Liga Spanyol

Profil-Kontroversi Martin Braithwaite: Debut di Barcelona vs Eibar?

Oleh: Fitra Firdaus - 22 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Martin Braithwaite, penyerang baru Barcelona didatangkan usai bursa transfer musim dingin. Kontroversi menyelimuti perekrutan sang pemain dari Leganes.
tirto.id - Profl Martin Braithwaite, penyerang internasional Denmark yang jadi penyerang baru Barcelona, disorot. Dia didatangkan sebagai pembelian darurat Barca setelah Ousmane Dembele cedera hingga akhir musim. Braithwaite berpeluang menjalani debut dalam laga Barcelona vs Eibar di Camp Nou pada Sabtu (22/2/2020) pukul 22.00 WIB.

"Martin Braithwaite, sehari setelah resmi diperkenalkan sebagai pemain Barcelona yang baru, dan setelah berlatih pertama kali bersama rekan setimnya, masuk dalam skuad untuk menghadapi Eibar," keterangan situs web resmi Barcelona.

Kedatangan Martin Braithwaite ke Barca memang tidak biasa. Dalam rilis La Liga yang diterima Tirto, transfer di luar jendela musim panas dan musim dingin hanya diperbolehkan dalam keadaan yang sangat spesifik. Dalam hal ini, Barca kehilangan Dembele yang menjalani pemulihan usai operasi hamstring.

Awalnya, Barcelona memiliki beberapa opsi nama, yaitu Angel Rodriguez (Getafe), Loren Moron (Real Betis), dan Willian Jose (Real Sociedad). Namun, pilihan dijatuhkan kepada Braithwaite, striker berusia 28 tahun yang musim ini mencetak 8 gol dalam 27 penampilan untuk Leganes. Barca butuh uang 18 juta euro untuk membayar klausul pemutusan kontrak sang pemain.

Braithwaite yang kuat dan cepat, mampu mencetak gol dengan kedua kakinya. Selain itu, ia bisa bermain melebar atau menjadi ujung tombak. Ini penting bagi pelatih Barcelona, Quique Setien yang selain kehilangan Dembele, juga tidak bisa memaksimalkan Luis Suarez dalam jangka waktu lama.

Barcelona adalah klub keenam dalam karier Martin Braithwaite. Sang pemain kelahiran 5 Juni 1981 ini memulai perjalanan sebagai pesepakbola profesional bersama klub lokal Esbjerg fB. Setelah lebih dari empat musim, ia hengkang ke Toulouse di Liga Perancis.

Pada musim 2017/2018, Braithwaite hijrah ke Middlesbrough. Ia sempat dipinjamkan ke Bordeaux sebelum masuk Leganes sebagai pemain pinjaman pula pertengahan musim lalu. Awal musim 2019/2020 ini, sang penyerang mendapatkan kontrak 4 musim bersama Pepineros.

Kedatangan Braithwaite bukannya tanpa kontroversi. Presiden Federasi Spanyol RFEF, Luis Rubiales menyatakan, pihaknya sebenarnya ingin menghapus aturan soal perekrutan pemain di luar bursa transfer untuk menggantikan pemain yang cedera panjang. Namun, La Liga (LFP), pengelola Liga Spanyol, menolak gagasan itu.

"Pada 2016, Federasi (RFEF) meminta National Sports Council (CSD) untuk menghapus aturan ini, tetapi (aturan) bertahan karena LaLiga menentang itu. Kami ingin menyampaikan petisi agar (aturan) ini dihilangkan. Ini tidak adil. FIFA mendesak kami untuk hal ini (menghapus aturan)," kata Rubiales dikutip Marca.

Dalam opininya untuk Marca, "The Indecent Signing of Braithwaite", Roberto Palomar, mengkritik pilihan Barca mengambil Braithwaite dari Leganes yang sesama tim Liga Spanyol, bukan mencari pemain yang tidak dikontrak atau yang berasal dari divisi bawah. Baginya, ini tidak etis.

"Mengeluarkan dompet dan membeli (pemain) karena kemauan, tidak boleh dilakukan terhadap tim di Liga Anda yang memiliki tingkat keuangan dan level olahraga lebih rendah - toh level sosial mereka tidak lebih rendah, karena Leganes juga dihormati seperti tim mana pun. Ini bukan tentang menghormati peraturan yang ada. Ini tentang (cara agar) tidak menjadi klub amoral," tulisnya.

Terlepas dari cara Barcelona yang kontroversial, Martin Braithwaite tentu berhak mengambil keputusan untuk kesempatan sekali seumur hidup seperti ini. Eibar bisa menjadi saksi awal, apakah sang penyerang yang sudah memiliki 39 caps internasional untuk Denmark, bisa menjadi senjata baru Barcelona, atau kisah Braithwaite bakal mirip Kevin Prince Boateng musim lalu.


Baca juga artikel terkait LIGA SPANYOL atau tulisan menarik lainnya Fitra Firdaus
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight