Prediksi Tren Skincare di Tahun 2021 Menurut Ahli Dermatologi

Oleh: Balqis Fallahnda - 19 Januari 2021
Dibaca Normal 3 menit
Berikut ini beberapa prediksi tren perawatan kulit di tahun 2021 menurut ahli dermatologi.
tirto.id - Tahun baru 2021 masih mengharuskan semua orang untuk membatasi aktivitas di luar rumah akibat pandemi.

Banyaknya waktu beraktivitas di rumah membuat masyarakat memiliki banyak waktu lebih untuk merawat diri khususnya kecantikan.

Ini terbukti dengan meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap produk kecantikan selama pandemi.

"Terlihat dari data peningkatan transaksi kategori Kecantikan di Tokopedia selama kuartal keempat 2020 yang mencapai hampir dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya," kata Beauty, Health and Personal Care Category Development Senior Lead Tokopedia, Jessica Gunawan dikutip dari Antaranews.

Tingginya permintaan masyarakat akan produk kecantikan juga diikuti oleh tren perawatan kulit atau skincare yang beberapa waktu ini tengah menjadi bintang di pasar bisnis kecantikan.

Berikut prediksi tren skincare di tahun 2021 menurut Dr Anjali Mahto, seorang Consultant Dermatologist dikutip dari British Skin Foundation.

Less is more/Kurang itu lebih

Di tahun 2021, orang-orang kemungkinan akan mengurangi beberapa langkah dalam rutinitas perawatan kulit mereka karena berbagai alasan.

Tidak hanya karena faktor keuangan di masa pandemi yang memaksa untuk menakan pengeluaran, tetapi ada peningkatan kesadaran akan dampak industri kecantikan terhadap lingkungan dan perubahan iklim.

Setiap produk yang dibeli dan melapisi kulit kita menggunakan sumber daya, yang berdampak pada setiap aspek rantai pasokan mulai dari ekstraksi bahan mentah hingga pengemasan.

Agar lebih memperhatikan dampaknya terhadap bumi tempat kita tinggal, kita perlu mulai menganggap serius keberlanjutan, dan satu-satunya cara untuk benar-benar berkelanjutan adalah dengan menggunakan produk kecantikan seperlunya.

Produk Serbaguna

Setelah mengurangi kebutuhan akan rutinitas perawatan kulit yang memiliki banyak tahapan, konsumen akan mulai membuat pilihan yang lebih bijak tentang produk mana yang benar-benar perlu mereka gunakan.

Salah satu cara untuk meminimalisir produk yang dibutuhkan adalah dengan memilih bahan atau perawatan kulit yang bersifat multiguna.

Menggunakan satu produk daripada beberapa produk untuk mencapai titik akhir yang sama dapat mengurangi limbah dan juga mengurangi risiko iritasi dan kepekaan pada kulit. Ini adalah masa depan perawatan kulit yang lebih simpel.

Representasi Warna Kulit

Setelah peristiwa politik pada tahun 2020 dan gerakan Black Lives Matter, akan ada dua efek langsung ke industri kecantikan.

Yang pertama adalah ekspektasi yang valid bahwa merek harus mewakili populasi yang mereka layani, ini berarti akan tersedia lebih banyak pilihan warna, model yang beragam, dan pilihan influencer atau juru bicara.

Kedua, kemungkinan besar juga akan menjamurnya merek Indie baru yang menargetkan masalah khusus untuk warna kulit seperti pigmentasi.

Bahan-bahan populer yang dapat menghambat jalur pigmen seperti asam mandelic, asam kojic, alpha-arbutin, dan asam traneksamat kemungkinan besar menjadi pemain kunci dalam perumusan jenis produk ini.

Meningkatkan Teknologi Tabir Surya

Hampir semua orang menyadari bahwa sinar ultraviolet dari matahari adalah pemain kunci dalam perkembangan kanker kulit dan penuaan kulit.

Namun, sebagian besar orang juga menderita masalah pigmentasi yang pada warna kulit lebih gelap sebagian didorong oleh aksi sinergis UVA-1 dan cahaya tampak dari matahari.

Berdasarkan data ilmiah saat ini, ini hanya dapat secara efektif diblokir oleh oksida besi yang mengandung tabir surya dan hanya ada sejumlah kecil di pasaran.

Seiring berkembangnya pengetahuan tentang efek buruk cahaya matahari, perusahaan diprediksi akan merespons kebutuhan ini dan mulai memproduksi tabir surya yang efektif dengan bahan yang tepat untuk perlindungan kulit.

Perlu diingat, hanya menggunakan antioksidan tidak akan menjadi jawaban berdasarkan data terkini untuk permasalahan pigmentasi.

Influencer “Ahli”

Pemasaran melalui influencer telah menjadi strategi merek yang sangat besar selama bertahun-tahun. Namun yang berubah adalah tingkat pendidikan rata-rata konsumen kecantikan.

Ada permintaan yang meningkat untuk suara "ahli" sejati dan dalam beberapa tahun terakhir, banyak ahli kulit dan ahli bedah plastik telah bergabung dengan media sosial untuk mempromosikan pendidikan atau pengetahuan tentang perawatan kulit.

Dokter sebagai influencer tidak hanya membawa otoritas karena pelatihan dan pengalaman mereka, tetapi juga mampu menyaring ilmu perawatan kulit dengan cara yang dapat diakses oleh konsumen kecantikan.

Merek semakin akan bergerak menggunakan pakar yang kredibel untuk mendapatkan kepercayaan dengan audiens mereka.

Pasar Perawatan Injeksi Semakin Berkembang

Konsumen rata-rata memiliki lebih banyak informasi di ujung jari mereka daripada sebelumnya. Satu dekade yang lalu, berbicara tentang perawatan suntik seperti Botox atau filler di depan umum tidak akan terdengar menyenangkan, tetapi media sosial telah mengungkap berbagai fakta tentang perawatan ini setiap tahun.

Di era informasi ini, orang juga lebih terdidik tentang apa yang bisa dan tidak bisa dicapai dengan perawatan kulit saja.

Meskipun retinol dapat menghaluskan garis-garis halus dalam penggunaan jangka panjang, kemungkinan besar hanya perawatan suntik, yang akan membantu garis yang lebih dalam atau penurunan kulit wajah.

Pengetahuan yang cukup menyebabkan ledakan terapi suntik. Banyak orang yang telah menjalani perawatan injeksi kemungkinan besar akan melanjutkan perawatannya ke tahun depan dan juga topik ini juga akan dibahas lebih terbuka. Tahun 2021 diprediksi akan banyak pemula yang memulai perawatan injeksi.

Perawatan Tubuh

Efek pandemi menyebabkan banyak dari kita yang melakukan hal-hal di rumah untuk merawat rambut dan tubuh kita serta memberikan "perawatan diri".

Memanjakan diri di salon akan menjadi pilihan yang ke sekian kalinya. Inilah mengapa perawatan diri di rumah dengan berbagai macam produk kecantikan menjadi pilihan pada tahun 2021.

Pembelian Online Resep Perawatan

Tahun 2021 diperdiksi akan menjamurnya produk resep medis yang tersedia melalui platform digital.

Ada permintaan yang tidak terpenuhi untuk bahan perawatan kulit berstandar emas seperti tretinoin dan penyedia platform online cara cepat dan mudah untuk membeli ini.


Baca juga artikel terkait SKINCARE atau tulisan menarik lainnya Balqis Fallahnda
(tirto.id - Gaya Hidup)

Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight