Sejarah Hari Ini

Profil Sandro Tonali: Gelandang Brilian Italia Penerus Andrea Pirlo

Oleh: Wan Faizal - 7 Mei 2020
Dibaca Normal 2 menit
Hari ini, tanggal 8 Mei 2020, Sandro Tonali yang disebut-sebut sebagai penerus Andrea Pirlo di Brescia dan Timnas Italia, merayakan ulang tahun ke-20.
tirto.id - Hari ini merupakan sejarah bagi Sandro Tonali yang merayakan ulang tahun ke-20 tanggal 8 Mei 2020. Profil gelandang muda yang disebut-sebut penerus Andrea Pirlo ini sedang naik daun berkat aksinya bersama Brescia di Liga Italia Serie A.

Lahir di Lodi, Italia, pada 8 Mei 2000 atau tepat dua dekade silam, Sandro Tonali memulai karier sepak bola di tim junior Piacenza ketika masih berusia 9 tahun. Hanya tiga tahun di sana, Tonali pindah ke akademi Brescia.

Lima tahun berada di tim muda Brescia, Sandro Tonali yang mengaku sebagai penggemar AC Milan akhirnya mampu menembus skuad senior klub yang bermarkas di Stadion Mario Rigamonti‎ itu.

Tanggal 26 Agustus 2017, Sandro Tonalo melakoni debutnya di Brescia. Saat itu, ia masuk sebagai pemain pengganti saat Le Rondinelle kalah dari Avellino di pertandingan Serie B.

Total pada musim perdananya sebagai pesepakbola profesional itu, Tonali mengemas 19 penampilan dan 2 gol. Gol pertamanya lahir ketika Brescia menang atas Salernitana pada 28 April 2018.

Transfermarkt memperkirakan, nilai jual Sandro Tonali saat ini berada di kisaran 31,5 juta euro. Namun, nominal itu tentu saja bisa melesat naik jika Tonali mampu meningkatkan performa dan menjadi rebutan sengit di bursa transfer nanti.


Mutiara Berharga Serie A

Sandro Tonali semakin dikenal publik di musim berikutnya. Ia bahkan memainkan peran krusial dalam membawa Brescia menjadi juara Serie B sekaligus promosi ke strata sepak bola tertinggi di Liga Italia, Serie A, musim 2019/2020.

Impian Sandro Tonali untuk bermain di Serie A terwujud. Kebahagiaannya semakin lengkap lantaran mendapat panggilan ke tim nasional Italia. Sandro Tonali menjalani debut bagi Azzurri pada 15 Oktober 2019 saat laga kontra Liechtenstein.

“Bisa membantu tim promosi ke Serie A adalah sensasi terbesar bagi saya setelah mendapatkan panggilan dari Timnas Italia,” ujar pemain yang juga telah memperkuat Timnas Italia U19 dan U21 ini.

Di Serie A, Sandro Tonali menjadi andalan lini tengah Brescia dan tampil dalam 23 pertandingan sebelum kompetisi terpaksa dihentikan sementara akibat dampak pandemi virus Corona COVID-19.

Kendati Brescia masih terpuruk di dasar klasemen Serie A, namun Sandro Tonali tetap mempesona. Ia dinilai punya masa depan yang cerah. Tak heran, banyak klub mapan Italia dan Eropa yang mulai mengincar pemain ini.

Di Italia, ada Inter Milan dan Juventus yang terus memantau perkembangan Sandro Tonali. Football Italia pernah mengabarkan bahwa Inter Milan sudah menyiapkan dana 40 juta euro untuk mendapatkan Sandro Tonali.

Bahkan, raksasa La Liga Spanyol, Barcelona, juga sering dikait-kaitkan dengan talenta emas sepak bola Italia ini. Sang pemain tentu punya beragam pilihan. Namun, Beppe Bozz selaku agennya menyarankan Sandro Tonali tetap berkiprah di Italia dulu.

“Saya sudah mengenal Sandro Tonali dalam dua tahun terakhir. Ia punya bakat besar dan tak semua pemain seusianya bisa mendapatkan kesempatan yang sama," ungkap Beppe Bozzo.

"Tapi menurut saya, akan lebih baik jika Sandro Tonali bertahan di Italia. Di sini ia bisa menjadi andalan di tim besar. Serie A akan sangat rugi jika sampai kehilangan Sandro,” imbuhnya.


The Next Andrea Pirlo?

Banyak yang beranggapan bahwa karakter permainan Sandro Tonali amat mirip dengan Andrea Pirlo, salah satu gelandang paling brilian yang dimiliki Italia dan kebetulan juga pernah memperkuat Brescia semasa masih merumput.

Julukan The Next Andera Pirlo pun mulai disematkan kepada sosok Sandro Tonali. Benarkah demikian? Apakah Tonali sudah layak menyandang gelar itu? Lantas, apa saja persamaan Tonali dengan Pirlo?

Keduanya merupakan lulusan akademi Brescia dan pernah membela klub yang berdiri sejak 1911 ini.

Selain itu, gaya main serta peran Pirlo dan Tonali di lapangan cukup identik. Seperti Pirlo, posisi asli Toneli adalah gelandang tengah selaku pengatur serangan, namun bisa juga berperan sebagai gelandang jangkar di depan lini pertahanan.

Kemiripan antara Toneli dan Pirlo semakin kentara jika melihat penampilan atau fisik kedua gelandang cerdas ini.

Francesco Totti, eks kapten AS Roma legenda hidup Italia yang pernah meraih juara Piala Dunia 2006 bersama Pirlo, membenarkan hal itu. Totti mengakui bahwa Tonali punya kesamaan dengan mantan kompatriotnya tersebut.

Bahkan, Totti menilai Tonali lebih kuat dan punya sedikit karakter yang lekat dengan Gennaro Gattuso, mantan gelandang AC Milan serta Italia berjuluk "il rhino" alias "si badak", berkat kekuatan fisik dan staminanya yang sangat prima.

“Tonali saya rasa adalah perpaduan dari Pirlo dan Gattuso. Ia punya segalanya yang bisa dimiliki oleh seorang pemain," sebut Totti.

"Ia sangat bagus dalam mengubah jalannya pertandingan, bagus secara teknik, dan ia pemain yang tenang baik di pertandingan penting maupun yang biasa," tambahnya.

Totti bahkan yakin Tonali punya peluang besar untuk menjadi salah satu gelandang terbaik dunia. "Saya pikir ia bisa menjadi pemain hebat seperti (Steven) Gerrard, (Daniele) De Rossi, atau (Frank) Lampard,” beber Totti.


Mantan pemain yang sempat masuk di jajaran manajemen AS Roma ini ternyata juga menginginkan sosok Sandro Tonali. Totti ingin mengajak Tonali bergabung dengan agensinya.

“Saya pastinya akan melakukan apa pun untuk mengajak Tonali bergabung dengan saya. Jika dia cukup pintar maka ia akan mau menerima tawaran saya dan bisa berkembang lagi ke depannya," paparnya.

Kendati begitu, Totti yang mulai menggeluti profesi sebagai agen pemain sejak Februari 2020 lalu ini masih menunggu situasi membaik sebelum benar-benar bakal mengejar Tonali.

"Tapi semua juga tergantung dengan nilai pasar saat ini dan kapan sepakbola akan bergulir lagi,” tutup Totti.

Baca juga artikel terkait PROFIL PEMAIN SEPAKBOLA atau tulisan menarik lainnya Wan Faizal
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight