Presiden Trump Perintahkan Serangan Udara ke Suriah

Oleh: Maya Saputri - 14 April 2018
Dibaca Normal 1 menit
Presiden AS Donald Trump perintahkan militernya untuk melancarkan serangan udara ke Damaskus, Suriah.
tirto.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan militer dengan target senjata kimia yang dimiliki Presiden Suriah Bashar al-Assad yang sebelumnya karena serangan gas beracun menewaskan 60 orang.

Trump mengatakan operasi gabungan dengan Prancis dan Inggris sedang bergerak menuju sasaran dan bahwa mereka siap melanjutkan tindakan itu sampai Suriah menghentikan penggunaan senjata kimia.

"Saya baru saja memerintahkan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat untuk melakukan serangan secara tepat terhadap target-target yang berhubungan dengan kemampuan senjata kimia diktator Suriah Bashar al-Assad," kata Trump dalam pidato yang disiarkan televisi dari Gedung Putih.

"Ini bukan aksi manusia. Ini adalah aksi kejahatan yang dilakukan oleh monster," kata Trump. Ia mengacu pernyataannya pada Assad dan peranan presiden Suriah itu dalam serangan senjata kimia.

Ketika Trump berbicara, sejumlah ledakan terdengar di Damaskus.

"Tujuan aksi kita malam ini adalah untuk membuat pencegahan kuat terhadap produksi, penyebaran dan penggunaan senjata nuklir," kata Trump.

Dilansir dari The Guardian, dalam pidatonya, Trump mengatakan setahun lalu, Assad meluncurkan senjata kimia berbahaya pada rakyatnya. AS merespons dengan serangan 58 misil yang menghancurkan 20 persen Angkatan Udara Siria.

Pada Sabtu lalu, menurut Trump, rezim Assad kembali meluncurkan senjata kimia berbahaya yang menghancurkan warga sipil di dekat kota Douma, dekat ibukota Suriah, Damaskus.

Trump juga menyampaikan pesan untuk dua negara yang dianggap paling bertanggung jawab mendukung, menyediakan sarana dan sekaligus membiayai rezim Assad.

"Kepada Iran dan Rusia, yang ingin saya tanyakan: bangsa macam apa yang ingin diasosiasikan dengan pembunuhan massal dari orang-orang yang tak berdosa, wanita dan anak-anak?" ujar Trump.

Sementara itu, duta besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov, memberikan tanggapan seputar penyerangan udara di Damaskus dan Homs. Ia mengatakan pendapat Moskow tak lagi didengarkan dan Rusia justru diancam. "Kami diperingatkan dengan tindakan yang akan ada konsekuensinya," jelasnya.

Antonov mengatakan "mempermalukan Presiden Rusia tidak akan bisa diterima" dan AS, sebagai pemegang senjata massal itu sendiri, tak punya hak untuk menyalahkan negara lain.

Dari serangan udara AS ke Suriah ini, menurut laporan media Suriah, pertahanan negara itu telah menghantam 13 roket di selatan Damaskus. Di sisi lain, kendaraan dengan pengeras suara bermunculan di jalan-jalan di Damaskus yang memutar lagu-lagu nasional untuk menyemangati.

Baca juga artikel terkait SURIAH DISERANG AS atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - Politik)

Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri
DarkLight