Menuju konten utama

Prabowo Tampil Lebih Ofensif, BPN: Ia Marah Rasakan Ketidakadilan

Menurut Ferdinand narasi yang disampaikan Prabowo sebagai wujud penegasan sikap bahwa ia akan melawan ketidakdilan, melawan semua arogansi, melawan semua sikap-sikap yang tidak adil.

Prabowo Tampil Lebih Ofensif, BPN: Ia Marah Rasakan Ketidakadilan
Anggota Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga Ferdinand Hutahaean. ANTARA News/Rangga Jingga

tirto.id -

Memasuki pekan terakhir masa kampanye terbuka, Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto semakin garang bahkan cenderung ofensif saat berorasi politik di depan pendukungnya.

Gaya pidato sambil meluapkan emosinya ini diiyakan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean.

Menurut Ferdinand, kemarahan Prabowo itu menunjukkan puncak kekesalannya terhadap kondisi bangsa saat ini.

Selain itu, berbagai keuntungan yang didapat kubu lawannya, Joko Widodo-Ma'ruf Amin saat berkampanye juga membuat kesal Prabowo dan kubunya.

"Kalau dipikir marah, ya memang marah karena melihat situasi yang sekarang, bagaimana kita kampanye saja sulit, izin, segala macam dan bagaimana kelompok kita selalu menjadi yang teraniaya, sementara 01 [Jokowi-Ma'ruf] dengan bebas melakukan apa saja, tanpa ada yang bisa melarang," ujar Ferdinand saat dihubungi reporter Tirto, Selasa (6/4/2019).

Kata Ferdinand, kemarahan Prabowo juga bukan tanpa sebab. Ia melihat Prabowo sedang melawan arogansi dan rasa ketidakadilan yang dirasakan masyarakat.

"Jadi narasi yang disampaikan Pak Prabowo itu sebagai wujud penegasan sikap bahwa kami akan melawan ketidakdilan ini, melawan semua arogansi, melawan semua sikap-sikap yang tidak adil," jelas Ferdinand.

Meski Prabowo kerap meluapkan emosi saat berpidato, politikus Partai Demokrat itu yakin Prabowo dan Sandiaga akan tetap bertarung dengan cara yang sehat pada pesta demokrasi, Pemilu 2019 ini.

"Kemarahan, emosi ya semua ada alasannya, terjadi karena adanya ketidakadilan," tegasnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto melontarkan kalimat-kalimat ofensif ketika berkampanye di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Senin (8/4/2019).

Salah satu yang ia 'serang' adalah pers. Ia merasa pers sedang berlaku tidak adil terhadapnya.

"Itu TV datang ke sini bukan untuk meliput, dia menunggu saya salah bicara. Saya tidak takut karena saya tidak salah bicara," kata Prabowo.

Selain pers, Prabowo juga bicara soal "elite Jakarta" yang menurutnya berbuat jahat pada masyarakat.

"Ibu Pertiwi sedang diperkosa, hak rakyat sedang diinjak. Segelintir orang elite di Jakarta seenaknya saja merusak negara ini.[...] boleh enggak bicara agak keras di sini? Tinggal 10 hari lagi, ya? Mereka adalah bajingan-bajingan." ujar Prabowo.

"Saya bicara apa yang ada di hati saya. Saya muak, muak dengan ulah elite yang jahat di Jakarta itu selalu bohong, bohong, bohong, bohong pada rakyat." lanjut Prabowo.

Prabowo pun menyinggung soal perampokan yang terjadi di beberapa badan usaha negara.

"BUMN kebanggaan kita, BUMN milik rakyat kebanggaan kita, Garuda, Pertamina, PLN, semua dirampok," teriak Prabowo.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Bayu Septianto

tirto.id - Politik
Reporter: Bayu Septianto
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Nur Hidayah Perwitasari