Prabowo Janji Pertumbuhan Ekonomi 8%, Rizal Ramli Jelaskan Caranya

Oleh: Hendra Friana - 14 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
Rizal Ramli menyebut jika Prabowo-Sandiaga terpilih, ekonomi Indonesia akan dipacu hingga di angka 8 persen.
tirto.id - Ekonom senior Rizal Ramli menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bertengger di angka 5,1 persen tak menarik bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Karena itu, kata dia, jika Prabowo-Sandiaga memenangkan Pilpres, ekonomi Indonesia akan dipacu hingga di angka 8 persen.

"Growth 5% buat Indonesia enggak cukup. Kita harus lebih tinggi. Berapa yg reasonable? Menurut kami 8%. Barat selalu dobel digit. Jepang dobel digit. Cina dobel digit. Kalo kita mau jadi negara hebat ini dobel digit," kata Rizal usai debat pamungkas Pilpres, Sabtu (14/4/2019).

Caranya, kata Rizal, dengan menurunkan Tarif Dasar Listrik (TDL) agar daya beli masyarakat dapat tumbuh. Rizal meyakini penurunan tarif tersebut tak akan membuat PLN merugi.

Sebab, kata Rizal, operasional perseroan plat merah itu masih bisa lebih diefisienkan. Apalagi, menurut dia, Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Pembangkitan listrik sudah cukup murah.

"Saya pernah jadi Menko [perekonomian]. Seratus hari adalah turunin TDL tapi gak buat PLN rugi. Ada caranya tapi saya takut ada yang contek jadi saya enggak bisa umumin. Nah dengan TDL diturunkan, konsumen bdi bawah 900 VA bisa punya daya beli," imbuhnya.

Di samping itu, lanjut Rizal, harga komoditas pangan juga harus diturunkan dengan memberantas praktek kartelisasi.

"Total benefit dari 2 langkah ini bisa hemat Rp500 ribu-Rp1,5 juta per orang," imbuhnya.

Ia juga mengatakan sektor properti harus digenjot agar akses masyarakat terhadap hunian lebih mudah dan terjangkau. Hal ini, klaim Rizal, pernah ia lakukan saat menjabat Menko Perekonomian dengan memberikan kemudahan pembiayaan bagi sektor properti.

"Jadi dengan bangun 1,5 juta houses bisa bangun lapangan kerja dan nambah economy growth sekitar 1,5 persen. Tanah? Kami akan gunakan tanah di Jawa dan luar Jawa dan cost-nya bisa kami potong. Kami ingin bangun 1,5 juta unit," tuturnya.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai angka 8 persen, ia yakin investasi dalam negeri akan meningkat.

"Salama ini Pak Jokowi datang kemana-mana, come and invest to Indonesia, tapi enggak ada yang datang. Orang pertumbuhan ekonomi cuma 5 persen, mending ke India, Thalind ke mana-mana," pungkas Rizal.


Baca juga artikel terkait DEBAT CAPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Politik)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Dipna Videlia Putsanra