Preview Drakor Start-Up Episode 8 di Netflix: Nam Do San Dituntut?

Oleh: Maria Ulfa - 8 November 2020
Dibaca Normal 2 menit
Won Do Jung ingin menuntut Do San atas penyerangan dan melaporkannya ke kantor polisi.
tirto.id - Drama Korea terbaru, Start-Up episode 8 akan tayang malam ini, Minggu (8/11/2020) pukul 21.00 KST, atau 19.00 WIB di tvN. Drama Sabtu-Minggu ini juga bisa ditonton lewat Netflix.

Dalam episode sebelumnya, karena kerja sama antara dirinya dan Seo Dal Mi semakin menjurus ke hal yang serius, Nam Do San akhirnya memutuskan untuk jujur kepada perempuan itu.

Do San ingin mengatakan, surat yang dikirim kepada Dal Mi belasan tahun lalu bukanlah darinya, tetapi dari Han Ji Pyung.

Namun, saat sampai ke rumah Dal Mi, Do San malah harus merahasiakan hal lain. Karena, sebelumnya Do San sempat bertemu nenek Dal Mi di rumah sakit.

Karena itu, sang nenek meminta Do San untuk tidak memberitahu Dal Mi bahwa ia sedang sakit. Ia takut cucunya itu akan khawatir dengan keadaannya.

Usut punya usut, nenek Dal Mi ternyata memiliki gangguan penglihatan. Bahkan, jika memburuk, ia bisa saja mengalami kebutaan.

Karena itu pula, Do San pun mengurungkan niatnya untuk berkata jujur kepada Dal Mi. Ia tidak mau menambah kesedihan Dal Mi dengan hal-hal seperti itu.

Di samping itu, Do San dan Dal Mi berusaha bekerja keras mempertahankan agar perusahaan mereka, Samsan Tech tetap berada di Sand Box hingga 6 bulan ke depan.

Samsan Tech sendiri telah menerima suntikan dana senilai 100 juta won dari Sand Box. Setelah melakukan rapat, uang itu hanya cukup untuk membiayai dan menggaji mereka hingga 6 bulan ke depan.

Karena itu, tim Samsan Tech melakukan rapat lanjutan demi membahas ide bisnis apa yang akan mereka buat dengan teknolgi algoritma yang sebelumnya telah mereka kerjakan.

Jika ide bisnis itu sudah ada, mereka hanya perlu menawarkan ke sejumlah investor yang beberapa bulan lagi bakal berkumpul di Sand Box.

Jika mereka tidak bisa mendapatkan investor, pilihan mereka hanya satu, keluar dari Sand Box.

Suatu hari, Dal Mi mendapatkan ide untuk menjadi tim pengembang di Morning Group, perusahaan yang dipimpin oleh Won Do Jung, ayah tiri Won In Jae.

Won Do Jung sendiri sedang mengembangkan teknologi yang bekerja sama dengan Bank Jeonghan untuk mengurangi pegawai menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Dal Mi dan Do San pun datang ke Morning Group untuk menawarkan proposal ide bisnis dari teknologi yang telah mereka miliki.

Namun, di sana, mereka malah diperlakukan kasar. Tak hanya itu, Won Do Jung juga menghina Dal Mi hanya karena ia adalah adik kandung Won In Jae.

Do San yang tidak bisa menyembunyikan kemarahannya lantas melempar papan nama Won Do Jung hingga pecah berantakan hingga membuat pria itu terkejut. Saat itu, Do San langsung meninggalkan ruangan Won Do Jung.

Preview Start-Up Episode 8

Dalam preview episode selanjutnya menceritakan, setelah menolak Morning Group, Seo Dal Mi memutuskan untuk melanjutkan ide bisnis yang sebelumnya diajukan oleh Nam Do San.

Yang mana, ide bisnis itu adalah menggunakan teknologi pengenalan benda untuk membantu tunanetra. Meski tidak akan menghasilkan banyak uang, Dal Mi merasa itu akan sangat menyenangkan.

Di sisi lain, Han Ji Pyung tampaknya mulai mengembangkan perasaannya terhadap Dal Mi. Meski ia mengelak dan mencoba meyakinkan bahwa itu tidak mungkin, tetapi begitulah yang terjadi.

Sementara, Dal Mi harus meyakinkan mentornya, Ji Pyung atas ide bisnis yang sudah disepakati oleh timnya. Ji Pyung harus menyetujui hal itu agar mereka bisa maju ke fase selanjutnya.

Namun, masalah muncul ketika Won Do Jung ingin mempersulit Do San dengan rekaman CCTV di ruangannya. Ia ingin menuntut Do San atas penyerangan dan melaporkannya ke kantor polisi.

Menurut Nielsen Korea, Start-Up episode 7 yang tayang pekan tadi malam meraih rating rata-rata sebesar 4,5 persen dan 5 persen secara nasional untuk masing-masing bagian, serta 5,2 persen dan 5,7 persen untuk wilayah metropolitan Seoul.



Baca juga artikel terkait START-UP atau tulisan menarik lainnya Maria Ulfa
(tirto.id - Film)

Kontributor: Maria Ulfa
Penulis: Maria Ulfa
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight