Profil Markplus yang Tangani Survei Penilaian Integritas KPK 2021

Oleh: Alfian Putra Abdi - 28 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
KPK menunjuk PT MarkPlus Indonesia (PT Markplus, Inc) untuk melakukan Survei Penilaian Intergritas (SPI) 2021 dengan anggaran Rp16.498.680.000.
tirto.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjuk PT MarkPlus, Inc untuk melakukan pemetaan dan mengawasi risiko korupsi di kementerian/lembaga/pemerintah daerah. Kerja sama mereka diberi nama Survei Penilaian Intergritas (SPI) 2021.

MarkPlus akan bertugas melakukan survei secara daring dan observasi lapangan terhadap para pegawai di 639 kementerian/lembaga/pemerintah daerah; serta kepada pengguna layanan seperti masyarakat atau perusahaan swasta atau narasumber ahli, LSM dan termasuk jurnalis.

Plt Juru Bicara Bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan, "kegiatan berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2021."

SPI 2021 diperuntukkan untuk meningkatkan kesadaran risiko korupsi dan perbaikan sistem antikorupsi.

MarkPlus dan KPK sudah terlibat kerja sama sejak lama. Dilansir dari LPSE Kemenkeu, KPK pernah melibatkan MarkPlus dalam Pengadaan Survei Partisipasi Publik dan Indeks Anti Gratifikasi pada 2019. Proyek tersebut memakan dana Rp561.110.000. Sumber pendanaan dari APBN 2019.

Pada 2020, KPK dan MarkPlus juga kerja sama untuk proyek Piloting Survei Penilaian Integritas Secara Elektronik. Dan menghabiskan dana Rp617.925.000. Sumber pendanaan dari APBN 2020.

Pada 2021, KPK dan MarkPlus kembali bekerja sama untuk tender Jasa Konsultan Pelaksanaan SPI. Proyek survei ini memakan dana Rp16.498.680.000. Sumber pendanaan dari APBN 2021.

PT MarkPlus, Inc didirikan oleh Hermawan Kartajaya sejak 1990. Hermawan merupakan pakar pemasaran berkewarganegaraan Indonesia. Sejak 2002, ia menjabat sebagai Presiden World Marketing Association dan oleh The Chartered Institute of Marketing yang berkedudukan di Inggris ia dinobatkan sebagai 50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing.

Kartajaya pernah mengenyam Pendidikan Tinggi di Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember, namun harus keluar karena permasalahan ekonomi. Pada tahun 2010, ITS Surabaya menganugerahkan Doctor Honoris Causa, pertama sepanjang sejarah, kepada Hermawan Kartajaya untuk pencapaian ilmu pemasaran dunia.

Kartajaya aktif menulis buku-buku seputar dunia pemasaran. Kartajaya merupakan orang Indonesia pertama yang memasuki ranah pemasaran internasional dengan model yang ia buat sendiri. Ia adalah seorang yang unik kombinasi dari orang yang memiliki pemikiran akan konsep bisnis yang strategis dalam bidang marketing dan seorang praktisi.

Sejak reformasi, indeks persepsi korupsi Indonesia selalu naik meskipun tipis, pada tahun 2007 memang sempat turun tipis 1 poin, tetapi pada tahun 2020 indeks persepsi korupsi Indonesia sudah anjlok 3 poin, dan menjadi penurunan paling besar sejak reformasi.

Indonesia menduduki posisi 102 dari 179 negara. Indonesia bahkan berada jauh di bawah Timor Leste yang berada di posisi 86 dan Malaysia yang ada di posisi 57.




Baca juga artikel terkait KPK atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Maya Saputri
DarkLight