Prabowo Ingin Beri Pensiun ke Koruptor, KPK: Tidak Satu Dolar Pun!

Oleh: Mohammad Bernie - 8 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
KPK menolak rencana Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang akan menyisihkan tiga hingga lima persen uang hasil korupsi untuk pensiun sang koruptor.
tirto.id - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menolak rencana Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang hendak menyisihkan tiga hingga lima persen uang hasil korupsi untuk pensiun sang koruptor.

Saut menilai, korupsi merupakan kejahatan luar biasa sehingga tidak boleh ditolerir sedikit pun.

"Zero tolerance, Anda enggak boleh toleran, satu dolar pun!" kata Saut di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin (8/4/2019).

Menurut Saut, yang saat ini dibutuhkan untuk memberantas korupsi adalah inovasi dan upaya yang luar biasa serta berkelanjutan.

Korupsi, kata dia, masih menjadi masalah akut di Indonesia. Salah satu penyebabnya karena pemberantasannya masih belum berkelanjutan atau dalam sebutan saut, masih "Hit and run".

"Karena dia extra ordinary crime, saya katakan perlu inovasi yang sistemik. Anda enggak bisa hit and run aja, penjarain orang, hukum terus pulang, enggak bisa," ujarnya.



Calon Presiden Nomor urut 02 Prabowo Subianto berencana memanggil para koruptor bila terpilih menjadi presiden. Tujuannya, ujar Saut, untuk meminta mereka bertaubat. Hal ini agar koruptor tak korupsi lagi.

Ia pun telah menyiapkan penawaran bagi para koruptor itu, sekian dana hasil korupsi boleh disimpan para koruptor sebagai uang pensiun mereka.

"Ya bolehlah kita sisihkan untuk pensiun, boleh enggak? Untuk dia pensiun? Berapa? Kita tinggalnin berapa? 5 persen? 5 persen? 3 persen? Nggak boleh?” kata dia dalam kampanye akbar di Stadion Glora Bung Karno (GBK) Jakarta, Senin (7/4/2019). Namun, beberapa suara dari massa yang hadir merespons tidak setuju.

Selain itu, ia juga menjanjikan akan menerima para koruptor itu sebagai keluarga bila mau bertaubat.

"Kami panggil koruptor-koruptor itu, kita akan minta taubat dan sadar [agar tak korupsi lagi]. Kalau mereka taubat, kita terima kembali sebagai saudara kita," ujar dia.

Dengan cara ini, Prabowo yakin bisa membawa perubahan dan bisa membersihkan Indonesia dari praktik korupsi.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Mohammad Bernie
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight