Pria Gundul yang Memesona

Jeff Bezos [foto/reuters]
Oleh: Aqwam Fiazmi Hanifan - 18 September 2016
Dibaca Normal 2 menit
Masalah kebotakan untuk kebanyakan pria dewasa sesuatu yang dihindari, bahkan memalukan. Namun di balik kebotakan tersimpan pesona bagi seorang pria. Mengapa?
tirto.id - Kebotakan adalah mimpi paling buruk bagi seorang pria dewasa. Botak itu terkadang aib. Berbagai macam cara dilakukan pria agar tidak terlihat botak. Dari tindakan logis mengobati dengan ramuan murah hingga obat mahal, sampai tindakan konyol dengan menjadikan kepala mereka sebagai adonan kuning telur, teh hijau, kulit apel, kemiri hingga minyak zaitun.

Hasil penelitian Bauman Medical Group memaparkan hampir 2/3 pria di era modern berpotensi mengalami kebotakan pada usia 50 tahun. Hasil riset menemukan di Amerika diperkirakan kebotakan dialami oleh dua 20 persen pria pada usia 20-an dan 30 persen pria di usia 30-an.

Ada sejumlah teori mengenai penyebab meningkatnya angka kebotakan itu, antara lain gaya hidup tidak sehat dan tingkat stres manusia. Karena itulah menerapkan gaya hidup sehat dengan olahraga teratur mesti dilakukan sampai kapanpun, termasuk saat memasuki masa-masa pensiun.

Pasalnya jika gagal mencegah kebotakan, maka niscaya aib itu akan diturunkan ke anak cucu kelak. Faktor gen memegang peran penting dalam soal ini. Jika Anda botak, bisa jadi orang tua Anda juga mengalami masalah dengan kebotakan. Namun jika tidak, berarti gaya hidup Anda yang bermasalah. Dan gen baru bisa munculkan itulah yang akan jadi bencana bagi anak cucu kelak.

Pada 2011 lalu, TripAdvisor mengadakan survei yang hasilnya, negara dengan populasi terbotak di dunia ada di Ceko. Diperkirakan hampir 42,79 persen pria di Praha memiliki masalah rambut rontok. Penyebabnya adalah kebiasaan makan makanan daging berat dan kurangnya mengonsumsi sayuran, serta kecenderungan mengonsumsi makanan yang kaya natrium dan saus.

Setelah Ceko, negara dengan populasi botak terbanyak didominasi oleh negara-negara. Di peringkat 10 besar mulai dari Spanyol (42,6 persen ), Jerman (41,2 persen), Perancis (39,2 persen), dan Inggris (39,2 persen), Italia (39 persen), Polandia (38,8 persen), Belanda (37,9 persen), dan Rusia (33,2 persen).




Ada streotipe jelek melekat pada pria-pria botak, mereka dicap begitu payah dalam soal seks. Rambut rontok pertanda bahwa hormon testosteron mereka begitu sedikit. Kelebatan bulu jenggot, dada dan tangan identik sebagai pria-pria idaman para wanita.

Riset dari National Center for Biotechnology Information pada 2013 membantah asumsi itu. Hasil survei menemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kebotakan dan frekuensi ejakulasi seorang pria. Botak atau tidak botak selama di ranjang tetap punya kekuatan sepadan. Hasil mengejutkan muncul bahwa meski tidak bermasalah secara seks, pria botak cenderung setia dan jarang berganti-ganti pasangan tidur.

Botaki Sekarang Juga!


Ketika pria mengalami kebotakan hal tersering mereka lakukan adalah menutupi kebotakan itu. Entah itu dengan mengobatinya, menutupi dengan rambut palsu atau implan rambut buatan.

Karena jika tetap nekat menunjukkan pola botak di tengah, mereka akan seolah seperti profesor kesepian yang mendekam belasan tahun di laboratorium. Atau seperti meniru gaya rambut chonmage ala samurai-samurai Jepang di abad pertengahan.

Sebetulnya ada solusi mudah untuk membikin penampilan tetap berwibawa. Syaratnya mudah, Anda tak perlu capek-capek menumbuhkan rambut atau memasang implan yang harganya mahal, cukup dengan memelontosi kepala hingga gundul total, bisa jadi solusi yang bagus.

Anda mungkin sedikit jijik melihat penampilan kepala yang gundul plontos, orang akan meledekmu sebagai manusia kelapa, tuyul, jin Baghdad, kembaran matahari atau residivis yang baru keluar dari penjara.

Jangan kecil hati. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Albert E. Mannes dari Universitas Pennsylvania pada 2012 ditemukan, pria gundul punya data tarik tersendiri. Dengan kepala gundul, maka aura kewibawaan seorang pria bisa lebih tinggi 13 persen ketimbang mereka yang memiliki rambut.

Temuan ini dia dapat setelah melakukan survei kepada ratusan koresponden secara acak. Dia menyodorkan dua foto pria dari berbagai ras, yang dimana di satu foto si pria tampil berambut pada foto lainnya diedit secara digital agar kelihatan botak.

Menariknya, peserta merasakan pria gundul lebih memesona. Tidak hanya tampil lebih dominan, tetapi juga seluruh terlihat lebih tinggi dan lebih kuat. Responden pun menyebut pria botak memiliki potensi jadi seorang pemimpin.

Mannes berpendapat bahwa korelasi rambut dan dominasi berasal dari asosiasi budaya. "Di masyarakat, memplontosi kepala sering dilakukan oleh kaum pria profesional yang ingin tetap menjaga tradisional maskulinnya,” tulisnya,

Mannes percaya bahwa pria yang mengambil inisiatif untuk secara sukarela memplontosi kepala mereka adalah sosok pemberani. Pria berkepala plontos lebih dianggap jujur oleh masyarakat ketimbang mereka yang berambut botak tipis atau yang sering menutupi kebotakan di kepala.

Suzanne Gerber, ahli rambut di Amerika sempat melakukan penelitian sama, namun dengan subjek responden kaum wanita. Hasil survei menemukan hampir 90 persen wanita yang disurvei mengaku tidak bermasalah memiliki pasangan pria berkepala plontos. “Mereka tampak lebih filosofis, jantan, jujur dan tidak malu-malu,” katanya.

Dalam sebuah interaksi antara kaum Hawa dan kaum Adam, tatapan wanita kepada pria biasanya berawal dari rambut. Namun dengan tidak adanya rambut, wanita akan menatap mata seorang pria. Kesan baik akan muncul jika kontak mata antara keduanya berlangsung lama.

Pada teori lain menyatakan bahwa wanita mungkin mengasosiasikan pria dengan rambut plontos sebagai bayi. Hal ini berkaitan dengan naluri keibuan mereka. Ini jadi sebab pria botak punya kans lebih besar memesona wanita, dan akan berguna dalam konteks menjaring relasi bisnis ataupun percintaan.

The Wall Street Journal bahkan menyebut CEO Amazon Jeffrey Bezos, CEO DreamWorks Animation Jeffrey Katzenberg, dan Marc Andreessen, pendiri Netscape, sebagai pebisnis-bisnis ulung yang mengikuti saran membotaki kepala mereka.

“Aku tidak mengatakan bahwa kepala plontos membuat kamu sukses, tetapi hal itu membuat kamu berwibawa dan luwes untuk memulai percakapan secara aktif,” ucap Seth Godin, pengusaha dan penulis buku bisnis ternama di Amerika Serikat.

Karena itulah Suzzane dan Marnes memiliki saran yang baik bagi para pria botak di muka bumi ini. Ketimbang mahal-mahal menyembunyikan aib kepala, lebih baik membotaki kepala sekarang juga. Orang di sekitar Anda akan lebih melihat Anda sebagai pria yang memesona.

Baca juga artikel terkait GAYA HIDUP atau tulisan menarik lainnya Aqwam Fiazmi Hanifan
(tirto.id - Gaya Hidup)

Reporter: Aqwam Fiazmi Hanifan
Penulis: Aqwam Fiazmi Hanifan
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight