Profil Bojan Hodak Pelatih Baru PSM di Liga 1 2020

Oleh: Beni Jo - 1 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Biodata Bojan Hodak, pelatih baru PSM Makassar pada Liga 1 musim 2020.
tirto.id - PSM Makassar secara resmi merekrut Bojan Hodak sebagai pelatih di Liga 1 untuk musim 2020 mendatang. Arsitek asal Kroasia ini sebelumnya memang sudah lama menangani tim-tim asal Asia Tenggara, khususnya di Malaysia.

Melansir akun Twitter resmi PSM pada Selasa (31/12/2019), pihak klub menyatakan,"Coach Bojan Hodak menjadi nahkoda baru Pasukan Ramang di musim 2020."

Hodak yang kini berusia 48 tahun, sudah berada di Asia Tenggara sejak 2006 silam. Dengan pengalamannya yang cukup lama, adaptasi tampaknya sudah tidak menjadi kendala lagi baginya untuk bisa mengetahui atmosfer sepakbola di Indonesia.

Saat di Malaysia, klub pertama yang ditangani adalah UPB-MyTeam. Mengarsiteki tim ini sejak 2006 hingga 2009, Hodak berhasil mengantarkan UPB-MyTeam meraih promosi Liga Super Malaysia setelah menjadi runner-up Malaysia Premier League 2007 (kompetisi Liga 2 Malaysia).

Di tim ini, ia juga sukses mengorbitkan beberapa penggawa muda, seperti Stanley Samuel, Azamuddin Akil, Shakir Shaari, dan yang hingga kini menjadi salah satu andalan bagi timnas Harimau Malaya, Norshahrul Idlan Talaha.


Pada 2010, Hodak menuju Kamboja. Di sini, ia mengarsiteki Phnom Penh Crown. Klub yang sukses dibawanya menjadi juara Liga Kamboja musim 2011 dan lolos final AFC President's Cup (kompetisi di bawah naungan AFC yang digelar pada 2005-2014).

Sempat menjadi asisten pelatih Shandong Luneng di Liga China, juru taktik yang semasa menjadi pemain berposisi sebagai bek tengah ini pun kembali ke Malaysia dengan memperkuat Kelantan FA pada 2012.

Menjadi juru taktik Kelantan, Hodak lagi-lagi mampu meraih keberhasilan dengan mempersembahkan treble winner dalam debut perdanaya musim 2012 dengan menyabet gelar Liga Super Malaysia (2012), Piala FA Malaysia (2012), serta Piala Malaysia (2012).

Usai berjaya bersama Kelantan, ia pun dilirik salah satu klub raksasa di Malaysia, yaitu Johor Darul Takzim. Di musim perdananya, JDT diantarkan menjadi jawara Liga Super Malaysia 2014. Pada awal musim 2015, trofi Malaysia Charity Shield juga mampu diraihnya.

Usai meraih kesuksesan di level klub, pelatih kelahiran Zagreb ini diangkat menjadi arsitek timnas Malaysia U-19. Bersama Harimau Malaya Muda, kejayaan Hodak berlanjut.

Setelah menjadi runner-up Piala AFF U-18 2017 dan lolos putaran final Piala AFC U-19 2017, Hodak kembali mencatatkan sejarah panjangnya di Malaysia.

Ia membawa negara tersebut menjadi juara pada gelaran Piala AFF U-19 2018 yang digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Di laga puncak, Malaysia mengalahkan Myanmar 4-3 dan termasuk trofi pertama bagi Hodak di level timnas junior.

Kini, Bojan Hodak melanjutkan petualangannya di Asia Tenggara dengan mengarsiteki tim juara Piala Indonesia 2018/2019. PSM sendiri musim lalu memiliki rekor buruk di Liga 1 2019, yakni tidak mampu menang dalam laga tandang. Praktis, catatan ini menjadi tantangan bagi sang arsitek untuk bisa memecahkannya.


Baca juga artikel terkait LIGA 1 atau tulisan menarik lainnya Beni Jo
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Ibnu Azis
DarkLight