Profil Tun Abdul Razak, Tokoh Pendiri ASEAN dari Malaysia

Oleh: Maysa Ameera Andarini - 19 Oktober 2021
Dibaca Normal 1 menit
Salah satu dari 5 tokoh pendiri ASEAN adalah Tun Abdul Razak dari Malaysia. Dia merupakan perdana menteri kedua Malaysia.
tirto.id - Berdiri pada tanggal 8 Agustus 1967, Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) adalah organisasi regional yang menaungi sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. ASEAN yang kini memiliki 10 anggota didirikan oleh 5 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Singapura.

Pendirian ASEAN ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Bangkok (Deklarasi ASEAN) oleh perwakilan dari 5 negara tersebut. Salah satu tokoh yang menandatangani Deklarasi ASEAN itu adalah Tun Abdul Razak.

Maka, tokoh asal Malaysia bernama lengkap Tun Haji Abdul Razak bin Datuk Haji Hussein (Abdul Razak Hussein) itu kerap disebut sebagai bapak pendiri ASEAN, bersama Adam Malik (Indonesia), Thanat Khoman (Thailand), S. Rajaratnam (Singapura), dan Narciso Ramos (Filipina).

Tun Abdul Razak merupakan Perdana Menteri Malaysia kedua. Dikenal dengan julukan “Bapak Pembangunan,” Tun Abdul Razak adalah sosok penting bagi Malaysia yang selalu dikenang hingga saat ini.


Profil Tun Abdul Razak dan Perjalanan Hidupnya

Tun Abdul Razak lahir di Pekan, Pahang, Malaysia pada tanggal 11 Maret 1922. Sejak masa pendidikan, Tun Abdul Razak dikenal sebagai siswa yang cemerlang di Sekolah Tinggi Melayu Kuala Langsar. Dia pun menjabat sebagai Pegawai Tadbir Melayu di Sekolah Tinggi Melayu pada tahun 1939.

Dianugerahi beasiswa, Tun Abdul Razak lalu melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Raffles, Singapura, setahun setelah melepas statusnya di Sekolah Tinggi Melayu. Selesai menempuh pendidikannya di Singapura, dia kembali menerima beasiswa Konfrontasi pada tahun 1947 sehingga bisa belajar di Inggris.

Sewaktu di Inggris, Abdul Razak aktif di berbagai organisasi hingga ia menjadi pimpinan Uni Melayu Great Britain. Selain itu, ia juga menjadi anggota Partai Buruh Inggris. Pada tahun 1950, Abdul Razak mendapatkan Degree of an utter Barrister atau gelar pengacara dari Lincoln's Inn .

Selain menjadi pengacara ternama, Abdul Razak berhasil menjadi politikus berpengaruh. Usai balik ke Malaysia, di tahun 1950, ia merintis karier politik dengan menjadi Ketua Pemuda Organisasi Nasional Melayu Bersatu. Setelah berjuang 7 tahun, dia menjadi salah satu tokoh kunci dalam kemerdekaan Malaysia dari Inggris pada 1957.

Hasil pemilu di tahun 1959 mengantarkan Abdul Razak menempati posisi Menteri Pembangunan Luar Kota sembari menjalankan tugasnya sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia. Pada tahun 1967, Tun Abdul Razak diutus menjadi perwakilan Malaysia untukl menandatangani Deklarasi ASEAN.

Puncak karier politik Abdul Razak adalah ketika ia menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia pada tahun 1970. Salah satu kebijakannya sebagai perdana menteri yang membuat ia dijuluki Bapak Pembangunan Malaysia adalah New Economic Policy (NEP). Paket kebijakan NEP di masa pemerintahan Tun Abdul Razak membuat pertumbuhan ekonomi Malaysia mengalami peningkatan signifikan pada dekade 1970-an.

Baca juga artikel terkait ASEAN atau tulisan menarik lainnya Maysa Ameera Andarini
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Maysa Ameera Andarini
Penulis: Maysa Ameera Andarini
Editor: Addi M Idhom
DarkLight