Syekh Ali Jaber Wafat

Profil Syekh Ali Jaber Semasa Hidup: Angkat Pemulung Jadi Anaknya

Oleh: Dhita Koesno - 14 Januari 2021
Dibaca Normal 2 menit
Profil Syekh Ali Jaber semasa hidup: pernah jadi korban penusukan hingga angkat anak bocah pemulung.
tirto.id - Syekh Ali Jaber yang memiliki nama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber meninggal dunia pada usia 44 tahun saat dirawat di Rumah Sakit YARSI, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2021), pukul 8.30 WIB.

Kabar meninggalnya Syekh Ali Jaber disampaikan rekan sesama pendakwah, Yusuf Mansyur hari ini melalui akun instagram resminya.

"Innaa lillaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji'uun Syaikh Ali Jaber wafat di RS Yarsi, jam 8.30. Mohon do'anya," tulis Yusuf Mansyur.

Profil Syekh Ali Jaber


Syekh Ali Jaber merupakan seorang pendakwah dan ulama asal Madinah kelahiran 3 Februari 1976 yang berkewarganegaraan Indonesia (WNI). Ia juga menjadi juri pada Hafiz Indonesia dan menjadi da'i dalam berbagai kajian di berbagai stasiun televisi nasional.

Ali Jaber menjalani pendidikan formal dari ibtidaiyah hingga Aliyah di Madinah. Setelah lulus sekolah menengah, ia melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Alquran pada tokoh dan ulama ternama di Arab Saudi.

Syekh Ali Jaber mulai berdakwah di Indonesia sejak tahun 2008, dan resmi menjadi WNI pada tahun 2012.

Sulung dari 12 bersaudara ini mendapatkan bimbingan agama dari sang Ayah sejak dirinya masih kecil. Ayahnya adalah seorang penceramah agama yang memiliki harapan Ali Jaber bisa seperti dirinya, menjadi pendakwah.

Syekh Ali Jaber telah menghapal 30 juz Alquran sejak usianya 10 tahun, bahkan di umur 13 tahun ia diamanahi untuk menjadi imam Masjid di salah satu Masjid Kota Madinah.

Selama perjalanannya dalam belajar agama, ia rutin mengajar dan berdakwah, khususnya di tempat ia tinggal, di Masjid tempat ayahnya mensyiarkan Islam dan ilmu Alquran.

Pada tahun 2008, Syekh Ali Jaber menikah dengan Umi Nadia, wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat dan dari pernikahan ini, keduanya dikaruniai seorang anak yang diberi nama Hasan.

Deretan Kejadian yang Pernah Dialami Syekh Ali Jaber


1. Meminta Maaf karena Berbeda Pendapat dengan Ulama Nusantara

Dikutip dari Antara, pengamat media sosial dari Komunikonten Hariqo Wibawa Satria mengatakan bahwa Syekh Ali Jaber merupakan seorang sosok yang rendah hati.

Hal ini terlihat saat dirinya mau meminta maaf secara terbuka pada tahun 2015 karena adanya perbedaan pendapat dengan sejumlah ulama Nusantara di mana kasusnya juga sempat viral.

Permohonan maaf secara terbuka yang dilakukan Syekh Ali Jaber pada tahun 2015 itu juga disertai permohonan bimbingan dari para ustad, kiai dan Majelis Ulama Indonesia terhadap dirinya.

"Memang sudah semestinya penceramah harus baper atau bawa perasaan ketika menyampaikan dakwah dan tidak boleh baper jika dikritik masyarakat atau diingatkan oleh ulama sepuh dan senior," kata Hariqo.

Hariqo mengatakan sikap Ali sebagai pendakwah yang meminta maaf karena perbedaan pandangan itu sikap terpuji dan patut dicontoh dai lain jika ada ketidaksamaan dalam isi dan atau pendekatan dakwah.

2. Jadi Korban Penusukan Orang Tak Dikenal

Syekh Ali Jaber pernah menjadi korban penusukan orang tak dikenal saat menghadiri wisuda perdana tahfidz Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) serta perayaan tahun baru Islam 1442 H di Jalan Tamin, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, Minggu (13/9/2020) .

Menurut saksi mata bernama Andika, peristiwa ini bermula ketika Ali Jaber hendak memberikan hadiah kepada seorang anak yang bisa membaca Al-Fatihah dengan benar.

Ali Jaber yang sedang duduk di kursi bertanya ke anak itu, mau sepeda atau hadiah lain. Kemudian anak tersebut turun panggung [menuju] ke ibunya untuk bertanya, lalu naik lagi ke panggung dan memberitahu Syekh Ali Jaber dia ingin sepeda.

Ali Jaber lalu memanggil ibu si anak ke atas panggung dan meminjam ponselnya untuk foto bersama. Namun ponsel ternyata rusak, tidak bisa menyimpan gambar. Ali Jaber lantas meminjam ponsel jemaah lain.

"Saat Ali Jaber mencoba meminjam handphone itu, pelaku penusukan lari dari arah sebelah kanan, langsung naik ke panggung dan menusuk Syekh. Kami semua tidak menyangka," kata Andika.

Saat kejadian, pelaku langsung ditangkap dan dikeroyok oleh para jemaah. Ali Jaber sendiri saat itu bisa berdiri menenangkan jemaah, meski pisau masih menancap. Luka kelak ditutup dengan enam jahitan di bagian dalam dan empat di luar. Kasus tersebut juga telah ditangani oleh kepolisian.

3. Angkat Bocah Pemulung yang Baca Alqur'an di Trotoar Jadi Anak

Beberapa bulan yang lalu seorang bocah pemulung bernama Muhammad Ghifari Akbar ramai diperbincangkan karena fotonya sedang membaca Alquran di pinggir jalan tersebar di media sosial.

Syekh Ali Jaber yang juga mengikuti perkembangan sang bocah pemulung lalu mengangkatnya menjadi anak, bahkan berniat mempersiapkannya menjadi seorang imam besar. Tak hanya itu, Ali Jaber juga berencana memberangkatkan Akbar untuk pergi umroh bersamanya.

Menurut Ali Jaber, sosok Akbar tepat untuk dijadikan figur percontohan lantaran mencerminkan seorang pemuda yang tak kenal lelah berusaha di tengah sulitnya cobaan kehidupan.

"Ada beberapa permintaan, mudah-mudahan hajat saya dikabulkan. Pertama saya punya keinginan kalau Akbar terima, saya ingin ananda akbar jadi anak angkat saya. Saya akan pimpin kamu sampai Insyaallah hafal 30 jus Alquran. Saya akan maksimal menjadikan kamu sebagai Imam Besar di Indonesia," kata Syekh Ali Jaber waktu itu dalam acara Kabar Petang di TVOne, Jumat (7/11/2020) lalu.

Selamat jalan Syekh Ali Jaber.



Baca juga artikel terkait SYEKH ALI JABER atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dhita Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight