Prediksi Perancis vs Belgia Piala Dunia 2018 Berdasar Duel Udara

Oleh: An Ismanto - 9 Juli 2018
Dibaca Normal 2 menit
Walaupun tim Perancis lebih pendek, tetapi punya peluang lebih besar untuk memenangi duel udara.
tirto.id - Laga Perancis vs Belgia di babak semifinal Piala Dunia 2018 yang akan dilangsungkan pada Rabu (10/7/2018) pukul 01.00 WIB di Stadion St. Petersburg, diprediksi akan berjalan alot karena kedua tim sama-sama punya keunggulan.

Dari pandangan sekilas saja, orang tidak akan meragukan kemampuan duel udara Belgia karena mereka memiliki dua pemain yang secara fisik memungkinkan untuk menang duel udara, yaitu Romelu Lukaku dan Maroune Fellaini. Namun, apakah memang Belgia akan lebih unggul dalam duel udara ketimbang Perancis?

Untuk sampai ke semifinal, Perancis dan Belgia sama-sama telah menjalani 5 pertandingan, yaitu 3 kali di fase grup, 1 kali di babak 16 besar, dan 1 kali di 1 kali di perempat final. Dari kelima pertandingan itu, bisa ditelisik catatan keunggulan duel udara (aerial won) baik untuk mencetak gol, mengumpan, maupun mengontrol bola.

Kemampuan Udara Perancis


Dari catatan Whoscored untuk laga-laga yang telah dijalani Perancis, terlihat bahwa sepanjang Piala Dunia 2018 (termasuk di fase grup, 16 besar, dan perempat final) Perancis hampir selalu mampu memenangi duel udara.

Hal ini mungkin berkaitan dengan rataan tinggi badan Perancis. Rata-rata tinggi badan pemain Perancis adalah 180,5 cm atau paling pendek di antara keempat semifinalis Piala Dunia 2018.

Rataan tinggi badan keempat semifinalis lain, urut dari paling tinggi ke paling pendek, adalah: 1) Kroasia (184,9 cm); 2) Belgia (183,8 cm), dan 3) Inggris (182,1 cm); dan 4) Perancis (180,5 cm).

Perincian catatan duel udara Perancis adalah sebagai berikut:

  • Saat lawan Australia, Perancis memenangi 14 duel udara, sementara Australia hanya memenangi 13 duel udara (skor akhir 2-1).
  • Saat lawan Peru, Perancis memenangi 24 duel udara, sementara Peru hanya memenangi 9 duel udara (skor akhir 1-0).
  • Saat lawan Denmark, Perancis memenangi 30 duel udara, sementara Denmark hanya memenangi 21 duel udara (sekor akhir 0-0).
  • Saat lawan Argentina, Perancis memenangi 8 duel udara, sementara Argentina memenangi 16 duel udara (skor akhir 4-3).
  • Saat lawan Uruguay, Perancis memenangi 34 duel udara, sementara Uruguay memenangi 23 duel udara (skor akhir 2-0).


Walaupun merupakan faktor penting, tetapi faktor tinggi badan ini tampaknya bukan faktor penentu utama Perancis dalam menguasai pertarungan di udara saat mengatasi lawan-lawannya di laga-laga sebelumnya.

Rataan tinggi badan pemain Denmark lebih tinggi (185 cm), demikian juga dengan Australia (181,3 cm), tetapi Perancis berhasil memenangi duel udara. Perancis juga berhasil unggul atas Peru (178,3 cm) dan atas Uruguay (179,8 cm) yang lebih pendek, tetapi anehnya kalah unggul dari Argentina yang juga lebih pendek (179,4 cm).

Oleh karena itu, bisa jadi faktor lain yang menentukan keunggulan duel udara Perancis adalah dua faktor lain yang lebih bersifat teknis atau keterampilan, yaitu jumping (kemampuan melompat dan timing saat melompat) dan header (kemampuan menyundul).

Kemampuan Udara Belgia


Catatan duel udara Belgia dari lima laga di Piala Dunia 2018 adalah sebagai berikut:

  • Saat lawan Panama, Belgia memenangi 18 duel udara, sementara Panama memenangi 10 duel udara (skor akhir 3-0).
  • Saat lawan Tunisia, Belgia memenangi 9 duel udara, sementara Tunisia hanya memenangi 5 duel udara (skor akhir 5-2).
  • Saat lawan Inggris, Belgia memenangi 17 duel udara, sementara Inggris memenangi 19 duel udara (skor akhir 1-0).
  • Saat lawan Jepang, Belgia memenangi 24 duel udara, sementara Jepang memenangi 16 duel udara (skor akhir 3-2).
  • Saat lawan Brasil, Belgia memenangi 18 duel udara, sementara Brasil memenangi 12 duel udara (skor akhir 2-1).
Dari catatan tersebut, terlihat juga bahwa hanya satu kali Belgia kalah dalam duel udara, yaitu saat lawan Inggris. Apakah rataan tinggi badan pemain Belgia berpengaruh signifikan terhadap keunggulan duel udaranya? Rataan tinggi badan pemain Belgia adalah 183,8 cm.

Dengan rataan tinggi badan itu, Belgia bisa mengatasi tim dengan rataan tinggi badan lebih pendek, yaitu Panama (181,1, cm), Jepang (178,1 cm), dan Brasil (180,4 cm). Tetapi Belgia juga bisa menang duel udara lawan tim yang lebih tinggi, yaitu Tunisia (184 cm) walaupun tak bisa mengungguli Inggris yang lebih pendek (182,1 cm).



Prediksi Kemampuan Udara Perancis vs Belgia


Jika disandingkan, rata-rata pemain Perancis lebih pendek (180,5 cm) ketimbang Belgia (183,8). Dengan rata-rata tinggi badan seperti itu, terlihat bahwa saat menghadapi tim dengan rataan tinggi badan lebih tinggi, Perancis lebih baik (memenangi duel udara atas Denmark dan Australia) sementara Belgia, saat melawan tim yang lebih jangkung, hanya bisa unggul duel udara satu kali saja, yaitu saat lawan Tunisia.

Tetapi, melawan tim yang pendek, Belgia bisa menang duel udara 3 kali (lawan Panama, Jepang, Brasil) dan gagal satu kali (lawan Inggris). Artinya, Belgia punya pengalaman bisa memenangi duel udara lebih baik saat berlaga melawan tim yang rataan tinggi badannya lebih rendah.

Rataan tinggi badan pemain Perancis lebih rendah, jadi pertanyaannya adalah: apakah dalam laga semifinal di St. Petersburg nanti Belgia akan lebih banyak memainkan bola-bola udara dengan harapan dapat memanfaatkan rataan tinggi badannya yang lebih tinggi ketimbang Perancis (18,3 cm : 180,5 cm)?

Tetapi, jika becermin dari pengalaman Perancis, Les Bleus tidak pernah takut melawan tim dengan rataan tinggi badan pemain lebih tinggi, karena mereka pernah memenangi duel udara lawan 2 tim yang lebih jangkung, yaitu Denmark dan Australia.

Dilihat dari rataan tinggi badan semata-mata dan keunggulan dalam duel udara, tampaknya Perancis akan lebih banyak memenangi duel udara di laga semifinal nanti. Tetapi, soal skor hasil akhirnya, wallahualam.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2018 atau tulisan menarik lainnya An Ismanto
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: An Ismanto
Editor: An Ismanto