Harga jual telur saat ini anjlok di angka Rp15.800. Padahal menurut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 Tahun 2020 mengenai Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen, harga acuan pembelian telur di tingkat peternak ditetapkan Rp19.000-Rp21.000/kg.

Ketua Umum Asosiasi Peternak Layer Nasional, Ki Musbar Mesdi menjelaskan, kondisi ini diperparah karena di saat yang bersamaan harga pakan jadi dan jagung harganya naik sampai Rp6.800 dari harga normal Rp4.000/kg.

"Dengan kondisi harga pakan jadi saat ini Rp6.500 - 6.800/kg membuat harga pokok produksi per kg telur menyentuh Rp22.000an/kg kerugian di level peternak ada di dikisaran Rp5.000/kg," terang dia.

Baca juga artikel terkait PETERNAK atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Abdul Aziz