Priyanka Chopra dan Ambisi Mematahkan Stereotip

Oleh: Joan Aurelia - 5 Agustus 2018
Dibaca Normal 2 menit
Selain sebagai aktris, Priyanka Chopra adalah seorang filantropis dan pemilik rumah produksi film.
tirto.id - Priyanka Chopra antusias saat bicara tentang proses syuting Pahuna The Little Visitors. Pengambilan gambar dilakukan di Sikkhi, daerah utara India yang berbatasan dengan Nepal. Tempat itu bukan kota besar yang populer seperti Delhi atau Mumbai. Tampilan lanskapnya sepintas mengingatkan pada daerah pegunungan di Tibet. Menurut Priyanka, syuting di lokasi tersebut adalah hal yang cukup menantang. Film ini berkisah tentang tiga anak asal Nepal yang terpisah dari orangtua akibat konflik politik di negara tersebut.

Dalam film ini Priyanka bertindak sebagai produser. Film diproduksi di bawah naungan Purple Pebble Pictures, rumah produksi miliknya. Untuk film ini ia turut bekerjasama dengan pemerintah Sikkhi. Harapan besarnya, masyarakat dan praktisi film tergerak untuk melihat tempat-tempat dan kisah yang belum banyak dibahas dalam film.

Film disutradarai oleh Paakhi A. Tyrewala. Pahuna yang merupakan film panjang pertama Tyrewala ditayangkan di Toronto International Film Festival (TIFF) 2017. Kepada Hindustan Times, Tyrewala berkata bahwa ia bersyukur karena Priyanka bersedia memproduseri film yang menurutnya tidak menuruti aturan-aturan sinema komersil.


Pahuna ialah produksi kelima Purple Pebbles Pictures. Sebelum itu, Priyanka memproduksi Ventilator, film drama komedi yang mendapat sejumlah penghargaan di acara 64th National Awards dan Jio Filmfare Awards Marathi. Ventilator disutradari oleh Rejesh Mapushkar, yang sempat kesulitan mencari rumah produksi cerita film yang melibatkan seratusan bintang.

Priyanka mendirikan rumah produksi untuk mendukung karya para praktisi film muda dan mengangkat hal-hal yang belum tertangkap dalam produksi film mainstream India. Ia ingin menunjukkan keragaman dalam industri film di sana. Rumah produksi ini turut dikelola oleh Madhu Chopra, ibu Priyanka. Sang ibu berkata bahwa dirinya juga berharap agar Purple Pebble bisa memproduksi film dengan cerita yang menonjolkan sosok perempuan .

Keinginan Madhu Chopra sepertinya terinspirasi oleh hal yang dialami Priyanka. Selebritas berusia 36 tahun itu adalah aktris Asia Selatan pertama yang jadi pemeran utama dari serial televisi Amerika Serikat. Pada tahun 2015, Priyanka mulai membintangi Quantico yang diproduksi oleh ABC Studios. Ia berperan sebagai Alex Parrish, anggota FBI yang dituduh sebagai pelaku teror.

ABC Studios dan stasiun televisi ABC punya kebijakan untuk menampilkan tokoh-tokoh yang berasal dari berbagai etnis. Ketika hendak menggarap Quantico, Keli Lee, ABC Executive Vice President of Casting, berkunjung ke Mumbai untuk menemui Priyanka. Selain merekrut Priyanka, Lee juga merupakan perekrut aktris non amerika lain seperti Kerry Washington (Scandal), Sofia Vergara (Modern Family), dan Sandra Oh (Grey’s Anatomy). Rob Cain, kontributor Forbes berkata bahwa Quantico mendapat respons yang cukup baik, sekaligus berkata bahwa Priyanka punya daya tarik tersendiri.

Infografik Priyanka Chopra


Lee mempertimbangkan Priyanka karena ia telah membintangi sekitar 50 film di usia yang terbilang muda. Priyanka juga pernah menjadi Miss World pada tahun 2000. Waktu itu usianya masih 18 tahun. Dalam wawancara dengan Today Show ia bilang bahwa dirinya tak pernah ingin menjadi seorang aktris. Ia ikut serta dalam kontes kecantikan karena sang ibu mengirim foto dan data diri untuk jadi peserta kontes Miss India. Waktu itu Priyanka masih 17 tahun dan baru kembali ke India setelah menyelesaikan pendidikan SMU di Amerika Serikat.

Setelah memenangkan Miss World, ia mulai mendapat tawaran jadi bintang film. Di sebagian besar film, ia memang belum jadi peran utama. Ranah film India masih lebih menghargai pemeran utama pria. Kepada Vulture ia mengenang perkataan seorang produser film yang menyebut bahwa pemeran wanita bisa digantikan. “Orang ingin menonton pria yang ada pada poster. Wanita hanya sosok yang berdiri di belakang si pria. Bila saya mengganti pemeran wanita, toh ia akan tetap melakukan hal yang sama,” kata Priyanka menirukan perkataan produser. Sejak saat itu ia bertekad bahwa ia tak ingin posisinya dalam film tergantikan dengan mudah.

Pada tahun 2008 ia membintangi film Fashion. Dalam film itu ia memerankan tokoh wanita dengan karakter yang lebih berani. Hal itu berbeda dari citra perempuan yang biasanya ditampilkan dalam film-film di India. Priyanka berkata pada Vulture bahwa biasanya pemeran utama wanita dikisahkan sebagai sosok pemalu dan tidak vokal dalam mengungkap pendapat. Dalam 54th Filmfare Awards, ajang penghargaan bergengsi di industri film India, Priyanka diganjar penghargaan aktris terbaik berkat aktingnya dalam Fashion.

Priyanka adalah sosok ambisius --dalam artian positif. Membintangi karakter perempuan berani dan mendirikan rumah produksi saja belum cukup. Ia punya perhatian pada kesejahteraan dan kesehatan anak. Sejak tahun 2003, perempuan yang masuk dalam senarai 100 Most Powerful Women in 2017 versi Forbes ini bertindak sebagai Unicef Goodwill Ambassador.

Ia pun mendirikan The Priyanka Chopra Foundation for Health and Education. Dalam artikel "Priyanka Chopra Lost a Movie Role for Being Too Ethnic" yang ditayangkan Vulture, ditulis bahwa lembaga tersebut ialah lembaga kecil yang didanai oleh kocek pribadi Priyanka. Pada tahun 2017, lembaga itu membiayai dana pendidikan sekitar 80 anak di India.



Karena sepak terjang positifnya itu, Time dan Forbes pernah menobatkan Priyanka sebagai wanita inspiratif. Dalam berbagai kesempatan, ia sering menyuarakan keinginannya untuk mematahkan berbagai stereotip, serta melakukan berbagai hal yang belum pernah dilakukan. Priyanka, perempuan tangguh ini, memang suka menantang diri.

Salah satunya terbukti saat ia membintangi film Baywatch. Ia memerankan karakter antagonis bernama Victoria Leeds yang jelas bertolak belakang dengan sifat pun karakter yang pernah ia mainkan. Kini ia tengah mempersiapkan Isn’t It Romantic, film Holllywood yang akan tayang pada 2019.

Baca juga artikel terkait ARTIS BOLLYWOOD atau tulisan menarik lainnya Joan Aurelia
(tirto.id - Gaya Hidup)


Penulis: Joan Aurelia
Editor: Nuran Wibisono