Menuju konten utama

Posisi Utang Pemerintah Agustus 2020 Sentuh Rp5.594,93 Triliun

Nilai utang tersebut mengalami kenaikan Rp160,07 triliun dari posisi Juli 2020.

Posisi Utang Pemerintah Agustus 2020 Sentuh Rp5.594,93 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada media tentang Stimulus Kedua Penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama.

tirto.id - Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah RI per Agustus 2020 menyentuh angka Rp5.594,93 triliun. Angka ini mengalami kenaikan Rp160,07 triliun dari posisi Juli 2020. Rasio utang pemerintah saat ini setara dengan angka 34,53 persen dari PDB.

Sekitar 84,82 persen utang berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp4.745,48 triliun. Rinciannya ada Rp3.510,24 triliun SBN domestik yang terbagi menjadi Rp2.854,22 triliun Surat Utang Negara (SUN) alias konvensional dan Rp656,02 triliun Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Di samping domestik, pemerintah juga menerbitkan SBN dalam bentuk valas senilai Rp1.235,24 triliun. Sekitar Rp977,63 triliun dalam bentuk SUN dan Rp257,61 triliun dalam bentuk SBSN.

Sementara itu sekitar 15,18 persen utang pemerintah berbentuk pinjaman senilai Rp849,45 triliun. Rinciannya ada Rp10,87 triliun pinjaman dalam negeri dan Rp838,59 triliun pinjaman luar negeri baik itu bilateral (Rp316,26 triliun), multilateral (Rp477,52 triliun), dan bank komersial (Rp44,81 triliun).

Sejalan dengan peningkatan posisi utang, Kemenkeu juga mencatat peningkatan realisasi pembiayaan utang untuk menutupi defisit tahun 2020 di angka 6,34 persen PDB. Per Agustus 2020, realisasi pembiayaan utang sudah menyentuh Rp693,6 triliun atau setara 56,8 persen dari target pembiayaan utang selama 2020 Rp1.220,5 triliun. Realisasi pembiayaan utang Agustus 2020 ini naik 143,3 persen dari periode yang sama di 2019.

Lebih rinci, penerbitan SBN netto per Agustus 2020 sudah mencapai Rp671,6 triliun atau 57,2 persen dari target Rp1.173,7 triliun di 2020. Penerbitan SBN netto per Agustus 2020 naik 131 persen dari tahun 2019.

“Ini kenaikan luar biasa realisasi SBN tumbuh 131 persen dari tahun lalu yang hanya Rp290,7 triliun. Beban APBN kita luar biasa berat terlihat dari pembiayaan,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa (22/9/2020).

Sementara itu penarikan pinjaman netto per Agustus 2020 mencapai Rp22 triliun atau setara 47 persen dari target Rp46,7 triliun selama 2020. Angka ini naik 486,5 persen dari periode yang sama di Agustus 2019 karena waktu itu pemerintah berada dalam posisi membayar pinjaman netto senilai Rp5,7 triliun.

Baca juga artikel terkait UTANG PEMERINTAH atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan